Panggilan Sorgawi


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-690 : 1, Hibul rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus, sude ngolungku di Tuhan Jesus. Ihuthononku do Tuhan Jesus, ndang olo au sumurut be.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Sam. 16 : 8-13 (Pagi)
1 Pet. 5 : 1-5 (Malam)

RENUNGAN
Filipi 3 : 13-14 – Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bah-wa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Panggilan Sorgawi

Kita bersyukur jika Tuhan senantiasa memanggil, memilih dan mengutus para hamba-Nya untuk melanjutkan pekerjaan para pendahulu di ladang Tuhan. Jenis panggilan itu beragam ada yang menjadi pengkotbah, penginjil, pengajar, perawat dan sebagainya.

Tugas itu beragam sesuai dengan talenta yang diberikan. Pastinya kita bersyukur atas itu semua, karena itu sebuah bukti bahwa Tuhan senantiasa memelihara kita dan dunia ini lewat panggilan yang diberikan kepada setiap orang. Setiap orang terpanggil untuk memberikan tenaga, pikiran, maupun dana untuk pelayanan. Meskipun demikian, mereka yang mau mendoakan, memperhatikan, memahami, dan berempati juga tidak kalah pentingnya. Justru belakangan ini peran memahami belakangan ini tidak kalah pentingnya.

Bagaimana memahami dapat menjadi sebuah pemberitaan Injil? Sebagai contoh: ketika dia merasa apa yang dilakukan seseorang itu mengganggunya maka dia akan marah atau memprotes atas perlakuannya. Tetapi mengapa seseorang melakukan hal itu selalu memiliki alasan tertentu sehingga dia melakukannya. Oleh karena itu, ketika ditanya mengapa dia melakukannya, maka dia dapat mengerti, memahami dan menerimanya. Proses dan bagian tahapan ini sangat penting. Bagaimana kita semua berlomba-lomba untuk dapat mengerti dan memahami orang lain sehingga kesalahpahaman dan perselisihan dapat dihindari. Hanya saja, yang menjadi beban berat adalah orang lain maunya hanya mau dimengerti tapi dia sendiri tidak mau mengerti. Saudara, Tuhan memahami kita lebih sempurna dengan segala keberadaan kita. Semoga kita dapat memakai hikmat dari Tuhan untuk dapat memahami sesama manusia sebagai salah satu bentuk pelayanan kita.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-396 : 1, Yesus segala-galanya
Yesus segala-galanya, mentari hidupku.
Sehari-hari Dialah Penopang yang teguh.
Bila ‘ku susah, berkesah, aku pergi kepadaNya.
Sandaranku, Penghiburku, Sobatku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s