Kalau Tuhan di pihak kita, siapakah lawan kita?


Minggu Jubilate, 26 April 2015
(Kisah Para Rasul 4:5-12)

Mengajar adalah pekerjaan para rasul sesuai dengan amanat Tuhan Yesus (Mat. 28). Para Imam, kepala pengawal bait Allah, dan orang Saduki marah mendengar pengajaran para rasul, dalam hal ini Petrus dan Yohanes, karena mereka memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan orang mati. Meskipun mereka ditangkap, dipenjara, dan diadili secara tidak adil mereka tidak takut.
Mereka percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan Allah yang Mahakuasa. Banyak orang yang menjadi percaya dari pemberitaan tersebut. Sangat besar alasan  penangkapan itu disebabkan oleh pengajaran dan dampak yang dihasilkan, yang menggelisahkan hati para imam dan yang lainnya. Para rasul diadili dengan memfokuskan pertanyaan, yaitu tentang: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu (mereka) bertindak demikian?” Petrus dan Yohannes yang dipenuhi Roh Kudus dengan tegas mengatakan bahwa semuanya dilakukan atas kuasa Yesus Kristus, yang mati dan telah bangkit, yaitu batu yang telah dibuang kini menjadi batu penjuru. Segala kuasa telah diberikan kepada Yesus Kristu, baik yang di surga maupun yang ada di bumi ini.

Pengajaran para rasul dianggap sesuatu yang baru dan sebuah pelanggaran. Otoritas pengajaran itu dipertanyakan. Sesungguhnya, pengajaran para rasul merupakan sebuah kebenaran dan sukacita bagi dunia ini. Karena berita kelahiran, kematian, dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati menjadi jalan bagi manusia untuk berdamai dan beroleh keselamatan dari Tuhan Allah. Memang sejak para rasul hingga sekarang, ketika diberitakan nama Yesus selalu saja kuasa kegelapan akan mengalami kegentaran. Tapi syukurlah, Tuhan selalu menyertai para pemberita.

Kalau Tuhan di pihak kita, maka siapakah lawan kita? Ungkapan ini merupakan ungkapan iman orang percaya, seperti iman para rasul yang mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Melakukan kebajikan kehendak Allah memang ada tantangan, tapi tidak perlu kita takut apalagi berusaha berhenti melakukannya. Kuasa Allah diberikan kepada mereka yang dengan sungguh-sungguh mau memberitakan Injil kebenaran itu. Bersyukurlah kepada Tuhan Allah jikalau kita terpilih dan diutus untuk memberitakan Injil-Nya karena kita akan dipenuhi dengan pertolongan Tuhan Allah. Jika ada yang berusaha menghambat Injil, percayalah justru Injil itu semakin merambat. Jaminan kita tidak ada selain dari Yesus Kristus yang mati dan bangkit dari kematian
(Pdt. Kristopurus Nababan-HKBP Cisauk).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s