Bertekun di jalan Tuhan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-169 : 1, Ho Sipangolu au
Ho sipangolu au, sai topot ma au on.
Sai unang mandao-dao Ho sian rohangkon!
Ro Sipangolu ro tibu, baen ma au anakMu tutu.
Dohot mudarMi buri au, ias songon hapas ma au.
Ias tutu, ias tutu! Dohot mudarMi buri au, ias songon hapas ma au.

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 48 : 8-19 (Pagi)
Yoh. 10 : 11-18 (Malam)

RENUNGAN
Wahyu 2 : 2 – Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunan-mu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenar-nya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.

BERTEKUN DI JALAN TUHAN

Jika nanti di akhirat Tuhan bertanya, apa yang telah engkau lakukan selama hidup di dunia? Mungkin saja pertanyaan itu akan membuat kita tertegun sehingga tidak mampu berkata-kata. Menyadari bahwa selama di dunia kita sangat sibuk memikirkan kebutuhan sehari-hari, mengumpulkan harta, membicarakan kekurangan orang lain, larut dalam persaingan merebut posisi duniawi dan tidak pernah berfikir mencari jalan Tuhan.

Tuhan menciptakan kita dengan talenta yang berbeda-beda. Ada talenta untuk berbicara, mengajar, menasihati, mengobati, memotivasi dan lain sebagainya. Semua talenta itu sama pentingnya di mata Tuhan. Yang perlu kita renungkan, apakah talenta yang diberikan Tuhan itu benar-benar kita sadari, dipelajari secara tekun, dikembangkan dan digunakan untuk memberi kemaslahatan terhadap sesama atau tidak. Kita tidak pernah dituntut supaya menjadi pengkotbah. Setiap orang dapat melayani Tuhan melalui setiap profesi yang dilakoni, gaya hidupnya sehari-hari, mengasihi sesama dan sebagainya. Tidaklah mudah untuk melakukan semuanya itu bahkan terkadang banyak tantangan dan penderitaan. Sekalipun hal itu terjadi janganlah pernah surut untuk bertekun menapaki jalan Tuhan. Katakan dengan iman, terima kasih Tuhan, “Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup (Mzm 116:9)”. Aku akan selalu bersukacita dalam pengharapan, sabar dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa. “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus (Wah. 14:12)”.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-376 : 1, Ikut Dikau saja
Ikut Dikau saja Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu;
Dalam Dikau Jurus’lamat ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s