Habis gelap terbitlah terang


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-792 : 5, Pasupasu hami o Tuhan
Pasupasu hami O Tuhan, sai usehon dameMi.
Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoMi
Di portibi on, baen ma au Tuhan, sipajongjong hatigoran.
Pargogoi ma au, raphon HuriaM, patupahon na denggan.
Pasupasu hami O Tuhan, sai usehon dameMi.
Sai ampehon tanganMi Tuhan, lehon tu au gogoMi

PEMBACAAN FIRMAN
Hos. 5 : 15 – 6 : 6 (Pagi)
2 Yoh. 1 : 1-6 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Rasul 18 : 26 – Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah.

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Perkataan R. A. Kartini tentang “Habis gelap terbitlah terang” menjelaskan dengan baik, bahwa pergumulan tidak akan bertahan lama. Kisah di bawah ini menunjukkan tantangan yang dihadapi seseorang ketika berbuat baik.

Seorang dokter dari sebuah RS Jiwa, berusaha untuk mengganti pakaian pasiennya. Ia berusaha mengganti pakaiannya, namun pasien tersebut menolak, maka dokter tersebut mengganti pakaiannya dengan paksa. Ketika ia mulai memakaikannya, ia mendapatkan pukulan yang keras, bahkan rontaan dari pasien membuat ia harus menahan sakitnya tamparan, pukulan dan tendangan dari pasiennya. Akhirnya pasien tersebut mengenakan pakaian yang bersih dan rapih, ia kembali bermain-main tanpa menyadari bahwa pakaiannya telah baru. Cerita singkat tentang orang yang berbuat baik tapi mendapatkan perlakuan yang tidak baik.

R.A. Kartini tokoh perempuan Indonesia yang berjuang mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia di tengah himpitan adat dan kebiasaan yang mengucilkan kaum perempuan. Perempuan dianggap tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, tidak boleh menjadi pemimpin, dan hamper dapat disebutkan bahwa perempuan berada di tataran sosial kelas dua. Perjuangan R.A. Kartini juga telah dilakukan sejak dulu bahkan zaman Paulus yaitu Priskila dan Awkila. Paulus mengajar dan menguatkan mereka untuk mau terlibat dan bekerja melayani Tuhan mengabarkan Injil. Priskila dan Awkila menjawab dan terbeban untuk memberitakan Injil. Mereka banyak menghadapi berbagai tantangan seperti yang dialami oleh Paulus. Namun Allah menyakinkan mereka untuk tidak mundur dan takut. Injil itu membawa terang kepada orang-orang yang berada di dalam kegelapan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-235 : 1, Kudengar berkatMu turun
Kudengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat, menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat. Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s