Nyanyian Kelepasan Para Rasul


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-435 : 3, Marolop-olop tondingki
Tu Jesus sahat ngolungki saleleng ni lelengna i.
Rap dohot au endehon ma endengku na imbaru da.
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki!
Tondi na mangajari au, tarbaen marlas ni roha au!
Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki!

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 26 : 1-6 (Pagi)
Mrk. 12 : 18-27 (Malam)

RENUNGAN
Kisah Rasul 16 : 25 – Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.

NYANYIAN KELEPASAN PARA RASUL

Paulus dan Silas melanjutkan perjalanan Injil ke Filipi. Di sana ia mengajar, membabtis dan mengusir roh-roh tenung dari hamba perempuan. Namun tuan-tuan perempuan itu memba-wa dan menyeret Paulus dan Silas ke pasar untuk menghadap penguasa dengan tuduhan bahwa mereka adalah provokator dan pengajar sesat yang melangkahi adat Romawi. Berdasarkan tuduhan itu, Paulus dan Silas dijebloskan ke dalam penjara.

Tidak tanggung-tanggung, mereka di tempatkan dalam penjara yang paling dalam dan kaki mereka dibelenggu. Secara logika sungguh tidak ada hal yang menunjukkan mereka dapat melarikan diri.

Tengah malam Paulus dan Silas beribadah. Mereka bernyanyi dan berdoa yang didengar oleh tahanan lainnya. Pada saat ibadah berlangsung terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat membuat pintu terbuka dan belenggu mereka terlepas sehingga mereka terbebas. Seketika itu atas peristiwa itu terjadi pertobatan kepada kepala penjara dan keluarganya. Begitulah bukti kasih setia Tuhan, Dia menyertai kita dalam segala hal. Tidak ada yang harus kita takutkan. Walaupun pengikut Kristus selalu dibenci oleh dunia karena iman mereka, tetapi apapun bisa dijadikan Allah untuk membuat orang menjadi percaya kepada-Nya dan membuat orang kafir bersedia dibaharui.

Kepercayaan bukan sekedar kata-kata, namun lebih dari itu, iman adalah upaya nyata menerima Allah menjadi penguasa tunggal atas hidup. Hanya dengan hubungan yang benar dengan Allah menjadikan kita tabah menjalani hidup. Marilah kita tetap memelihara ibadah kita; berdoa, memuji Tuhan dan selalu bersyukur kepada-Nya dalam setiap waktu dan dalam segala persoalan, Tuhan pasti menolong. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ 419 : 3, Yesus pimpinlah
Bila ditekan duka dan beban, bagi kami dan sesama
O berilah ketabahan, dan tunjukkanlah akhir yang cerah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s