Skenario Tuhan indah


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-26 : 1, Ale dongan na saroha
Dame, nimMu, ale Jesus, lehononMu di bangsoM.
TondiMi do na patulus, hataMi tu naposoM.
Dangol hami jala pogos, ndang tau baen parhaladoM.
Tondi parbadia tongos, margogoihon hami on.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 2 : 12-17 (Pagi)
Dan. 6 : 1-28 (Malam)

RENUNGAN
Ratapan 3 : 58 – Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku.

SKENARIO TUHAN INDAH

Kehancuran Yerusalem oleh Babel pada tahun 586 SM digambarkan oleh Nabi Yeremia dalam Kitab Ratapan. Ratapan menggambarkan kesedihan yang sangat dalam dari orang-orang Israel di Kota Yerusalem yang melihat kehancuran Bait Allah dan puluhan ribu orang dibawa ke Babylon untuk dijadikan budak.

Kitab Ratapan juga mau meminta kekuatan Tuhan atas kesedihan yang sedang dialami bangsa Israel. Manusia diperkenankan meratap, bersedih dan menangis akibat musibah dan bencana yang dialaminya. Dari situ sebenarnya kita mau belajar bahwa Tuhan itu adalah Allah yang Maha Kasih yang mau mengampuni, menyelamatkan, dan memperjuangkan perkara kita. Kita juga belajar atas kesalahan yang kita lakukan untuk mengevaluasinya dan memperbaikinya di hari yang akan datang.

Saudara, Ingatlah bahwa kesedihan kadang merupakan kehendak Tuhan untuk menguji kemurnian iman kita. Ketika kita membanding-bandingkan penderitaan yang kita alami dengan orang lain yang tidak mengalaminya, maka yang lahir adalah sikap iri, kesombongan, kebencian, dan amarah. Bahkan penderitaan yang kita alami sering dipengaruhi oleh penilaian orang lain dan membuat iman kita goyah. Contohlah Ayub yang dalam penderitaanya, dia bisa meratap tetapi juga tetap memuliakan Tuhan. Yakinlah, Tuhan telah merancang dan menskenariokan sesuatu yang indah atas pelayanan dan ketaatan kita kepada-Nya, meskipun kita harus melalui berbagai cobaan dan tantangan. Skenario Allah terlepas dari kesalahan yang kita lakukan. Namun ketika kita mau tunduk dan taat kepada-Nya maka skenarioa Allah itu berlaku dan dinyatakan kepada kita semua.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-292 : 1, Tabuh gendang!
Tabuh gendang! Sambil menari nyanyikan lagu yang merdu! Bunyikanlah gambus, kecapi: mari memuji Allahmu!
Karya besar yang agung benar t’lah dilakukan-Nya terhada umat-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s