Allah tidak meninggalkanmu


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-467 : 2, Asi ni rohaM hupuji
Sai ramoti ma rohangku, asa boi gohanMu au.
Sai mabaor ma pasupasu, nang marhite sian au.
IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i.
Pangke dohot ngolunami, gabe ula-ulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 42 : 1-9 (Pagi)
Ibr. 9: 1 1-15 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 26 : 15a – Jenguklah dari tempat kediaman-Mu yang kudus, dari dalam sorga, dan berkatilah umat-Mu Israel, dan tanah yang telah Kauberikan kepada kami.

ALLAH TIDAK MENINGGALKANMU

Kata-kata di atas merupakan sebagian dari doa-doa Musa di masa kesusahan saat membawa bangsa Israel keluar dari mesir menuju tanah Kanaan. Kita mungkin sudah mengenal doa-doanya. Dalam kesusahan, kita seringkali berseru kepada Allah dengan sikap yang sama, tetapi tampaknya kita tidak dapat melihat Allah.

Sama dengan Musa, kita mungkin bertanya-tanya mengapa Allah tidak menolong kita dalam kesusahan, atau apakah Tuhan itu melihat kita dari tempat-Nya yang maha Kudus? Kadangkala ketika kita menderita, kita mungkin benar-benar merasa Tuhan meninggalkan kita.

Sebuah kisah Kristen yang inspiratif memberitahu kita: suatu ketika seseorang bermimpi, dan dalam mimpinya ia melihat kilas balik seluruh hidupnya. Dalam banyak kesempatan dalam hidupnya, ia melihat jejak kaki Allah berada di samping jejaknya. Tetapi di masa-masa paling sulit dalam hidupnya, selalu hanya ada sepasang jejak kaki. Karena itu, ia bertanya kepada Tuhan, “aku tidak mengerti, mengapa saat aku sangat membutuhkan-Mu, Engkau malah meninggalkanku.” Tuhan menjawab, “Anak-Ku, Aku mengasihimu dan tidak akan meninggalkanmu. Di masa-masa susah dan penderitaanmu, ketika engkau hanya melihat satu pasang jejak kaki, saat itu Aku sedang menggendongmu.” Kapan pun kita merasakan kepedihan dan kesengsaraan, Allah sesungguhnya menbawa kita tanpa kita ketahui. Jadi, walaupun kita mungkin tidak memahami pekerjaan Allah, dan tidak mengerti mengapa kita menderita, kita harus terus memegang iman kita kepada Allah. Di masa-masa paling sulit dalam kehidupan kita, kiranya kita mengingat dan percaya dalam hikmat dan kasih Allah kepada kita. Kiranya kita berpegang kepada Allah, karena “kita tahu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai rencanaNya” (Rm. 8:28). Walaupun seringkali kita tidak dapat melihat kehadiran Allah di masa-masa pencobaan, tetapi kita harus senantiasa meletakkan iman dan percaya kita kepada-Nya. Amin.

BERDOA
BERNYANYI, KJ-18 : 1, Allah hadir bagi kita
Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat, melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat.
Dengan Roh Kudus, ya Tuhan, umat-Mu berkatilah! Baharui hati kami; o, curahkan kurnia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s