Damai sejahtera melalui perjuangan


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-251 : 1, Na monang i do
Na monang i do na muse manganhon parbue ni hau hangoluan i.
Ndang jadi idaonna hamagaoan nang hamatean paduahon i.
Ai Debata na papos rohana Mambaen langkana tongtong tiur,
Mambaen langkana tongtong tiur.

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 9 : 8-17 (Pagi)
Ef. 1 : 3-6 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 16 : 33 – Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

DAMAI SEJAHTERA MELALUI PERJUANGAN

Damai sejahtera itu sungguh indah sehingga banyak orang mendambakannya; hanya saja untuk mendapatkannya tidaklah semudah mengucapkannya. Dia tidak datang dengan sendiri nya meskipun banyak orang yang mendambakannya, selalu saja ada orang-orang yang tidak menyukainya.
Bahkan ada yang menganggap bahwa seseorang itu tidak pantas untuk mendapatkan nya. Artinya ada tantangan untuk mendapatnya, butuh perjuangan, bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan harus melalui proses penderitaan atau dukacita.

Tujuan kedatangan Yesus adalah untuk mendamaikan Allah dengan manusia. Dia sudah berusaha dengan segala daya upaya agar manusia dan dunia ini menerima damai sejahtera itu tetapi dunia ini justru menolak-Nya. Namun demikian, Dia tidak mau mundur dari tujuan-Nya sejak semula. Dia berjuang walau harus menderita dan mati di kayu salib karena Dia ingin kita dan dunia beroleh damai sejahtera. Tuhan Yesus telah mengalahkan kuasa maut dan kemenangan-Nya kita beroleh damai sejahtera. Teladan Yesus menguatkan kita dalam menghadapi hambatan dan tantangan untuk mendapatkan damai sejahtera itu. Hambatan-hambatan itu bisa dimunculkan oleh orang-orang yang dekat dengan kita baik dalam keluarga maupun dalam teman sekerja atau teman sepergaulan bahkan dari diri kita sendiri. Hati kita diminta-Nya supaya kuat jangan gentar atau takut atau kecut bila dalam proses pencapaian damai sejahtera itu ada hambatan-hambatan. Makanya Tuhan Yesus mengatakan: “Kuatkanlah hatimu.” Kemenangan Tuhan menjadi dasar bagi kita untuk memenangkan tantangan tersebut. Menguatkan hati itu artinya hati kita selalu terpaut dengan Dia yang sudah memenangkan kita. Maka kita akan selalu berserah dan mengandalkan Tuhan dalam setiap tantangan atau hambatan itu tidak pernah menyurutkan semangat dan ketegaran hati kita, sampai pada akhirnya kita sungguh-sungguh mendapatkan damai sejahtera itu. Iman yang teguh menjadikan kita sebagai pemenang dan pemilik damai sejahtera.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-446 : 4, Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah! Sehabis berperang terima upahmu; Mahkota hidup diberiNya; kau masuk dalam t’rang ceria. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan komentar