Kesukaan di dalam hukum


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-467 : 1, Asi ni rohaM hupuji
Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au.
Dipaias Ho rohangku, gabe soranganMu au. IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i.
Pangke dohot ngolunami gabe ula-ulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 2 : 4-10 (Pagi)
Kel. 19 : 1-9a (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 119 : 77 – Biarlah rahmatMu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab TauratMu adalah kegemaranku.

KESUKAAN DI DALAM HUKUM

Taurat Tuhan berisikan perintah, larang-an, dan ajakan yang menuntun kita men-jalani hidup ini. Taurat Tuhan sepintas mengekang kebebasan kita untuk berekspresi sesuai dengan kehendak kita sendiri. Oleh karena itu, taurat itu terkadang tidak menjadi kesukaan dari sebagian orang.

Pertanyaan yang akan timbul adalah “bagaimana mungkin itu menjadi sebuah kesukaan, jika dalam mengikutinya kita tidak menjadi diri sendiri (be yourself)?” Banyak orang berkata dalam kehidupan “be yourself”, sepintas hal ini menunjukkan sebuah kebebasan dalam berekspresi. Namun pada kenyataannya, menjadi diri sendiri hanyalah sebuah pola dan gaya yang harus ditunjukkan, sedangkan karakter dan sifat tidak dapat ditunjukkan, karena hal ini berhubungan dengan dunia sosial di mana kita hidup. Realita yang terjadi ketika kita menjalankan “be yourself” hanyalah sebuah keegoisan terhadap orang-orang disekitar kita. Ketika orang lain mengkritik sifat kita, kita hanya mampu menjawab “inilah aku, kalau tidak suka ya sudah!” Hal ini justru memperburuk hubungan kita dengan sesama.

Taurat Tuhan sangat bersifat sosial terhadap sesama. Itu artinya, Allah menghendaki agar setiap orang yang percaya tidak melulu berpikir dan bertindak berpusat pada diri sendiri namun mau memberi perhatian kepada sesama. Kita sering berkata: “ya Tuhan, bentuklah aku seturut dengan rencana-Mu”, namun pada kenyataannya kita tidak mau dibentuk dengan alasan “inilah aku dan seluruh sifatku”. Bukankah ini menunjukkan penolakan terhadap rancangan Tuhan? Daud mengajar-kan kita tentang bagaimana kita hidup di dalam kesukaan akan Taurat Tuhan. Apa yang akan kita terima dalam menyukai Taurat Tuhan? Ayat ini menunjuk kepada Rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan adalah sumber kehidupan manusia, tanpa rahmat-Nya, kita tidak memiliki kekuatan untuk bertahan dalam situasi di dunia ini. Dunia ini menghadirkan banyak pergumulan dan kesusahan, namun dengan menyukai dan melakukan Taurat Tuhan maka kita akan beroleh Rahmat Tuhan. Taurat Tuhan merupakan kunci kehidupan. Hukum taurat yang terutama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi manusia seperti diri sendiri. Dengan menjalankan ke dua hukum utama yang Yesus berikan maka kita akan beroleh rahmat Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-65:2, Cakrawala dan Malaikat
Puji Allah Mahamulia; Janji dipenuhiNya.
DiberiNya kemenangan, bagi yang dipilihNya.
Maut dan dosa dikalahkan; umat Allah s’lamatlah, Sorga dan seisi dunia, puji, puji namaNya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku,
O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s