Janganlah kamu kuatir


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-806:2, Aha pe masa dingolumon
Sai disarihon do ngolumi, Tuhan manjaga ho.
Sai ditangihon tangiangmi, Tuhan manjaga ho.
Tuhan manjaga ho, las pe roham marsak pe ho.
Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Kej. 21 : 1-7 (Pagi)
Ibr. 1 : 8-14 (Malam)

RENUNGAN
Filipi 4 : 6 – Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

JANGANLAH KAMU KUATIR

Rasa kuatir dan cemas itulah yang sering memenuhi kehidupan manu-sia bahkan orang Kristen sekali pun. Mereka kuatir dan mencemaskan berbagai hal seperti: tentang makanan, minuman, pakaian, masa depan, pekerjaan-jabatan, sekolah anak-anak, kesehatan dan lain sebagainya.
Apakah rasa kuatir dan cemas menjadi jawaban dari segala apa yang kita inginkan, butuhkan dan gapai? Tentu yang pasti rasa kuatir bukan menjadi jawaban. Rasa kuatir dan cemas adalah bukti dari sikap takut, gentar, tidak berpengharapan, tidak percaya bahkan yang selalu bersandar dan mengandalkan pengertiannya sendiri. Rasa kuatir yang berlebihan semakin membuat hidup kita tidak tentram, aman, sejahtera, makmur bahkan selalu gelisah yang membawa ke arah hidup yang tidak pasti. Oleh karena itu, kita perlu terhindar dari rasa kekuatiran, sebab: “Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang…” (Ams. 12:25).

Ada beberapa resep hidup untuk menghindarkan, menghilangkan rasa kuatir, yaitu:

1. Percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Ams. 3:5,6).

2. Mencari Tuhan, Kerajaan dan Kebenaran-Nya, agar terlepas dari kegentaran, maka semuanya akan ditambahkan kepadam (Mat. 6:33). Sebagaimana salah satu dari khotbah Yesus di bukit: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu… Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok…” (Maz. 34:5 ; Mat. 6:25-34 ; Luk. 12:22-31).

3. Tuhan yang selalu memelihara kita, segala kekuatiran, kita serahkan kepada-Nya (I Ptr. 5:7 ; Maz. 55:23).

4. Selalu berharap kepada Allah, bersyukur kepada-Nya, Penolong dan Allah kita (Maz. 42:6).

5. Dan akhirnya apa yang dikatakan oleh Paulus: “Menyatakan segala keinginan kepada Allah dalam doa, permohonan dengan ucapan syukur.” “Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya” (Maz. 118:1,29).

BERDOA

BERNYANYI, PKJ-302, Jangan kuatir
Jangan kuatir, janganlah takut. Ditangan Tuhan tiada yang kurang.
Jangan kuatir, janganlah takut, Tuhan jaminanMu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-826 : 2, Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi ] 2x
Na mauas do tondingku, O Tuhan di HataMi.
Gohi au Tuhan marhite HataMi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s