Pengharapan dalam Kristus


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-97:5 Patimbul be ma Sangap
O Jesus, Tuhannami on asi rohaM di hami.
Sai tatap hami na dison di paraloannami patogu hami
sasude tumpahi hami monang be ro di ujungna sogot

PEMBACAAN FIRMAN, Kej. 15:1-6, 12-18

Lukas 23:42
Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Pengharapan dalam Kristus

Keresahan yang paling menggelisahkan bagi kehidupan seseorang adalah bagaimana kehidupannya setelah kematian. Hal ini terungkap dalam detik-detik kematian seorang penjahat yang disalib bersama Kristus. Dia merasakan kematian yang tragis di kayu salib, yang setimpal dengan kejahatannya.

Tetapi, kematian Yesus dengan disalib tidak dapat diterima karena Dia adalah orang kudus dan dosa tidak ada pada-Nya. Keresahan itu dirasakan oleh penjahat yang tersalib bersama Yesus. Dia ungkapkan itu kepada Yesus dengan ungkapan: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Sepertinya dia menyadari bahwa hidupnya yang penuh dengan dosa kelak akan menghadapi penghakiman dari Tuhan. Oleh karena itu, dia membutuhkan pertolongan pada masa penghakiman nanti. Sepertinya, dia mengenal Pribadi Yesus yang jauh dari dosa dan Dia adalah Anak Allah. Perkataannya: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” menunjukkan sebuah sikap kepasrahan bahwa ada harapan yang besar pada Pribadi Yesus yang dapat membebaskannya dari penghakiman sorgawi malah Dia dapat memberi hidup yang kekal. Sebagai seorang penjahat, dia menyadari bahwa sudah tidak ada lagi kesempatan dan harapan saat dia sudah akan mati di kayu salib.

Saudara, kita sebagai orang yang sudah mengetahui keselamatan itu sebelum kematian tentu kita tidak lagi berpikir tentang bagaimana memperoleh keselamatan tetapi bagaimana mengisi keselamatan itu dengan menghasilkan buah yang lebat dan hidup di dalam buah-buah Roh, yaitu: kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan, penguasaan diri (Gal. 5:22-23). Inilah hidup yang berpengaharapan di dalam Kristus. Mereka yang tidak hidup dengan pengharapan dalam Kristus akan masih terus mencari-cari pengharapan itu dan sulit baginya untuk menghasilkan buah bahkan sebaliknya akan membenci orang-orang yang menghasilkan buah Roh.

BERDOA

BERNYANYI: KJ-263:2 Yang telah Menang
Yang t’lah menang kelak mendapat juga roti sorgawi, jadi pangannya;
kesaksiannya tak pernah terlupa dan nama baru diterimanya,
yang diukirkan di atas intan tanda jaminan Sang Penebus, tanda jaminan Sang Penebus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI: BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s