Celakalah orang yang menggaruk yang bukan miliknya!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 789:1 Lului hamu Harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata, rap dohot hatigoranNa,
Tambahononna ma ondeng tu hamu,
Haleluya, Haleluya, Haleluya,haleluya,
haleluya, haleluya, haleluya, haleluya.

PEMBACAAN FIRMAN, Mat. 4:1-11

Habakuk 2:6
Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini: Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya — berapa lama lagi? — dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian.

Celakalah orang yang menggaruk yang bukan miliknya!

Kita sering berkata rasa khawatir itu alami dan berbuat dosa itu sangat manusiawi. Sifat Allah yaitu membenci dosa dan tidak bersedia berkompromi dengannya. Sifat Allah ini tidak peduli dengan ungkapan tadi yaitu sifat kemanusiaan tersebut. Meskipun demikian Tuhan menguatkan dan memampukan kita untuk menjalani kehidupan kita, terus mempercayai dan memuji nama Tuhan.
Iman percaya kepada Tuhan menguatkan dan memberi harapan berjalan bersama Tuhan. Kita dapat berbicara kepada Allah tentang hal apa pun, baik tentang dosa maupun kebimbangan kita. Jika kita dapat mengenal Pencipta kita dengan lebih baik maka kita akan dapat mengerti rencana-Nya bagi ciptaan-Nya dengan lebih baik. Mungkin kita tidak selalu dapat mengerti rencana dan jalan-Nya, tetapi Allah pasti mengasihi kita dan rancangan-Nya terindah bahkan keadilan Tuhan atas penghukuman-Nya terhadap orang jahat itu pun sebuah kepastian.
Kepastian perihal penghuman itu ditegaskan dalam perikop hari ini, yang mengatakan “Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya….” (Hab 2: 9). “Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng diatas ketidakadilan” (Hab 2: 12). “Celakalah mereka yang menaruh percaya pada berhala” (Hab 2:18,19).

Bumi kediaman kita tidak pernah kekurangan kasih karunia Tuhan, berkat dan karunia tersedia senantiasa di hadapan-Nya. Kuasa dosa yang telah mengaburkan mata rohani kita, membuat kita sering tidak mampu melihat keberkahan itu. Ketamakan mendorong pikiran untuk berlaku serakah, bahkan mau mengambil yang bukan milik kita. Mengorbankan yang lemah demi ego pribadi. Namun, Tuhan selalu setia menanti pertobatan umat-Nya. Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut (Hab 2: 14).

BERDOA
BERNYANYI: KJ-396:2 Yesus Segala-galanya
Yesus segala-galanya, Kawanku abadi; setiap datang padaNya, berkat-Nya diberi.
Surya dan hujan berselang, hasil tanaman dan kembang: semuanya karunia Sobatku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI: BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s