Jangan jemu-jemu berbuat baik selagi ada waktu


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789:1 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata,rap dohot hatigoranNa,
Tambahononna ma ondeng tu hamu,
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya
Haleluya, Haleluya, Haleluya, Haleluya

PEMBACAAN FIRMAN, Mat. 12:9-14

Mazmur 126: 5-6
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Jangan jemu-jemu berbuat baik selagi ada waktu

Paulus menggambarkan kehidupan orang percaya dengan seorang petani, prajurit dan atlit karena mereka adalah tipe pekerja keras, rajin, militan, sabar dan tidak mudah terpengaruh. Orang Kristen pun harus demikian, harus bekerja keras dan belajar menahan diri. Sebuah pengharapan akan membuahkan sukacita.

Suatu pengharapan harus memiliki dasar yang kuat seperti petani, atlit, prajurit. Demikian pula dengan pengharapan kita harus disertai dengan kerja keras dan tindakan nyata, bukan sekedar slogan atau angan-angan belaka. Pengharapan juga harus realistis, memang Allah dapat melakukan keajaiban-keajaiban besar namun, hal tersebut bersifat isidentil. Itu sebabnya seorang petani tak mungkin mengharapkan padi puluhan ton sementara padi yang ditanam hanya beberapa benih saja, karena tanpa kewajaran pengharapan akan berujung pada kekecewaan.

Salomo mengingatkan bahwa kita harus memiliki pengharapan dan mau menantikan hasilnya dengan penuh kesabaran dan ketekunan, sebab jika tidak kita tidak akan pernah melakukan suatu pekerjaaan dengan baik. Renungan hari ini merupakan kata kunci untuk menemukan rasa nikmat dalam kesengsaraan. Pemazmur mengingatkan kita bagaimana agar kesengsaraan itu menjadi nikmat. Percayalah bahwa apa yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia, karena Allah sangat menghargai dan memperhitungkan setiap usaha kita. Ada kemungkinan dalam perjalanan hidup kita mengalami banyak pergumulan. Namun percayalah, Allah sendiri yang akan membela kita. Inilah yang terutama, jangan jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya kita akan menuai jika kita tidak lemah ( Galatia 6:9)

BERDOA

BERNYANYI : KJ- 403:1 Hujan Berkat ‘Kan Tercurah
Hujan berkat ‘kan tercurah, itulah janji kudus: hidup segar dari sorga ‘kan diberi Penebus.
Hujan berkat-Mu itu yang kami perlu:
Sudah menetes berkat-Mu, biar tercurah penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI: BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Tinggalkan komentar