Dalam Kelemahan, Kuasa Tuhan Menjadi Sempurna


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-187:1 Denggan do panoguM
Denggan do panoguM ale Jahowa di angka na pinarmahanMi.
Tagamon bahenonMu ma naroa, so tarbunihon Ho do burjuMi?
Jotjot suhar do pambahenanMi di roha ni na so tumanda Ho.
Alai marhite sian i do ro tu hatiuron na tinoguMi.

PEMBACAAN FIRMAN, Hakim-hakim 2:6-15

2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Dalam Kelemahan, Kuasa Tuhan Menjadi Sempurna

Pada saat penulis diterima bekerja di suatu instansi pada tahun 1986, saya hanya menerima gaji sebesar Rp.64.600 dengan tanggungan satu satu isteri dan satu anak bisakah pembaca membayangkan bagaimana mungkin menghidupi keluarga hanya dengan penghasilan seperti itu?

Tetapi Tuhan ternyata tidak membiarkan kami berkekurangan. Entah dari mana saja pertolongan Tuhan datang, dan nyatanya kami sama sekali tidak menderita meski secara logika seharusnya saya dan keluarga bakal morat-marit dengan kenyataan yang ada. Tuhan sanggup melakukan banyak hal di luar logika. KekuasaanNya tak terbatas. Kuasa Tuhan itulah yang kami alami. Kuasanya nyata dan sempurna di tengah kesulitan dan kelemahan kami.

Rasul Paulus juga pernah, mengalami kesulitan dan penderitaan. Tidak tanggung-tanggung, ia menyatakan bahwa ia seperti “Diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku..” (2 Korintus 12:7). Adilkah jika itu harus dialami oleh Paulus ketika ia justru sedang bergerak mewartakan berita keselamatan lewat Kristus ke seluruh dunia? Logika kita akan berkata tidak. Mungkin jika kita pada posisi Paulus, maka kita akan bersungut-sungut, kecewa atau mempertanyakan keadilan Tuhan, bahkan mungkin meragukan keberadaan Tuhan. Tapi jawaban Tuhan atas doa permohonan Paulus di ayat 9 ini dimaknai Paulus menjadi sebuah kesempatan untuk menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan disempurnakan. Oleh sebab itu Paulus bisa berkata: “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (ay 10). Jawaban Tuhan dan Paulus ini menguatkan kita apabila Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah, sakit penyakit, kesulitan ekonomi, kesulitan komunikasi dengan anak, masalah pekerjaan, dan sebagainya. Yakinlah bahwa Tuhan punya maksud dibalik itu semua dan Dia tidak tinggalkan kita tanpa pertolongan-Nya. Sehingga kita bisa berkata “bahwa kesulitan yang saya alami merupakan kesempatan bagi saya untuk belajar sesuatu yang baru sekaligus kesempatan emas bagi saya untuk menyaksikan keajaiban Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI : KJ 40:1 Ajaib Benar Anugerah
Ajaib benar anugerah pembaru hidupku! ‘Ku hilang buta bercela; olehnya ‘ku sembuh.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI BE No. 20:5 ‘Paian ma di hami’
On pe, O Tuhannami tumpahi HataMi. Masuk tu rohanami paian ma disi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s