Takutlah akan Allah


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 417:1 Rade Situtu Haluaon
Rade situtu haluaon, na naeng tangkuponmu antong. Rade nang di ho hatuaon,
sihalashononmu tongtong. Bernit do ditaon Tuhanmu pasaehon dosam sasude
Tung unang paujat Ibana, sai jangkon pangkophopNa i.

PEMBACAAN FIRMAN : Wahyu 2:18-29

Wahyu 14:7
Dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”

TAKUTLAH AKAN ALLAH

Dalam kehidupan kekristenan kita selalu diajar dan dituntun untuk hidup menurut firman Allah. Selain itu juga kita memiliki tugas yang besar untuk memberitakan injil supaya setiap orang mengenal keselamatan yang kekal. Namun pada kenyataannya kita lebih sibuk mengejar hal-hal yang sifatnya duniawi karena kita pandang hal itu merupakan kebutuhan dan langsung bisa dirasakan.

Secara jujur kita mungkin mengakui bahwa tugas besar diatas malah kita abaikan. Artinya kita malah bisa dipandang tidak takut kepada Allah. Padahal di akhir zaman nanti kita akan diadili Allah sesuai dengan perbuatan yang kita lakukan selama hidup di bumi. Apa yang akan kita jawab kalau Allah meminta pertanggungjawaban hidup kekristenan kita?

Hidup sebagai orang kristen apalagi dijaman sekarang ini tidaklah mudah. Membicarakan ketidakjujuran kita akan banyak musuh. Membela keadilan taruhannya kita siap disingkirkan. Apalagi membicarakan dan menjalankan kasih, mungkin kita harus siap kehilangan nyawa. Namun sekarang, apakah kita lebih takut kehilangan segala sesuatu daripada takut kepada Allah? Dalam proses pendewasaan iman, kita harus terus belajar agar lebih takut kepada Allah. Disana ada jaminan “Berbahagialah orang-orang mati yang mati didalam Tuhan, sejak sekarang ini” (Wahyu 14:13). “Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25). Karenanya perjalanan kita adalah perjuangan iman, melalui perbuatan nyata dalam menjalankan kasih, memberitakan firman Tuhan melalui setiap aktivitas kehidupan kita. Itulah cara bahwa kita benar-benar memuliakan Allah dan takut akan Dia.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 390:2-3 TUHAN TIDAK LUPA
Tuhan tidak lupa bila orang berseru; Ia memberikan pertolongan yang perlu.
S’lalu angkat muka dan berharap padaNya. Tuhan tidak lupa akan anak-anakNya.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s