Melakukan atau tidak melakukan perkataan Yesus


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 407:2 Panotnoti Ma Silang
Tung beasa ditaon Ho, Tuhan, songon i di bagasan sude burjuMi?
Tung beasa sap mudar sude dagingMi, ai tigor do sude dalanMi. Nda i holongMi?
MudarMi na use pasonangkon muse sasude na porsea disi.

PEMBACAAN FIRMAN : Wahyu 1:1-8

Matius 7:26
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir

MELAKUKAN ATAU TIDAK MELAKUKAN PERKATAAN YESUS

Ahli bangunan yang bijak tentu mendirikan bangunan di atas dasar, fundasi yang kuat, kokoh, teguh agar bangunan tersebut dapat berdiri kokoh, kuat, teguh dan tahan terpaan angin topan. Tetapi sebaliknya, ahli bangunan yang bodoh tentu mendirikan bangunan di atas dasar, fundasi yang tidak kuat, kokoh, teguh dari terpaan angin topan.

Saban Minggu kita selalu mendengar: “berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Allah dan yang memeliharanya”. Setiap perkataan Yesus adalah pesan Injil Kristen, Firman kehidupan, kebenaran, keselamatan, pendamaian.

Dalam akhir Khotbah Yesus di bukit, Dia membentangkan perumpamaan orang yang bijaksana dan orang yang bodoh (bnd. Mat. 25:1-13 “Gadis-gadis yang bijaksana dan bodoh”). Yesus mengawalinya dengan: “Setiap orang yang mendengar perkataanKu.” Tuntutan dalam mendengar perkataan Yesus tentu “dan melakukannya,” atau “dan tidak melakukannya.” Yang melakukan sama halnya dengan orang yang bijaksana, karena telah menjadikan perkataan Yesus sebagai dasar, fundasi yang kuat, kokoh, teguh yang siap terhadap seberapa beratnya, hebatnya pencobaan, penderitaan, siksaan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tidak akan goyah, rubuh imannya sebagaimana rumah yang dibangun di atas dasar, fundasi batu yang kuat, kokoh, teguh walaupun banjir, hujan, angin melanda tidak akan rubuh. Tetapi yang mendengar dan tidak melakukannya, sama halnya dengan orang bodoh yang tidak menjadikan perkataan Yesus sebagai dasar, fundasi yang kuat, kokoh, teguh sehingga bila datang pencobaan, penderitaan, siksaan akan rubuh, murtad, putus asa sebagaimana orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Di golongan manakah kita dalam setiap mendengar perkataan Yesus? “Bila taufan melanda, lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi” (Amsal 10:25).

BERDOA

BERNYANYI KJ. 365A:2 TUHAN, AMBIL HIDUPKU
Tanganku gerakkanlah, kasihMu pendorongnya,
dan jadikan langkahku berkenan kepadaMu.

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s