Merendahkan hati menaikkan kualitas


PANGGILAN BERIBADAH:
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji namaNya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 404:3 Unang Ho Sai Di Na Holom
Dame dohot hatiuron tu roham manongtong ro, hot ni roha hatoguon, sai lam tu tambana do Raphon Jesus parangehon sasude ulaonmi. Pos roham, Tuhanta mangalehon roha na imbaru i.

PEMBACAAN FIRMAN : Yudas 1:1-16

Markus 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.

MERENDAHKAN HATI MENAIKKAN KUALITAS

Salah satu yang diperebutkan setiap orang dalam hidup ini adalah ingin menjadi yang terdahulu. Istilah yang sama dengan yang terdahulu: ingin menjadi terdepan, terkemuka, terkenal, tesohor, terpopuler, dll. Ingin menjadi terdahulu tentulah cita-cita kita semua. Harapan orangtua anaknya terdepan di sekolah.

Harapan anak-anak orangtuanya menjadi orang terkenal. Untuk mewujudkan harapan-harapan ini tentulah dengan kerja keras, sebab tidak ada yang otomatis dalam hidup ini. Anak harus bekerja keras agar terdepan dalam prestasi. Seseorang harus bekerja keras dan disiplin waktu agar menjadi orang terkenal dalam bidangnya. Bagaimana orang-orang percaya menjadi terdahulu dan terdepan? Kita dapat menemukan jawabannya di ‘ruang kelas’ Yesus, ketika Dia mengajar para muridNya.

Yesus mengajari para muridNya bahwa untuk menjadi terdahulu, terdepan haruslah menjadi terakhir dan pelayan dari semuanya. Yang dimaksudkan Yesus bukanlah terdahulu dalam kepopuleran atau keterkenalan, tetapi terdahulu dalam memahami kehendak Allah. Ketika seorang murid mengerti kehendak Allah, sesungguhnya Dia sudah terdahulu dari yang lain. Kehendak Allah adalah saling melayani satu dengan yang lain, saling merendahkan hati dan saling mendukung. Murid yang bersedia merendahkan hatinya dan menjadi pelayan bagi sesamanya, dialah yang terdahulu bagi Allah. Yesus bersabda: Orang yang merendahkan hati akan ditinggikan. Di balik sikap kerendahan hati, sesungguhnya kita sedang menaikkan kualitas hidup kita di hadapan Allah. Dalam mewujudkan cita-cita ingin menjadi terdepan, terhormat dan terdahulu dalam bidang kita, baiklah kita lebih dulu merendahkan hati dan saling melayani satu dengan yang lain, sebab itu yang lebih Allah inginkan dari kita. Amin!

BERDOA

BERNYANYI KJ. 457:5 YA TUHAN, TIAP JAM
Ya Tuhan, tiap jam kupuji namaMu; Tuhanku yang kudus, kekal ‘ku milikMu!
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
Menyanyikan BE. 36:1 Pasupasu Hami
Pasupasu hami O Debatanami, sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s