TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA


Saat Teduh….…………

Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 22:15-28.
Malam : Kisah P Rasul 18:24-28.

Renungan: Yeremia 31:16.

Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih-payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh.

Beragam persoalan bisa menimpa kehidupan setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Nabi Yeremia memiliki beban yang berat dalam melaksanakan tugasnya sebagai nabi Allah, namun ia mampu dan kuat. Rasul Paulus juga, merasa kesepian dan tertekan, namun ia tetap merasakan kehadiran Tuhan, yang memberikan kekuatan padanya. Paulus mengakui bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Paulus mengatakan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor 10:13). Sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya kita dibelenggu oleh kekuatiran akan segala sesuatu, sebab kita memiliki Tuhan yang sanggup menolong kita. Ketika sakit Tuhan akan menjadi penyembuh kita, sebab “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Pet 2:24b); Ketika berada di dalam pergumulan yang berat Tuhan pasti menolong dan memberikan jalan keluar. Allah akan melimpahkan segala kasih karunia, supaya kita senantiasa berkecukupan di dalam segala hal dan malah berkelebihan di dalam Pelbagai kebajikan. Tuhan menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan memberikan berkat bagi kita bahkan melipatgandakannya. Bersukacitalah dalam segala hal karena itulah yang di inginkan Tuhan, Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No.194:2. Aut So Asi Roham
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP KUDUS, BERTOBATLAH!


Saat Teduh….…………

Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Samuel 7:22-29.
Malam : Titus 2:1-6.

Renungan: Zakharia 13:1.

Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.

Kebersihan adalah salah satu faktor penting yang dibutuhkan dalam hidup ini. Tidak mengherankan di rumah-rumah, di-kantor, sekolah, di Hotel sampai di Mall selalu ada tenaga “cleaning service”. Kebersihan suatu lingkungan menjadi daya tarik dan jualan yang menarik minat setiap orang. Kalau lingkungannya bersih orang senang berada di tempat itu. Itu akan menjadi pilihan yang disukai. Tentu, diharapkan bahwa bukan tempat dan lingkungannya bersih, tetapi terlebih kalau orang-orang yang ada di situ juga harus bersih hati dan pikirannya. Firman Tuhan melalui Zakharia bukan hanya perintah untuk mendirikan bait Allah dan beribadah kepada-Nya. Tuhan juga menghendaki hidup umat berlangsung dalam kebenaran dan keadilan. Tuhan mau memurnikan dan membersihkan kehidupan umat dari dosa dan kecemaran. Tuhan tidak menghendaki orang berbuat jahat, termasuk mencuri. Baiklah masing-masing orang bekerja supaya dapat memperoleh berkat dalam hidupnya. Jangan ada orang makan atau memperoleh sesuatu tanpa mau bekerja keras. Pencuri adalah seorang pemalas yang dibenci oleh Tuhan. Demikian halnya, dusta dan penipuan adalah kekejian bagi Tuhan. Jangan memiliki mulut seperti orang fasik. “Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan” (Mzm 109: 2, 3). Oleh karena itu, carilah yang baik dan jauhilah yang jahat. Berusahalah hidup benar dihadapan Tuhan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.475:1. Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au.
Tung na so tadingkononku Ho na paluahon au.
Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho.
Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN PENOLONG YANG SETIA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 8:1-9.
Malam : Amsal 22:17-21.

Renungan: Yesaya 43:16.

Beginilah firman Tuhan, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat.

Dalam sejarah perjalanan umat Israel, Tuhan menuntun umatNya keluar dari perbudakan Mesir dan membuat mujizat sehingga umatNya dapat berjalan melalui laut. Jika Tuhan menghukum umatNya, itu bukan berarti bahwa Tuhan telah melupakan mereka tetapi begitulah cara Tuhan mendidik umatNya supaya taat dan kembali ke jalan yang benar. Keselamatan yang dilakukan oleh Tuhan kepada umatNya tidak hanya sebatas kelepasan dari penderitaan jasmani dari pembuangan saja, tetapi jauh lebih besar dari situ bahwa keselamatan itu akan berdampak pada keselamatan bagi seluruh bangsa. Jalan yang akan di buat oleh Tuhan di padang gurun itu bukan hanya untuk umatNya, tetapi bangsa-bangsa yang lain juga akan ikut berjalan disitu. Namun, kita tidak akan pernah mengetahui bagaimana Tuhan bekerja dan berbuat sesuatu dalam kehidupan ini tetapi yang pasti bahwa Tuhan punya banyak jalan dan cara menyelamatkan kita, sebab Dia berdaulat atas kehidupan ini. Tuhan ada dan bekerja dalam kehidupan ini untuk menyatakan keadilanNya yang penuh dengan pengampunan dan kasih setia. Dengan mengingat segala perbuatanNya maka tidak ada keragu-raguan bagi kita untuk menjalani kehidupan ini. Sebab bagi Tuhan Tidak ada yang mustahil, sebab Dia dapat berbuat apapun untuk menyelamatkan umatNya. Maka seperti apapun pergumulan hidup yang kita hadapi saat ini, Firman Tuhan meneguhkan hati kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan, sebab bagi Dia tidak ada yang mustahil. Hanya sepatah kata Tuhan ucapkan, maka segalanya terjadi. Jangan takut, percayalah! Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.470:2. Jesus Ho nampuna au
Sai rajai ma matangki manangkasi dalanMi,
Sai patinggil pinggolhi tumangihon hataMi.

Doa Bapa kami – Amin.

Jubilate


Bersorak-sorailah Bagi Allah, Hai Seluruh Bumi (Mazmur 66:1)

Topik: Tinggal dan Berbuah di Dalam Yesus
(Mian Jala Marparbue Dibagasan Jesus)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Yohanes 15:1-8
Ep. Amsal 15:1-9

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Pertama: “Jubilate”
Jubilate adalah nyanyian pertama yang di angkat dalam tiga minggu ini. Itu sebabnya dalam tiga minggu ini kita akan berbicara mengenai “Madah” yaitu suatu nyanyian yang di angkat oleh umat percaya menuju kehadirat Allah. Itu sebabnya dalam tiga Minggu ini, kita merayakan middle easter (paskah tengah) sebuah perjuangan kehidupan antara dunia dan surga. Mazmur sendiri menekankan bahwa pujian kepada Tuhan adalah pujian yang universal. Bukan hanya nyanyian dan lagu tetapi seluruh sendi kehidupan, itu sebabnya Mazmur sering menggunakan istilah “kepadaMu ya Tuhan, ‘ku angkat jiwaku.” Kata Jubilate sendiri sering dipergunakan untuk merujuk kepada jiwa sebuah musik. Nyanyian yang berjiwakan Jubilate harus dinyanyikan dari sukacita pernuh, terlepas dari tempo yang telah ditentukan. Baik nyanyian lambat atau cepat, nyanyian Jubilate harus diungkapkan dengan sorak-sorai dan teriakan gemuruh kemeriahan. Nyanyian sorak-sorai di atas bumi ini pada dasarnya tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Ketiga hal ini yang mendasari ungkapan syukur dalam kehidupan manusia. Iubilate Deo Onmis Terra, kata ini mengisyaratkan bahwa tema keutuhan ciptaan Allah kembali di kumandangkan. Kemenangan dan kasih karunia tersebut bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi seluruh alam ciptaan Tuhan. Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan (Mzm 150:6).

TUHAN MEMELIHARA HIDUP KITA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang
Lihatlah fajar menyala

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 19:15-19.
Malam : Titus 1:1-4

Renungan: Yesaya 41:17.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.

Suatu hari ada seorang ibu yang ingin berangkat ke suatu daerah. Sang ibu berpesan kepada suaminya agar tak lupa memberi makan anak mereka. Semua makanan sudah disiapkan di lemari es. Esok harinya si bapak memanaskan makanan dan sembari mengeluarkan pudding ke atas meja makan. Lalu si anak bangun dan mengambil langsung pudding tersebut. Tetapi si bapak mengambil pudding itu dan menyimpannya kembali ke dalam lemari es. Lalu si ayah berkata…nak..kamu makan nasi dulu, setelahnya baru papa kasih pudding yah..tetapi si anak terus menerus merengek rengek dan menangis. Tetapi si ayah tetap tidak memberikannya. Saudara, betapa kita sering meminta kepada Tuhan seolah-olah permintaan kita itu sudah baik adanya padahal Tuhan yang lebih tahu apa yang jadi makanan pokok kita. Kita sering merasa kesal, menangis, kecewa, cengeng, bahkan ada yang putus asa karena doa dan keinginannya tidak terkabul.
Di dalam ayat ini Tuhan memberikan janji kepada umatnya bahwa bagaimana pun keadaannya Tuhan akan menolong, menyertai dan menopang hidup kita. Penderitaan yang menyedihkan atau menghadapi masa-masa penuh bahaya paling suram pun. Tuhan akan melimpahkan semua kebutuhan umatnya, menyegarkan jiwa dengan makanan dan minuman, menyediakan taman taman rindang yang indah dan hutan hutan kecil bagi kesenangan rohani kita, Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

Doa Bapa kami – Amin.

BERJALAN BERSAMA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 424:1. “Yesus menginginkan daku”
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 51:1-8.
Malam : Lukas 20:1-8.

Renungan: Mazmur 25:5.

Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.

Ada dua orang petani mempunyai ladang bersebelahan.Petani yang satu adalah seorang Kristen yang taat sedangkan petani yang satu adalah seorang ateis yang selalu menghina dan mengejek orang Kristen itu. Petani ateis menantang petani Kristen, “Mari kita tanam benih seperti biasanya di ladang kita masing-masing. Lalu engkau berdoa kepada Tuhanmu, dan aku akan mengutuk Dia. Nanti di bulan Oktober, kita lihat tanaman siapa yang lebih subur. ”Di bulan Oktober, petani ateis sangat gembira karena rupanya tanaman di ladangnya lebih subur dan lebih tinggi. “Nah, kau lihat, bodoh,” ejeknya kepada petani Kristen, “Apa yang harus engkau katakan tentang Tuhanmu sekarang?! ”Petani Kristen itu menjawab, “Jangan segera ambil kesimpulan karena ini belum final.” Tuhan tidak segera bertindak tidak berarti Dia tidak ada dan tidak akan bertindak apa-apa. Mata kita tidak boleh hanya memandang kepada yang sekarang ini karena semua belum selesai. Mata kita memandang kepada apa yang kelak akan Tuhan genapkan sesuai dengan janji dan perkataanNya yang tidak pernah lalai dan salah. Setelah kita mengenal kebenaran yang mutlak itu yaitu firman Tuhan dan pribadi Yesus Kristus, maka kini kita harus percaya dan hidup dalam kebenaran firmanNya. Kita dibenarkan oleh karya penebusan Kristus, tetapi proses menjalani hidup dalam kebenaran tetap harus kita lakukan sebagai bentuk ketaatan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA ORANG YANG MENCARI TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 355:1. “Yesus memanggil”
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa, hati pun tent’ram
bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 15:10-17.
Malam : Mazmur 147:1-7.

Renungan: Mazmur 40:17.

Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: “Tuhan itu besar!”

Dalam sejarah hidupnya Pemazmur menyimpulkan kebesaran Tuhan atas umatNya sungguh nyata. Mereka benar-benar merasakan campur tangan Tuhan. Itulah sebabnya mereka dapat bergembira dan bersukacita. Mazmur ini juga memaknai bahwa perjalanan Israel adalah mencari Tuhan. Tuhan telah berfirman untuk keluar dari Mesir dan berjalan ke negeri yang dijanjikan Tuhan kepada leluhur mereka: tanah subur, penuh susu dan madu. Mereka berjalan seturut dengan kehendak Tuhan: capek, letih lesu dan melelahkan, tak jarang umat itu mengeluh bahkan bersungut-sungut. Tantangan setiap detik mengancam baik oleh alam, baik oleh bangsa sekitar dan kebutuhan yang ingin sana-sini seluruh dinamika yang luar biasa mereka lalui dengan penuh ketegangan. Namun lihatlah sekalipun dinamika perjalanan yang melelahkan mereka akhirnya menemukan suka cita. Kadang mereka takut dan gentar atas musuh-musuh sekitar, namun Tuhan selalu melindungi umatNya. Perjalanan mereka tidak sia-sia, pencarian mereka tidak hampa namun mereka penuh dengan suka cita karena mereka sampai di tanah Kanaan, mewarisi janji Tuhan: tanah yang dijanjikan sejak leluhur mereka. Berbahagialah orang yang mencari Tuhan karena mereka menemukan apa yang mereka cari, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Inilah janji Tuhan yang indah bagi kita menambah semangat untuk senantiasa berpengharapan padaNya. Carilah Tuhan selama Ia berkenan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

Doa Bapa kami – Amin.