DIAJAR SEPERTI ANAK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 424:1. “Yesus menginginkan daku”
Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkanNya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 5:1-11.
Malam : 1 Korintus 14:1-12.

03. Renungan: Ibrani 12:7.
Jika kamu harus menanggung ganjaran: Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahNya?

Kadang figur seorang ayah di mata anak-anak kelihatan keras, tegas dan disiplin. Kadang karakter ini menimbulkan kebencian dan rasa takut di dalam hati anak-anak. Tetapi seiring pertumbuhan mereka menjadi besar dan dewasa, mereka akhirnya mengerti didikan seorang ayah itu mempunyai tujuan baik. Itu semua dilakukan seorang ayah semata-mata agar semua anak-anaknya memiliki masa depan. Seorang ayah yang baik adalah seorang ayah yang dapat mendidik, menuntun, menasehati bahkan mendisiplin anak-anaknya. Bila saat ini kita adalah seorang ayah, tentu tidaklah mudah untuk menghukum anak yang kita sayangi ketika mereka bersalah. Jauh lebih mudah untuk mengampuni mereka, meski kita mengerti hukuman yang tepat dapat menimbulkan efek jera. Tetapi firman Tuhan mengajarkan ini: Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya (Amsal 13:24). Ayat nas kita menganalogikan kasih Tuhan kepada kita seperti seorang ayah yang menyayangi anaknya. Jadi sama seperti Tuhan memberi ajaran kepada kita dalam bentuk mengajar, menyatakan, memperbaiki kelakuan dan mendidik kita dalam kebenaran (2 Tim 3:16). Mari bersama kita berupaya menjadi ayah yang baik bagi anak-anak kita. Tuhan pasti memampukan kita! Amin.”

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH SELALU DI PIHAK KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 355:1. “Yesus memanggil”
Yesus memanggil, “Mari seg’ra!” Ikutlah jalan s’lamat baka;
jangan sesat dengar sabdaNya, “Hai marilah seg’ra!”
Sungguh, nanti kita ‘kan senang, bebas dosa, hati pun tent’ram
bersama Yesus dalam terang di rumah yang kekal.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 4:1-8.
Malam : 1 Korintus 13:8-13.

03. Renungan: Roma 8:31.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Jika kita mendapati anak kita memecahkan vas bunga kesayangan kita, atau kita mendapati dia merusakkan barang yang bagi kita berharga, menghilangkan data yang kita simpan di komputer, merusakkan dokumen kerja kita yang sangat penting, atau bahkan berbuat sesuatu yang memalukan kita sebagai orang tuanya, memaki gurunya di sekolah, berkelahi dengan temannya, mendapat nilai jelek. Apa yang akan kita lakukan? Akankah kita memberikan dia pelajaran, supaya dia mengerti kesalahannya. Menghukumnya supaya dia tahu kesalahannya, bahwa yang dia lakukan itu tidak benar? Allah memberikan contoh yang lain daripada yang lain di dalam mendemonstrasikan kasih-Nya menghadapi kesalahan manusia. Dia memutuskan untuk tidak menghukum. Allah mempunyai cara yang lain. Tidak seperti cara kita mendidik anak kita jika kita dapati kesalahannya. Allah masuk ke dalam dunia orang berdosa dan menderita. Allah di pihak kita. Dia tidak berdiri jauh-jauh di sana. Menawarkan hidup bersama, gagal bersama, menderita bersama, ditolak, difitnah, dikhianati, ditinggalkan, diolok-olok, dianggap gila, dicurigai, menderita haus dan lapar, miskin, dipandang hina, bergaul dengan orang yang dikucilkan karena mereka sakit kusta, bergaul dengan orang-orang yang dijauhi karena dianggap sampah masyarakat, pemungut cukai, dan orang-orang miskin. Kita dirangkul dengan kasihNya, membisikkan kata-kata baik, menghibur dan menenangkan saat kita ketakutan oleh rasa bersalah, mengampuninya dan menanggung dosa dan segala kesalahan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUBUH, JIWA, DAN ROH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan didalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 15:11-22.
Malam : 1 Korintus 13:1-7.

03. Renungan: I Tesalonika 5:23.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang lima gadis yang bijaksana dan yang bodoh (Mat 25:5) dikatakan; tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka. Kondisi sangat mengantuk tapi masih berusaha bertahan untuk terbangun. Di jalan tol, banyak kecelakaan yang terjadi itu dikarenakan mengantuk. Gadis-gadis yang bodoh itu mengantuk, mereka ada “di pinggir jurang” tapi mereka mengantuk dan tidak sadar. Itulah gaya hidup yang sembarangan, pergaulan bebas, tidak memilih pergaulan yang baik. Mereka tidak sadar ada di pinggir jurang. Mereka mendengar ajakan teman-temannya, dan satu saat, tidak sadar tahu-tahu sudah jatuh. Hal ini banyak terjadi dengan anak-anak Tuhan yang hari-hari ini suka bermain-main dengan dosa. Ini adalah sebuah peringatan, jangan kita mengantuk! Kalau tidak sadar, engkau akan jatuh. Untuk itulah Tuhan berikan Roh Kudus. Apa beda gadis bijaksana dan gadis bodoh? Semua membawa pelita, artinya semua adalah anak-anak terang yang sudah percaya Tuhan Yesus. Setiap anak-anak Tuhan dalam mempersiapkan hidupnya menantikan kedatangan Yesus, harus mempersiapkan tubuh, jiwa, dan roh. Kadang kita hanya memperhatikan rohani kita, tapi jiwa kita (pikiran, perasaan, emosi) diabaikan. Menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya kita harus sungguh-sungguh hidup tanpa cacat cela roh, jiwa, dan tubuh. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 361:1. Na denggan situtu do
Na denggan situtu do mamuji Debata, Jahowa natumimbo
na sai tongtong basa. Denggan do paboahon, manogot asiMi.
Bodari mangendehon burjuM nang sintongMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM KASIH TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Hakim-hakim 10:6-16.
Malam : 1 Korintus 12:27-31.

03. Renungan: Ayub 10:12.
Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaanMu menjaga nyawaku

Tuhan adalah pencipta alam semesta. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia dan Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan Dia bisa ada untukmu. Jika kau memilih Dia untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia memberitahu kita bahwa Dia bisa menjadi “tempat perlindungan dan kekuatan”, pertolongan yang selalu ada dalam masa-masa sulit. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian. Firman Tuhan berkata, TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus memberitahu pengikutNya kata-kata yang melegakan ini: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan saudara, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah saudara takut, karena saudara lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Jika saudara bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Dia akan mengasihimu seperti yang orang lain tidak pernah lakukan, dan sesungguhnya tidak ada orang yang mampu memberikan kasih seperti itu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SATU TUHAN DALAM TIGA PRIBADI


Minggu III Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

Topik:
Taat kepada Allah Pencipta, Pemilik, dan penguasa segala sesuatu
(Mangoloi Debata sitompa nasa na adong)

Warna Tutup Altar : Hijau (Naratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih

Tuhan memberi pertumbuhan dan memelihara umatNya
Ev. Kisah Para Rasul 17:22-30 Ep. Yesaya 50:7-10

SATU TUHAN DALAM TIGA PRIBADI
Berikut ini adalah Dogma tentang Tritunggal Maha Kudus menurut Katekismus Gereja Lutheran, yang telah berakar dari jaman jemaat awal: Tritunggal adalah Allah yang satu. Pribadi ini tidak membagi-bagi ke-Allahan seolah masing-masing menjadi sepertiga, namun mereka adalah ‘sepenuhnya dan seluruhnya’. Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa; dan Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah dengan kodrat yang sama. Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada di dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada di dalam Bapa, dan seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus ada seluruhnya di dalam Bapa, dan seluruhnya di dalam Putera. Ketiga Pribadi ini berbeda secara real satu sama lain, yaitu di dalam hal hubungan asalnya: yaitu Allah Bapa yang ‘melahirkan’, Allah Putera yang dilahirkan, Roh Kudus yang dihembuskan. Ketiga Pribadi ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Perbedaan dalam hal asal tersebut tidak membagi kesatuan ilahi, namun malah menunjukkan hubungan timbal balik antar Pribadi Allah tersebut. Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya. Hakekat mereka adalah satu, yaitu Allah.

EBEN HAEZER


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 457:1. “Ya Tuhan tiap jam”
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri
sejahtera penuh. Setiap jam, ya Tuhan, di Kau kuperlukan;
ku datang Jurus’lamat, berkatilah

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 12:12-17.
Malam : 1 Korintus 12:12-26.

03. Renungan: 1 Samuel 7:12.
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini Tuhan menolong kita”.

Eben-Haezer berarti Batu Pertolongan. Nama itu merupakan nama sebuah batu yang didirikan Samuel antara Mizpa dan Yesana, sebagai peringatan bagi bangsa Israel, bahwa Tuhan telah menolong mereka dari berbagai bencana dan penderitaan. Ada beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya: (1) Dua puluh tahun sebelumnya di tempat itu Israel dikalahkan. (2) Hofni dan Phineas, para imam Tuhan, dibunuh di tanah itu, orang-orang Filistin menang atas bangsa Israel dan tabut Tuhan diambil. (3) Bangsa Israel kalah karena mereka tidak lagi mengindahkan Tuhan dan mereka sudah menyembah para Baal dan Asytoret. Bangsa Israel memiliki artifek batu yang lainnya, seperti: saat Nuh keluar dari Bahtera, saat bangsa Israel keluar dari Sungai Yordan yang dipimpin oleh Yosua, Yakub yang mendirikan mezbah, Abraham juga dan sebagainya. Eben-Haezer menjadi sebuah tempat ratapan untuk berdoa, bertobat, dan melihat Tuhan kembali memberkati mereka. Tempat itu juga menjadi tempat perjanjian yang diperbaharui. Allah seolah-olah bertindak sebagai penjaga menara pengawas kehidupan umat baik peristiwa yang sedang terjadi, dulu dan yang akan datang. Benda-benda itu mengingatkan kehidupan masa sekarang ini bahwa Tuhan pernah menolong dan sangat setia mengasihi bangsa Israel. Eben-Haezer menolong kita orang percaya bahwa Tuhan itu Mahakuasa dan Mahasetia mendorong kita untuk setia kepadanya, tidak takut kepada setiap tantangan dan masalah yang datang. Eben-Haezer lainnya bagi saudara sendiri, bisa beragam seperti momen, benda, kenangan dan sebagainya, yang menjadi titik untuk mengingat kasih setia Tuhan. Pengalaman masa lalu bersama Tuhan itu menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap setia kepada Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 197:1-2 Na marmahani hita
Na marmahani hita, Parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, Silehon tua i. Silehon tua i.
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan, na lilu do sude, na lilu do sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PUJILAH TUHAN YANG MEMELIHARA KEHIDUPAN KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini, hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Zakaria 2:1-5.
Malam : 1 Korintus 12:1-3.

03. Renungan: Mazmur 65:10.
Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya

Tuhan adalah Allah yang melimpahi bumi ini dengan segala kekayaannya. Dia memberikan musim, menyediakan alam semesta dengan segala kekayaannya, dan juga hikmat kepada manusia untuk mengolahnya sedemikian rupa sehingga semuanya dikelola dengan baik dan maksimal untuk kemuliaan Tuhan dan memenuhi kebutuhan umat manusia. Pemazmur memuji Tuhan Allah yang memelihara kehidupan manusia. Dia sebagai Allah ternyata sangat peduli terhadap keberlangsungan alam semesta ini dengan memperhatikan segala sesuatunya dengan begitu teliti. Sudah selayaknya kita bersyukur atas semuanya itu. Saudara, selain itu, teks ini juga memberi makna religius bahwa Allah mencurahkan Roh Kudus untuk memberikan pembaharuan dan kehidupan spiritual umat manusia. Kehidupan rohani kita yang kering dan gersang menjadi segar dan sehat dengan anugerah-Nya yaitu Roh Kudus. Dia juga mengaruniakan karunia-karunia Roh dan talenta-talenta buat kita untuk bisa mengelola dan mengerjakan keselamatan itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Sudah selayaknya kita memuji nama Tuhan Allah atas semua karya Tuhan yang besar itu. Namun, Dia selalu meminta respon dari kita sebagai partner Allah untuk mengelola apa yang diberikan Tuhan, menjaganya dan mengembangkannya. Untuk itu dibutuhkan sikap ketekunan, gigih, setia, dan bergantung selalu kepada Tuhan Allah, bukan sikap malas, tidak peduli, boros dan tamak. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.