DATANG DAN PERGI TIDAK BAWA APA-APA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti
Ajar aku madah indah, gita balai sorgamu
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 9:24-27.
Malam : Yeremia 18:1-12.

03. Renungan: 1 Timotius 6:7.
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Ayat Renungan diatas merupakan bagian nasehat dari Rasul Paulus kepada calon penerusnya yaitu Timotius tentang kekayaan (1 Timotius 6:6-10), untuk menghadapi situasi lingkungan kebanyakan masyarakat Efesus saat itu yang mendewakan uang dan memburu kekayaan sebagai tujuan hidupnya, sehingga banyak diantara mereka mendapat kedukaan dan penderitaan. Situasi Efesus tersebut ternyata masih terjadi sampai saat ini, malah lebih canggih tipu muslihat yang dilakukan orang untuk mendapatkan harta dengan menghalalkan segala cara. Firman hari ini mengingatkan kita dengan sangat keras bahwa ‘kita tidak pernah membawa harta ke dunia ini dan juga tidak pernah membawa harta ketika maut menjemput kita’. Artinya semua harta yang kita miliki saat ini adalah suatu titipan daripada Tuhan untuk kita kelola dengan bijaksana supaya mendatangkan hal-hal yang baik dan berkat bagi sesama sehingga Nama Tuhan semakin dipermuliakan. Berarti alangkah malangnya jika ada seorang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus masih merasakan kepahitan kemiskinan dalam hidupnya, yang siang malam banting tulang mencari harta untuk memuaskan keinginan duniawinya semata, untuk supaya dihormati dan dipuji orang lain, untuk mebuat dirinya aman dan nyaman dengan harta dan tabungan uang yang berlimpah. Karena kalau itu yang dilakukan, maka penderitaan dan kedukaan lah yang didapatkannya sepanjang hidupnya di dunia ini dan kematian abadi diraihnya setelah kehidupan di dunia ini. Untuk itu marilah saudara terkasih untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dan kita manfaatkan talenta dan berkat yang kita terima dari Tuhan demi kemuliaan Nama Tuhan semata. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa Kami-Amin

ORA ET LABORA


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaa Firman
Pagi : Yakobus 3:1-12.
Malam : Yeremia 14:19-15:9.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 3:1.
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke bait Allah.

Kisah Rasul 3: ini menunjukkan ketaatan Rasul Petrus, Yohannes dan setiap orang percaya dalam pelayanan. Setelah mereka berdoa, kemudian pada ayat 6 dikatakan Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh sejak kecil, orang itu pun sembuh dalam kuasa Yesus. Kualitas pelayanan mereka sangat baik, dan mereka mempraktekkan berdoa dan bekerja (ora et labora). Apa implikasi renungan hari ini untuk kita? Ada beberapa prinsip penting yang perlu kita contoh dalam kehidupan Petrus dan Yohannes yaitu :

1) berdoa telah menjadi gaya hidup Petrus dan Yohannes yang terintegrasi dengan pekerjaan mereka ,

2) doa yang dilakukan secara teratur dan sungguh-sungguh telah memberikan energi supra-natural dalam pelayanan, yaitu menyembuhkan orang yang sudah lumpuh 40 tahun.

3) disiplin doa mengakibatkan pelayanan mereka makin produktif dan terus memuliakan Tuhan.

Melalui renungan hari ini kita dimotivasi agar dalam merencanakan, melaksanakan tugas dan tanggungjawab hendaknya selalu mengandalkan Tuhan; hal itu didukung dengan disiplin doa. Gereja atau keluarga yang mau maju adalah gereja dan keluarga membangun dirinya dengan doa. Menjalani masa-masa krisis sosial, ekonomi saat ini, kita diajak untuk saling menolong, baik berupa uang, tenaga, pemikiran, tenaga, dll sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Benar kata Firman Tuhan : “Doa orang benar, jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. (Yak 5:16b). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho. Sion tu banua ginjang,
nang satongkin unang so. Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TETAP MENGUCAP SYUKUR


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 19 : 1 . “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia,
Kau kukasihi, Kau junjunganku, bahagiaku yang baka.

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Efesus 4:1-6.
Malam : 1 Timotius 3:14-16.

03. Renungan: 1 Tesalonika 5:18.
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Bersyukur bukanlah sekedar doa sebelum makan; mengucap syukur adalah cara hidup. Kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan atas hal-hal sederhana, seperti: angin sepoi-sepoi, pepohonan, sinar matahari, kaki untuk berjalan, juga mata untuk melihat. Rasa syukur kita atas hal-hal sederhana ini adalah disiplin spiritual. Akan tetapi, sayangnya kita dapat dengan mudah mengabaikan ini. Chuck Swindoll, seorang pendeta yang cukup dikenal di Amerika berkata bahwa mengucap syukur adalah sebuah keputusan yang harus diambil seseorang, dan keputusan ini membutuhkan usaha. Allah menciptakan kita untuk menghidupi kehidupan yang penuh syukur. Paulus dalam tulisannya di 1 Tesalonika 5 memanggil orang-orang percaya untuk mengucap syukur dalam segala keadaan. Panggilan ini bukan sekedar gagasan untuk menolong diri sendiri. Paulus tahu bahwa rasa syukur memiliki dampak yang besar untuk jiwa kita. Secara psikologis maupun spiritual, rasa syukur dapat mengurangi stres, kegelisahan, dan juga kekhawatiran. Perlu belajar, dan melatih diri untuk menjalani kehidupan yang penuh rasa syukur untuk menghilangkan kekhawatiran, ketakutan, dan kegelisahan. Tuhan sendiri mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

PENGHIBUR YANG SETIA


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini, hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa tunduklah menghadap Dia
Marilah, umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Efesus 1:3-14.
Malam : Yohanes 5:17-23.

03. Renungan: Mazmur 94:19.
Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku

Siapapun pasti pernah mengalami masalah dalam hidupnya. Masalah dalam studi, rumah tangga, pekerjaan atau mungkin dalam pelayanan. Sesungguhnya kita tidak diciptakan untuk mengalami masalah. Beberapa di antara kita mampu mengatasi masalah tetapi tidak pernah menemukan ‘akar’ Masalah itu. Pada saat kita terbebani masalah yang besar dan ketidak mampuan kita menyelesaikan berbagi persoalan dalam kehidupan ini hendaklah kita selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita, berpengharapan kepada Tuhan, karena DIA adalah sumber kekuatan dan penghiburan yang tidak pernah musnah sebab kebaikan Allah bagi kita abadi. Pengharapan dan penghiburan yang datangnya dari Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk memampukan kita menghadapi kesulitan.

Tuhan tidak pernah berdiam diri ketika umatNya menderita karena tertindas atau tertekan dalam pekerjaannya Tuhan sanggup membela kita karena Dialah pencipta yang berdaulat atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, Tuhan selalu mengharapkan agar kita melihat penderitaan itu dari sudut pandang Iman Kristen sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya sendirian dalam menghadapi masalah. Untuk itulah kita tidak perlu takut menghadapi musuh tetapi kita perlu setia kepada Tuhan karena Tuhan selalu menuntut kesetian kita padaNya sebab Dialah penghibur hidup kita yang setia dalam kehidupan kita. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tuhan kekuatan di tengah pergumulan


Minggu VII Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

Topik: Tuhan kekuatan di tengah pergumulan
(Debata do hagogoon di ganup parungkilon)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na ratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih
Yesus memberi pertumbuhan dan memelihara umatNya

Ev. Habakuk 3:14-19.
Ep. 1 Tesalonika 4:13-18.

HUKUM TABUR-TUAI
Alkitab banyak menuliskan mengenai hukum tabur tuai. “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam” (Kejadian 8:22).”Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung” (Hosea 87a). “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (II Korintus 9:6). Contohnya dalam kisah Haman dalam Ester 5:14 di mana dia menyuruh orang untuk mendirikan tiang gantungan. Tujuannya adalah untuk menggantung Mordekhai yang tidak menghormati dia. Tetapi apa yang terjadi, justru jauh dari apa yang diperkirakan Haman sebelumnya. Tiang gantungan itu didirikan bukan untuk Mordekhai, malah bagi dirinya sendiri. Akhirnya, Haman mati digantung oleh tiang gantungan yang dibuatnya sendiri. Seringkali orang beranggapan keliru. Dia melakukan perbuatan baik di masa hidupnya tidak hanya dimaksudkan untuk memperoleh balasan berbuat baik dari orang lain. Seorang Kristen melakukan perbuatan baik itu merupakan ungkapan terimakasihnya karena dia sudah mendapatkan anugerah keselamatan yang sudah diberikan Tuhan Yesus. Di mana segala dosa dan pelanggaran hidupnya dihapuskan oleh kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Hukum tabur tuai ini akan berakhir pada saat seseorang tersebut meninggal dunia. Segala perbuatannya, entah baik atau jahat, berhenti di sini. Sebab orang Kristen tidak mengenal adanya reinkarnasi. Yang ada adalah kebangkitan kekal.

CURAHKAN ISI HATIMU PADA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.413:1. “Tuhan, pimpin anakMu”
Tuhan, pimpin anakMu, agar tidak tersesat. Akan jauhlah seteru,
bila Kau tetap dekat. Tuhan, pimpin! Arus hidup menderas,
agar jangan kusesat, pegang tanganku erat.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Timotius 3:14-17.
Malam : Yehezkiel 2:1-10.

03. Renungan: 1 Samuel 1:15.
Tetapi Hana menjawab: “Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur atau pun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku dihadapan Tuhan.

Hana adalah istri kedua dari Elkana. Ia tidak memilik anak atau mandul. Karena kemandulannya ia merasakan tekanan yang amat berat, baik dari masyarakat, terlebih dari Penina, madunya. Namun demikian, ditengah ketidak berdayaan dan tantangan, ia terus berusaha dengan berdoa. Ia menyerahkan persoalan yang dihadapinya kepada Tuhan. Hana berdoa dengan tulus dan sungguh-sungguh kepada Tuhan. Dalam doanya ia sangat konsentrasi dan bernazar kepada Tuhan. Sebagaimana nazarnya kepada Tuhan, ia menyerahkan anaknya Samuel kepada Tuhan.

Melalui Firman hari ini kita dingatkan, Sekalipun Tuhan mengijinkan kita mengalami masalah dalam kehidupan, jangan menyerah. Tetap berdoa dan andalkan Tuhan, nantikan dengan setia, sampai Tuhan menyatakan pertolongan-Nya. Nats ini juga mengajarkan untuk berani meminta, memberikan yang terbaik dan yang paling berharga yang kita miliki kepada Tuhan, sebagaimana Hana memberikan anaknya kepada Tuhan. Kita belajar bahwa kalau kita mau berkomitmen memberikan yang terbaik kepada Tuhan, maka Tuhan akan melipat gandakan berkat-Nya kepada Kita. Mari kita meneladani kehidupan Hana yang tidak mudah menyerah, meski orang lain sudah menyerah. Selalu mengingat Tuhan dalam masalah apa pun. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:3. Sai tiop ma tanganku
Ianggo hasusaan godang do i, alai panghilalaan sonang do i.
Na tiur do rohangku nangpe holom, ni ida ni matangku di tano on.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSIHKAN HATI KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 10:1-2.
Malam : 1 Korintus 9:1-12.

03. Renungan: Yeremia 4:3.
Sebab beginilah firman TUHAN kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem: “Bukalah bagimu tanah baru, dan janganlah menabur di tempat duri tumbuh”.

Pada masa dahulu, normalnya seorang petani apabila mau bercocok tanam pada musim tanam yang baru maka dia harus membersihkan terlebih dahulu tanah yang akan ditanami. Petani akan membuang segala yang menghalangi dan membakar semak-semak agar bersih dan kemudian mulai menanam. Setelah bebarapa waktu kemudian apabila dirasa tanah sudah tidak subur maka petani tersebut berpindah dan membuka lahan yang baru dan tanah yang lama tidak diurus dan akan tumbuh semak berduri serta gersang.

Demikian juga dengan diri kita apabila lama tidak tersentuh oleh firman Tuhan maka akan menjadi keras, akan banyak ilalang dan semak belukar serta duri. Sebaik apapun bibit atau benih yang disebarkan dan ditanamkan dalam diri kita tidak akan menghasilkan buah yang baik, tidak akan ada tuaian sebab benih tersebut akan mati seperti tertulis dalam Lukas 8:6-7 “Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.” Untuk itulah Nabi Yeremia menyerukan agar umat pilihan Tuhan tidak lagi melakukan dosa. Demikianlah Allah menghendaki supaya kita membersihkan diri dari dosa agar Firman Tuhan bertumbuh dalam kehidupan kita. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin