KEPASTIAN IMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yunus 4:1-11.
 Malam : Roma 8:8-17.

03. Renungan: Markus 9:24.
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Ayat ini dilatarbelakangi oleh adanya seorang anak yang kerasukan roh jahat, anak itu sampai tuli dan bisu. Ketika roh jahat menyerang, anak itu dibantingkannya ke tanah, mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya kejang. Saat Kristus datang, ia semakin marah, berteriak-teriak dan membuat anak itu kesakitan, mengoncang-goncangkannya dengan hebat, sampai anak itu kelihatan seperti orang mati. Pada saat itulah ayah anak itu berteriak : “Tuhan, aku percaya. Aku yakin sepenuhnya akan kuasa, maupun akan belas kasihan-Mu. Kesembuhan anakku tidak terhalang oleh kelemahan imanku ini.” Ia juga berdoa mohon karunia yang memampukan dia agar bisa berpegang teguh pada kepastian iman yang dimilikinya dan kerelaan Kristus untuk menyelamatkan, “Tolonglah aku yang tidak percaya ini.” Ungkapan ayah anak malang di atas, menunjukkan bahwa ia begitu yakin bahwa Yesus akan mampu menyembuhkan anaknya, meskipun ia menyadari imannya lemah. Kita yang sudah menjadi pengikut dan percaya kepada Kristus, sering belum yakin dengan iman kita dan belum begitu tulus bergantung pada Firman-Nya itu. Dalam hidup ini, iman kita sering kali tercampur dengan keraguan. Akan tetapi, tidaklah berarti bahwa Kristus tidak akan menanggapi permohonan kita, karena Ia memahami serta menaruh kasihan kepada kelemahan kita (Ibr 4:15). Kita harus mengakui kelemahan iman kita, serta berdoa agar Ia akan memberikan iman yang teguh kepada kita dan selalu mendekatkan diri kepadaNya. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KASIH TANPA BATAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 51:1-11
 Malam : Roma 1:1-7

03. Renungan: Zakaria 7:9.
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!

Mungkin kita masih ingat kisah orang Samaria yang murah hati. Kisah ini tidaklah asing lagi bagi kita, menceritakan tentang seseorang yang dirampok dan dianiaya dalam perjalanan dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat. Ada imam yang lewat namun tidak berbuat apa-apa malah menyingkir ke seberang jalan, kemudian ada orang Lewi yang berlaku sama. Tetapi selanjutnya lewatlah orang Samaria disana. Sebagai catatan, orang Samaria bukanlah orang yang terhormat bagi bangsa Yahudi ketika itu. Sejarah panjang antara orang Yahudi dan Samaria membuat mereka memandang negatif satu sama lain. Alkitab pun mencatatnya seperti ini: “Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.” (Yoh 4:9). Tetapi ternyata orang Samaria ini menunjukkan yang tulus. “Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.” (Luk 10:34). Ia pun kemudian membayar sepenuhnya penginapan dan biaya perawatannya. Itulah gambaran yang begitu indah akan suara hati Tuhan mengenai bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap sesama manusia. Tidak dikatakan bahwa kita hanya wajib membantu yang satu kepercayaan saja, tetapi yang disebut dengan sesama manusia adalah semua manusia lainnya tanpa terkecuali. Bahkan musuh atau orang yang jahat kepada kita sekalipun, mereka juga sesama manusia, dan mereka juga wajib untuk kita kasihi, Karena Kekristenan tidak mengenal sekat dan batas dalam mengasihi. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERTOBATAN SEJATI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 1:16-20.
 Malam : Markus 11:20-26

03. Renungan: Yoel 2:13.
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyanyang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Pertobatan yang sejati adalah perubahan sikap hidup yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. Pertobatan yang sungguh digambarkan dengan bahasa simbolis, yakni: “Hati Yang Terkoyak”. Maksudnya ialah umat dengan sungguh menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi; mereka siap untuk berubah. Jika hal ini telah diwujudkan maka seluruh hidup mereka akan diberkati, Demikianlah nabi Yoel berusaha membangun kesadaran umat agar mereka terhindar dari hukuman yang amat berat. Paulus menyampaikan pesan moral kepada Jemaat di Korintus ia menyampaikan pesan ini: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Kor. 5:16)”. Pesan-pesan moral yang disampaikan nabi Yoel, tentu memberi warna tersendiri bagi seluruh warga Jemaat HKBP dalam memasuki tahun Zending tahun 2020. Harapan kita bahwa karakter hidup sebagai manusia baru nyata dari pertobatan yang sejati, itu benar-benar mewarnai setiap langkah kita dalam menapaki hidup, sehingga kita akan menjadi pola yang ideal (sebuah patron) atau teladan yang baik bagi masyarakat. Kehadiran orang kristen adalah kehadiran yang membawa berkat bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Karena itu “koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan Allahmu sebab IA pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan IA menyesal karena hukumanNya (Yoel. 2:13)” Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin

PENDERITAAN DAN KEMULIAAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Raja-raja 19:9-18.
 Malam : Roma 11:1-6.

03. Renungan: 2 Korintus 4:17.
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Penderitaan yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus di dalam nas ini berbicara mengenai perjuangan yang berat untuk mempertahankan iman di dalam Kristus Yesus. Seperti diketahui bahwa jemaat mula-mula mengalami begitu banyak penderitaan dalam mempertahankan iman kepada Kristus. Orang-orang Kristen pada saat itu ditangkap dan dijadikan sebagai bahan tontonan melawan binatang buas di arena pertunjukkan. Ada yang disiksa dan dibunuh dengan keji. Betapa menyedihkan nasib umat Tuhan pada saat itu. Rasul Paulus menguatkan mereka dan mengatakan bahwa penderitaan yang mereka alami tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada umat Tuhan. Inilah yang menjadi bahan renungan kita bersama mengapa ada begitu banyak saksi Injil harus menderita dan mengalami begitu banyak perjuangan di dalam dunia ini. Kita adalah anak-anak Kerajaan Sorga yang tidak disukai oleh anak-anak kegelapan. Kita akan selalu dibenci dan dibenci serta harus dilenyapkan dari muka bumi ini sampai akhir jaman tiba. Penderitaan yang kita alami saat ini beraneka ragam. Mungkin kita dibenci oleh orang lain karena iman kepada Kristus, mungkin masalah rumah tangga, masalah anak, masalah karir, masalah pekerjaan dan lain sebagainya. Namun, percayalah, bahwa penderitaan yang kita alami sekarang ini tidak akan sebanding dengan kemuliaan yang akan kita terima pada akhir zaman. Tetaplah bertahan dalam perjuangan yang penuh dengan penderitaan akan memperoleh hidup kekal dan tidak akan mengalami penderitaan yang kedua. Oleh karena itu, seberapa berat pun penderitaan yang dialami, tetaplah bertahan dalam iman kepada Yesus Kristus, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP BERSAMA TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
 Pagi : Mazmur 78:17-20.
 Malam : Kisah Para Rasul 7:30-34.

03. Renungan: Keluaran 3:6.
Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Isak, dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Musa adalah seorang tokoh Alkitab yang setia mengikut perintah Allah untuk memimpin bangsa Israel. Musa memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Hal ini nampak dalam peristiwa yang tertulis dalam Keluaran 33:11: “Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya;….” Relasi Musa dengan Tuhan kedekatan Musa dengan Tuhan membuat Musa dalam kepemimpinannya memancarkan kemuliaan Tuhan. Dalam nas ini Israel melihat Israel melihat muka Musa bercahaya mereka melihat kemuliaan Allah dan inilah yag membuat mereka takut. Kemuliaan Tuhan didapat dari keintiman relasi dengan Tuhan bukan dengan kegiatan-kegiatan rohani. Dalam Keluaran 34:28-29 Musa bersama TUHAN empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman. Dan ketika Musa turun dari gunung Sinai kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Bersama dengan Tuhan dan berpuasa menunjukkan keintiman yang luar biasa sehingga wajahnya bersinar memancarkan kemuliaan Tuhan. Selama itu Musa hanya mendengarkan perintah Tuhan. Jemaat sekalian, bagaimana dengan kita? Apakah kita dekat dengan Tuhan? Seberapa sering kita berdiam diri dihadapan Tuhan mendengarka suaraNya? Seberapa sering kita membaca dan merenungkan Firman Tuhan? Relasi kita dengan Tuhan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENYEMBAH DENGAN KEKUDUSAN


Saat Teduh……………….

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Raja-raja 21:20-29.
 Malam : Markus 9:9-13.

03. Renungan: Mazmur 99:9.
Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!

Dalam Nas ini kita menemukan tiga keberadaan Tuhan: Pertama, Tuhan, Raja yang besar (ay.1-3); yang bersemayam di atas kerub-kerub. Dia mahabesar di Sion dan tinggi luhur mengatasi segala bangsa. Kedua, Tuhan, Pencinta Hukum (ay.4-5); sebagai Raja, Tuhan itu mencintai hukum dengan menegakkan kebenaran dan melakukan hukum dan keadilan; dan yang ke tiga, Tuhan, Pendengar doa dan pewahyu. Tuhan tidak berhenti menyatakan kekudusanNya melalui orang-orang pilihanNya.
Dahulu Dia berbicara kepada mereka dalam tiang awan, tetapi sekarang Dia berbicara kepada kita melalui Yesus Kristus, Yang Kudus dari Allah (Yoh.6:69). Dalam Kristus, Allah menyatakan kekudusan-Nya dan puncak penyataan itu adalah salib. Keberadaan Tuhan menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalani hidup; sebagai Raja, Dia adalah Raja yang bijaksana memimpin kita umatNya, Dia mencintai hukum kebenaran dan keadilan yang akan dinyatakan dalam hidup kita dan Dia akan mendengar doa dan permohonan kita. Bagaimanakan kita meninggikan Tuhan dalam hidup kita? Hanya denga meneladi Yesus Kristus yaitu taat dan setia kepada Allah, kesukaan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa-Nya; demikianlah kita dalam hidup kita di dunia ini memiliki ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan dan kesukaan kita adalah melakukan kehendak Tuhan. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERJUANG MELAWAN DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 19:9b-25.
 Malam : Heber 11:23-28.

03. Renungan: Wahyu 21:8.
Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

Seluruh isi Alkitab mengisahkan penggenapan rencana keselamatan Allah karena dosa kita. Maka, Wahyu 21-22 salasaau dosa, penderitaan, kematian, melainkan jauh melampaui itu. Perikop hari ini memperlihatkan pada bentuk simbolis, langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang pertama sudah tiada. Laut, yang melambangkan kuasa kekacauan pasti tidak ada lagi! Allah beserta dengan semua manusia yang percaya dan menyembah-Nya. Takkan ada lagi air mata, dukacita, dan perkabun. Perikop ini juga mendaftarkan siapa-siapa saja yang bukan warga Negara surga. Ini bukan daftar yang lengkap, tetapi mewakili semua orang yang bukan pengikut Kristus sejati. Mereka ialah orang-orang yang selama masa sebelum kedatangan Kristus kedua kali memilih tetap loyal pada tritunggal palsu, sehingga merekalah yang menjadi penghuni lautan api yang kekal. Kapan langit dan bumi baru akan tiba, tidak seorang pun yang tahu, hanya Allah Bapa yang tahu. Akan tetapi, kita tahu bahwa Dia yang setia, mati karena dosa kita, Marilah kita belajar terus menerus untuk setia sampai akhir, dan membawa kita ke surga, di mana kehadiran-Nya dihormati dan dimuliakan. Apakah dara sudah memastikan diri sebagai umat-Nya yang ditebus? Bila hari ini Kristus datanglah dan nikmati kehadiran Allah di bumi dan langit-Nya yang baru?

04. Berdoa

05. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

06. Doa Penutup.