PESAN PASKAH


PASKAH PERTAMA
(Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus)

Topik: Huaso ni Haheheon ni Jesus
(Kuasa Kebangkitan Yesus)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna Kasih

Ev. Matius 28:1-10
Ep. Yohanes 11:25-27.

PESAN PASKAH
Marilah kita hayati Pesan Paskah hari ini:
1. Paskah adalah pusat pemberitaan dan inti iman kekristenan
2. Paskah mengatakan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya
3. Kalau Kristus tidak bangkit maka tidak ada kebangkitan orang mati
4. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah iman kamu
5. Hutang dosa telah dibayar mahal, bukan dengan uang dan harta tetapi darah Yesus yang kudus
6. Oleh karena satu orang (Adam), manusia mati selama-lamanya tetapi oleh karena satu orang (Kristus) maka manusia hidup untuk selama-lamanya
7. Peristiwa Paskah mengatakan bahwa jaman baru telah dimulai: Jaman Penuh pengharapan, sukacita dan damai sejahtera
8. Paskah memperjelas Tujuan Hidup orang kristen
– Bersama Kristus dalam Kehidupan
– Bersama Kristus dalam Kematian
– Bersama Kristus dalam Kebangkitan

MERATAP KARENA DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 14:10-31
 Malam : Yohanes 19:38-42

03. Renungan: Ratapan 3:6.
Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati

Tuhan Jesus merupakan guru Agung karena Dia mengajar tidak dibatasi waktu dan tempat serta memberikan pengajaran pada muridNya dan pengikutNya sering dengan mempergunakan perumpamaan. Kalau kita lihat nats diatas memang sangat sulit untuk dipahami karena orang yang tidak punya malah diambil, tapi maksud dari perumpaan ini yaitu berkaitan dengan talenta dan kemampuan untuk mengerti tentang ajaran Tuhan Jesus. Kita harus mampu menempatkan posisi yang benar tentang talenta yang kita miliki sama seperti pelita dalam ayat 21, dengan menempatkan posis yang benar mampu menyinari sekitarnya demikian juga terhadap talenta yang kita miliki harus disalurkan sehingga talenta yang kita miliki akan semakin bertumbah dan berkembang sementara jika talenta yang kita miliki tidak disalurkan maka telenta kita akan semakin kerdil dan diambil oleh pemberi talenta (baca Matius 25:14-29). Hidup kita harus menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang kita miliki. Dalam Kisah Para Rasul 20:35b….lebih berbahagia memberi daripada menerima. Allah pasti senang kalau kita memberi dengan sukarela Pecayalah apabila kita sudah hidup di dalam Tuhan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Ia akan memberikan berkatNya kepada kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

MAKNA SALIB


JUMAT AGUNG
(Peringatan Kematian Yesus)

Topik: Pengorbanan Yesus yang menyelamatkan
(Panghophopon ni Jesus na paluahon)

Warna Tutup Altar : Na birong (hitam)
Warna Kasih

Ev. Matius 27:45-56
Ep. Ibrani 10:19-29.

MAKNA SALIB

A. Dilihat dari Pihak Allah
Allah menggantikan kita dengan memberikan Yesus untuk menanggung hukuman akibat dosa (2 Kor 5:21). Alkitab mencatat bahwa Yesus : dihina, dicemooh, dinista, direndahkan, dihujat, dijadikan terkutuk, dibuat jadi dosa kita harus melihat diri kita disitu (Mat 27:31, Luk 22:63-65). Allah mengampuni kita (Ef 1:7), Allah menebus kita (Kol 1:14), dan Allah membenarkan kita (Rom 3:24). Dengan kata lain, Allah adalah Allah Yang Maha Kudus, Ia rela jadi dosa agar kita dikuduskan; Allah Yang Maha Mulia rela jadi hina, agar kita jadi mulia, Ia rela jadi kutuk agar kita diberkati; Ia Allah Yang Maha Tinggi rela jadi rendah agar kita ditinggikan.

B. Dilihat dari pihak manusia.
1). Menyangkal diri: Menyangkal diri dimulai dari kesadaran bahwa hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20). 2). Memikul Salib. Salib bukanlah yang kita cari, tetapi Tuhan memberikan salib kepada kita untuk dipikul. Salib adalah menanggung penderitaan bukan karena kesalahan sendiri, tetapi menanggung penderitaan karena nama Tuhan. Salib adalah jalan kematian, tidak ada jalan balik. Jadi ketika Tuhan memanggil kita dan kita mau mengikut Dia, sejak saat itu kita sedang berada di jalan kematian.