GEMBALA sering disebutkan dalam Alkitab, mulai dari buku yang pertama, Kejadian, sampai buku yang terakhir, Penyingkapan, atau Wahyu. (Kej 4:2; Why 12:5) Tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, dan Raja Daud, adalah gembala. Sang pemazmur Daud dengan indah melukiskan tanggung jawab dan kekhawatiran seorang gembala yang baik dan sebuah mazmur yang bisa jadi ditulis oleh Asaf menyebut Daud sebagai gembala atas umat Allah pada zaman dahulu (Mazmur 78:70-72). Gembala yang baik bisa diandalkan, rajin dan berani. Mereka bahkan mempertaruhkan nyawa untuk melindungi kawanan. Maka, tidak mengherankan jika Yesus dan murid-muridnya menganjurkan para pengawas Kristen untuk meniru para gembala (Yoh 21:15-17; Kisah 20:28). Sama seperti gembala yang baik pada zaman Alkitab, para pengawas di sidang jemaat dewasa ini berupaya keras untuk ’menggembalakan kawanan domba Allah yang ada dalam pemeliharaan [mereka], tidak dengan terpaksa, tetapi dengan rela; juga tidak karena mencintai keuntungan yang diperoleh dengan tidak jujur, tetapi dengan penuh semangat’.
Arsip Kategori: Lain-lain
Tata Ibadah Arisan – Bahasa Indonesia
L : Liturgi; J: Jemaat; S: Semua
1. Saat Teduh
2. Bernyanyi KJ No. 340: 1-2 “Hai Bangkit Bagi Yesus”
Hai bangkit bagi Yesus, pahlawan salib-Nya!
Anjungkan panji Raja dan jangan menyerah.
Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.
Hai bangkit bagi Yesus, dengar panggilan-Nya!
Hadapilah tantangan, hari-Nya inilah!
Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g’lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.
3. Invocatio – Doa
L : Di dalam Nama Allah Bapa, dan Nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus, dan dalam Nama Roh Kudus yang menciptakan langit dan bumi.
S : Amin
L : Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
J : Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
L : Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!
J : Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit
L : Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. Haleluya
Marilah kita berdoa: Ya Tuhan Allah kami, kami berkumpul saat ini di tengah-tengah persekutuan dan perkumpulan yang telah Engkau jadikan bagi kami, kami mengucap syukur kepada-Mu sebab sesungguhnya telah kami rasakan tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kami. Tidak ada yang dapat memberikan hal yang begitu besarnya kepada kami, hanya karena kasih dan anugerah-Mulah yang membuat kami dalam keadaan sehat sampai saat ini. Karena itu kami meminta, berikanlah berkat-Mu kepada kami yang berkumpul saat ini di dalam nama Putra-Mu Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.
4. Bernyanyi KJ No. 363: 4 “Bagi Yesus Kuserahkan”
O, betapa mengagumkan!, Maharaja semesta,
mau memanggilku sahabat; aku dilindungi-Nya!
Bagi Yesus semuanya aku dilindungi-Nya!
Bagi Yesus semuanya; aku dilindungi-Nya!
5. Mazmur Pujian. Mazmur 112: 1-9
L : Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
J : Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
L : Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.
J : Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
L: Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
J : Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
L : Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
J : Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
L : Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
Demikian Firman Tuhan. Berbahagialah orang yang mendengar Firman Allah serta memeliharanya
S : Amin.
6. Bernyanyi KJ No. 407: 1 “Tuhan Kau Gembala Kami”
Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami domba-Mu;
b’rilah kami menikmati hikmat pengurbanan-Mu.
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu,
Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu.
7. Renungan
8. Bernyanyi KJ No. 425: 3 “Berkumandang Suara Dari Seberang”
Jangan kita tinggal diam mendengar: “Kirimlah cahyamu!”
Injil Tuhan haruslah kita sebar, “Kirimlah cahyamu!”
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.
9. Doa Syafaat
10. Bernyanyi KJ No. 424: 1 — “Yesus Menginginkan Daku” (Persembahan)
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya,
di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkan-Nya.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
Yesus menginginkan daku menolong orang lain,
manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
Ku mohon Yesus menolong menjaga hatiku,
agar bersih dan bersinar meniru Tuhanku.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus; bersinar, bersinar, aku bersinar terus.
11. Doa Penutup (Doa Bapa Kami – Berkat) Menyanyikan: Amin-Amin-Amin.
Disadur dari Buku Ibadah Harian, Edisi Maret – April 2018
Penyakit Kaki Diabetes
The Center for Disease Control (CDC) telah mengonfirmasi bahwa pada tahun 2014, terdapat 29,1 juta orang, atau 9,1 % warga Amerika Serikat menderita diabetes dan 8,1 juta dari penderita tidak terdiagnosis. Sementara data internasional diabetes (IDF) menunjukkan jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan diperkirakan menempati peringkat ketujuh tertinggi di dunia.
Diabetes memang menciptakan kompleksitas multiorgan yang tinggi. Kondisi buruk akibat gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang tidak terkontrol dengan baik tersebut biasanya menyerang lapisan dalam pembuluh darah dan pada akhirnya menyebabkan komplikasi ke organ atau bagian tubuh tertentu yang dialiri oleh pembuluh darah tersebut. Salah satunya adalah suatu kondisi yang disebut Kaki Diabetes, yang merupakan akibat dari dua komplikasi umum diabetes: berkurangnya aliran darah akibat dari penyempitan pembuluh darah dan kerusakan saraf. Sementara kerusakan saraf menyebabkan berkurangnya sensitivitas pada kaki, berkurangnya aliran darah mengakibatkan pembentukan retakan pada kulit yang menyebabkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan utama, yang banyak terjadi di rumah sakit.
Orang yang didiagnosis dengan kaki diabetes memerlukan antibiotik untuk mengendalikan infeksi. Jika infeksi tidak dapat lagi dikendalikan, kaki yang terserang akan diamputasi untuk mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh. Mengatasi diabetes ketika masih dalam tahap awal adalah jalan terbaik untuk mencegah berkembangnya kaki diabetes. Tindakan ini juga membantu pengobatan kaki untuk mencegah bakteri dan infeksi serta menghindari cidera kaki apapun, karena bahkan luka kecil pun dapat berakibat fatal.
Penyebab Kaki Diabetes
Komplikasi diabetes, seperti neuropati perifer (mati rasa), insufisiensi arteri (aliran darah yang buruk), perlawanan yang terganggu terhadap infeksi, trauma,dan kelainan bentuk kaki, merupakan penyebab umum dari kondisi Kaki Diabetes. Ulkus atau luka yang berbentuk cekungan kaki sering muncul pada telapak di bawah jempol kaki atau tepat di belakang ibujari kaki. Ulkus kaki juga dapat muncul pada samping kaki, penyebab dari ulkus ini biasanya karena penekanan pada telapak kaki yang sudah tidak pas akibat terjadinya perubahan titik tumpu pada pasien pasien dengan kencing manis (sering disebut ulkus pada daerah weight bearing).
Perlu disadari bahwa ulkus kaki perlu diperhatikan, bahkan jika tidak terasa sakit. Cara terbaik adalah melakukan konsultasi pada dokter Anda atau dokter spesialis diabetes untuk mendapatkan perawatan ulkus kaki Anda. Jangan mencoba untuk mengobatinya sendiri karena hal tersebut dapat menyebabkan ulkus kaki memburuk dan menjadi infeksi, yang membuat infeksi kaki semakin sulit ditangani. Seringkali ulkus pada telapak kaki awalnya muncul sebagai kapalan, hal terbaik adalah untuk menangani kapalan dengan benar ketika muncul. Konsultasikan dengn dokter untuk penanganan paripurna dan jangan mencoba mengobati sendiri karena pasien kadang tidak mengetahui bahwa pada saat mencoba mengorek luka tersebut kadar gula darah sedang tinggi sehingga semakin rentan untuk menjadi infeksi yang dapat berkibat fatal.
Selain masalah infeksi yang menjadi masalah pada penderita penyakit kaki diabetes adalah masalah gangguan aliran darah, berdasarkan literature lebih dari 20% penderita kencing manis disertai gangguan pembuluh darah, namun data tersebut adalah data di luar negeri. Berdasarkan pengalaman penulis lebih dari separuh penderita kencing manis yang dating diperiksa juga menderita kelainan pada pembuluh darahnya, yang berpotensi memperberat komplikasi dari kencing manisnya.
Kelaianan pembuluh darah yang sering ditemukan adalah sumbatan pada arteri atau pembuluh nadi yang menyuplai darah pada tungkai bawah dan kaki . Kelainan tersebut dapat berupa sumbatan (oklusi) atau penyempitan (stenosis) yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan penderita luka pada kaki tidak sembuh bahkan yang terburuk penderita dapat kehilangan tungkai atau kakinya. Setiap diabetes memiliki risiko semakin berkembang, yang menjadi alasan mengapa penting untuk sebisa mungkin mengendalikan diabetes. Jika Anda merawat kaki Anda dan menangani masalah secepatnya setelah muncul, risiko kondisi kaki diabetes, infeksi, dan amputasi kaki Anda akan berkurang.
Gejala Utama Kaki Diabetes
Penderita kaki diabetes biasanya datang sudah dalam keadaan yang agak terlambat, seringkali pasien datang sudah dengan luka kaki yang berbau, mengeluarkan nanah bahkan tidak jarang datang dengan jari jari kaki yang sudah menghitam dan mati. Jika pasien sudah datang dalam kondisi ini seorang ahli pembuluh darah dihadapkan hanya pada 2 pilihan kontrol infeksi dan memperbaiki pembuluh darah (revaskularisasi). Dokter akan berusaha meminimalisir kerusakan jaringan dan pembuluh darahnya, namun jika sudah terlambat pilihan terakhir adalah amputasi.
Tindakan-tindakan yang dilakukan ini jarang yang hanya satu kali tindakan, seringkali pasien harus berkali kali masuk ke ruang operasi untuk pembersihan dan mengontrol infeksi dan memperbaiki aliran darahnya sehingga biaya perawatan yang dikeluarkan pun sangat besar.
Pencegahan
“Mencegah lebih baik daripada mengobati,” peribahasa ini sangat cocok diterapkan karena dengan kewaspadaan dan perawatan yang baik penderita penyakit kaki diabetes dapat mengindari terjadinya amputasi. Penderita dapat melakukan beberapa hal, di antaranya: mengontrol kadar gula darah, karena kadar gula darah yang tinggi menyebabkan penderita rentan infeksi. Bagaimana caranya? Penderita dapat mengkonsumsi obat kencing manis dan olahraga teratur, berolahraga secara teratur, makan makanan sehat, dan menghindari merokok dan minuman beralkohol. Semuanya itu dapat meningkatkan peluang Anda untuk terhindar dari kaki diabetes.
Penderita kencing manis adalah pasien yang membutuhkan kesadaran dan ketaatan untuk menjaga kadar gula darahnya seumur hidupnya. Penderita kencing manis jika sudah mulai merasakan baal pada kakinya, maka dia harus lebih berhati-hati dalam hal memilih alas sepatu. Sepatu harus terbuat dari bahan yang empuk dan tidak keras dan jangan menempelkan “koyo” atau penghangat pada kaki, yang ternyata dapat menyebabkan luka bakar pada kaki.
Selain perubahan gaya hidup, Anda juga harus memeriksa kaki Anda setiap hari, terutama jika Anda merasa mati rasa. Luka kecil sangat mudah tidak terlihat (tidak bisa dirasakan), dan ketika tidak ditangani luka ini dapat menyebabkan infeksi. Mencuci dan melembabkan kaki serta menghilangkan mata ikan dan kapalan dengan benar membantu melindungi kaki dari penyebab infeksi. Pengguntingan kuku kaki secara teratur, mengenakan sepatu dan kaus kaki sepanjang waktu, dan memastikan bahwa sepatu yang dipakai tidak terlalu sempit juga akan membuat perbedaan besar. (dr Londung Brisman Sitorus)
Partording Ni Acara Arisan – Bahasa Batak
L : Liturgi; R: Ruas; S: Sude
1. Pangaradeon (saat teduh)
2. Marende BE No. 9: 1+3 “Hupuji Holong Ni RohaMu”
Hupuji holong ni rohaMu, o Tuhan Jesus Rajangki.
Tu Ho hulehon ma tondingku, ai i do pinangidoMi.
Huhalupahon ma diringku, mamingkir holong ni rohaMu.
Huhilala ingkon martuhan, ingkon mangolu au di Ho.
Ndang jumpang au be hangoluan aut unang dipatupa Ho.
Sai Ho do paradiananhu, sai gok di Ho nama langkangku.
3. Invocatio – Tangiang
L : Marhitehite Goar ni Debata Ama dohot Goar ni AnakNa Tuhan Jesus Kristus, dohot Goar ni Tondi Parbadia na tumompa langit dohot tano on.
S : Amen
L : Halleluya! Puji ma Jahowa, hamu ale angka sian banua ginjang, puji hamu Ibana di angka banua ginjang!
R : Puji Ibana, sude hamu ale angka surusuruanna, puji Ibana, sude hamu ale angka paranganna!
L : Puji Ibana, ho ale mata ni ari dohot bulan, puji Ibana, sude hamu ale bintang angka na marsinondang i!
R : Puji Ibana, hamu ale angka langit ni langitan dohot hamu ale aek angka na di atas ni langit!
L : Ingkon pujionnasida ma goar ni Jahowa, ai mandokkon Ibana, jadi tartompa ma nasida. Haleluya
Martangiang ma hita: Ale Tuhan Debata, na marpungu do hami dibagasan punguan na pinajongjongMon, mandok mauliate do rohanami tu Ho ai tongtong do diiringiring Ho hami sahat tu sadari on. Ale Tuhan, ndang adong sipangasahononnami di ngolu on, ia so holan pangurupion dohot panogunoguonMu di hami. Antong, i do na hupangido hami sian Ho di na marsaor hami dohot Ho di partangiangan on, asa urupi jala togutogu hami mandalani ngolunami marhitehite Tuhan Jesus Kristus Tuhannami.
R : Amin
4. Marende BE No. 464 : 1 “Huboan Ma Diringku”
Huboan ma diringku, Tuhan, hibul tu Ho.
Ai au do tinobusMu, umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, dison managam au.
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.
5. Pamujion Tu Debata. Psalmen 112: 1-9
L : Martua ma baoa na mangkabiari Jahowa, na lomo roha situtu di angka patikna!
R : Sangap ma pinomparna i sogot di tano on, dapotan pasupasu ma sundut ni angka partigor sogot.
L : Hamoraon marlobilobi di bagasan jabuna, jala hot do hatigoranna i ro di salelenglelengna.
R: Sai binsar do di partigor i hatiuron di haholomon, sian Ibana pardengganbasa, parasi roha jala na bonar.
L : Mardohar ma baoa na asi roha dohot na pasalihonsa, tarondolhonsa ma angka hatana di paruhuman.
R : Ndang tagamon humordit ibana salelenglelengna, marbarita salelenglelengna do partigor i.
L : Ndang tagamon mabiar ibana binahen ni barita hinamago, nalom do rohana marhaposan tu Jahowa.
R: Marsitiopan do rohana, ndang mabiar ibana, paima idaonna pamaloson tu angka alona i.
L : Manaburi ibana, mangalehon tu angka na pogos, hot do hatigoranna i ro di salelenglelengna, timbul ma tandukna sogot di bagasan hamuliaon.
Ido sahatna. Martua do na tumangihon Hata ni Debata jala na umpeopsa
S : Amen
6. Marende BE No. 25 : 1 “HataMi, Ale Tuhanku”
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i, aha nama haojahan ni haporseaon i ?
7. Renungan
8. Marende BE No. 30 : 2 “Jesus Lehon Hatorangan”
Ganup ari ma ajari Hami na di haotoon i dope.
Asa lam porsea hami Ho sambing do hangoluannami i.
Lam lumeleng, lam pasolhot Tu rohaM ma rohanami.
Hombar tu HataM ma pangalahonami
9. Tangiang Pangondianon.
10. Marende BE No. 716 : 1 … “Di Na Mamolus Sandok Ngoluon” (Pelean)
Di na mamolus sandok ngolu on, gok do na marsak gale.
Boan sinondang tu na holom i asa margogo muse.
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM ma baor ma i.
Ale Tuhan hu patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude.
Sai baritahon Jesus na burju, tuk manesa dosa i,
Asa porsea di Jesus tutu, denggan pambaenmu disi.
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM ma baor ma i.
Ale Tuhan hu patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude.
Ula na denggan tu halak sude, songon binaenNa tu ho,
Ingot urupi luhut na gale, gabe parholong ma ho.
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM ma baor ma i.
Ale Tuhan hu patupa ma au, baen pasupasu tu dongan sude.
11. Tangiang Ale Amanami – Pasupasu – Mangendehon: Amen-Amen-Amen.
Disadur dari Buku Ibadah Harian, Edisi Maret – April 2018
Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya
Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.
Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat, ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam rumah ibadah. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanya an rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.
Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.
Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.
Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan tekhnik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya, meninggalkan dunia ini dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, “Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan.”
Di sana, ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.
Lalu Tuhan berkata, “Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju.” Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.
Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.
Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.
Apa yang kau alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu.
(Hatiku Percaya).
Tergantung Cara Penyampaian
Suatu hari, seorang tukang kayu yang buta huruf menerima sepucuk surat dari anaknya yang tinggal jauh dari mereka.
Karena ia buta huruf, maka ia dengan tergesa-gesa menuju ke penjual daging kenalannya yang mempunyai watak yang keras untuk diminta membacakan surat yang diterima dari anaknya tersebut.
“Ini surat dari puteramu…..
begini bunyinya : Ayah aku sakit dan tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin..”
Surat itu di bacakan dengan keras dan kasar oleh si tukang daging…
Tukang kayu menjadi marah dan berkata: “Dasar anak tak tau diri !!! Memangnya dia siapa memerintah aku ayahnya?.. Jangan kira aku akan mengirimi dia sesenpun.”
Dalam kemarahannya ia kembali kerumah, tapi dalam perjalanan ia bertemu sahabatnya seorang penjahit yang bersuara lembut.
Ia pun bercerita tentang surat tadi.
“Coba kau lihat sendiri surat dari puteraku ini”.
Penjahit itu lalu membaca surat itu dengan suaranya yang lembut…., tenang…. dan jelas.
Tiba-tiba surat itu berbunyi sangat lain dan si Tukang Kayu itu pun menjadi sedih..
“Oh anakku malang… Ia pasti sangat menderita, lebih baik aku segera mengirimnya uang sekarang juga.”
“Pesan sangat tergantung pada cara penyampaiannya..”
Bila kita renungkan, konflik yang terjadi antara pasangan…, sahabat…., rekan kerja… dll, sering bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan NAMUN karena kita tidak dapat mengatur cara kita menyampaikannya..
Ketika kita tidak menyetujui sesuatu lalu kita menyampaikan dengan sikap lebih sabar….ramah…lembut…, maka yang mendengarnya akan mudah menerima dan tidak akan menjadi pertentangan….
“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
( Amsal 15 : 1 )
Kisah Sebuah Benih
Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang, ia tidak tahu akan dibawa kemana, lalu tiba-tiba ia dilemparkan ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.
Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari, kadang gerimis dan kadang hujan deras.
Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”
“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.
“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.
“Ini aku, Benih..”
“Benih?” pria itu melihat pohon raksasa itu. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”
“Benarkah?”
“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”
”Untuk apa mereka datang kesini?”
”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”
Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang. Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.
“Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.
Kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya di masa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.
Ingatlah bahwa hidup anda lebih berharga dari ribuan permata, karena anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal. Hari ini sadarilah, bahwa anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.
