Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Penyertaan Allah bagi orang yang Setia


MINGGU EXAUDI, 02 JUNI 2019
(Daniel 3:21-29)

Pilih yang mana? Mau sembah patung atau mati? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada saudara-saudara, apakah ini akan menjadi pilihan yang sulit bagi saudara untuk memilih satu di antara dua pilihan tersebut? Apa yang anda akan pikirkan jika anda dihadapkan pada situasi yang demikian? Bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung tidak akan menjadi pilihan mereka. Meskipun resikonya adalah tidak hanya sekedar kehilangan jabatan mereka, melainkan juga nyawa mereka. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang kebanyakan orang lakukan. Banyak orang justru rela melakukan apa saja demi mempertahankan nyawa mereka. Bahkan banyak orang rela “menjual” imannya demi sebuah jabatan, pekerjaan, pasangan hidup, uang, kesenangan duniawi, dan lain sebagainya. Dalam situasi yang sangat genting Daniel dan kawan-kawannya menegaskan bahwa, meskipun Tuhan tidak melepaskan mereka dari perapian yang menyala-nyala, menyembah patung tidak akan pernah menjadi pilihan mereka (Dan 3:17-18).

Tentu saja pernyataan ini membuat Raja Nebukadnezar murka terhadap Daniel dan kawan-kawan. Pernyataan Daniel dan kawannya menyentuh kesombongan Nebukadnezar. Patung yang seluruhnya terbuat dari emas adalah wujud dari pemikiran Raja Nebukadnezar mengenai ambisinya. Nebukadnezar menetapkan bahwa patung itu harus disembah, yang tidak mau menyembah maka akan dibakar hidup-hidup. Bagi bangsa-bangsa selain Yahudi yang percaya kepada banyak dewa hal itu bukan masalah. Mudah saja bagi mereka menjadikan patung emas sebagai salah satu dewa yang harus mereka sembah. Namun itu masalah besar bagi Daniel dan kawan-kawan sebab mereka adalah umat Allah. Menyembah patung adalah melanggar hukum Allah. Oleh karena keputusannya itu mereka harus memasuki perapian yang menyala-nyala, yang panasnya ditingkatkan tujuh kali lipat. Secara logika dengan sekejap saja ketiga orang itu akan hangus terbakar. Akan tetapi Tuhan hadir menyertai mereka dan menyatakan kuasa-Nya. Jangankan hangus, ketiga orang itu malah berjalan-jalan di tengah api yang membara disertai seseorang yang rupanya seperti anak dewa. Tuhan hadir dan memberi kedamaian di tengah-tengah perapian. Padahal mereka dimasukkan dengan tubuh terikat (Dan 3:24, 25). Nebukadnezar pun takjub melihat keadaan ini. Selanjutnya, selain nyawa selamat, jabatan tinggi pun mereka terima dari raja (Dan 3:30). Kejadian ini kontras dengan apa yang menimpa orang-orang yang memasukkan Daniel dan kawan-kawan ke dalam perapian. Mereka terbakar dan mati.

Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego meneguhkan kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk kompromi dan menjual iman kita. Betapapun tuntutan zaman dan tekanan kehidupan mendesak kita, kita harus tetap berjalan lurus di dalam iman kepada Kristus. Walaupun nyawa sebagai taruhannya, iman kepada Kristus dan penurutan hukum Tuhan adalah yang utama. “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8: 35). Amin. (Pdt. Riki Simanjuntak

SECOND EASTER TIDE


Exaudi
Exaudi adalah sebuah situasi yang menggambarkan pertemuan-pertemuan yang dilangsungkan oleh para Murid Yesus di Yerusalem. Pesan Yesus sendiri kepada para muridNya adalah agar mereka tinggal dan tetap di Yerusalem, menunggu datangnya Roh Kudus. Selama beberapa hari setelah kenaikan persekutuan tetap dijalankan oleh para Apostel. Doa-doa yang dikumandangkan adalah doa-doa Exaudi. Exaudi berasal dari bahasa Latin, seperti yang tertulis dalam Mazmur 27:7 “audi Domine, exaudi me” yang artinya dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan. Sama seperti Daud yang terus menyuarakan permohonannya agar Allah menolongnya dalam menghadapi pergumulan, demikianlah umat percaya hendaknya menyerukan pertolongan kepada Allah untuk menghadapi pergumulan di dunia ini. Tema sentral minggu Exaudi adalah memohon agar tidak ditinggalkan sendiri. Mazmur 27 mengumandangkan hal yang sama, dalam Mazmur 27:10 dikatakan: “sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku namun Tuhan menyambut aku”. Hal yang sama dikatakan oleh Yesus Kristus dalam Yohannes 14:18 yang berkata: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku dating kembali kepadamu”. Sekalipun exaudi adalah sebuah doa, tetapi bukan berarti sama dengan Rogate. Exaudi lebih menitik beratkan doa kepada permohonan agar tidak ditinggalkan.

Ascension Day


Kenaikan Yesus Kristus

Topik: Yesus Ditinggikan
(Dipatimbo Debata Tuhan Jesus)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Filipi 2:5-11
Ep. Kejadian 5:21-24

FIRST EASTER TIDE

Ascention
Ibadah hari kenaikan Tuhan Yesus adalah ibadah penutup dari tiga hari Rogate, sekaligus Introit menuju Minggu Paskah Oktaf. Setiap tahunnya akan dirayakan pada hari Kamis. Pada hari Kenaikan ini adalah skopus dari semua minggu dimulai dari sesudah kebangkitan yaitu Quasimodogeniti sampai kepada Rogate. Puncak dari tiga hari melaksanakan “rogasi minor” adalah perayaan hari kenaikan Yesus Kristus, tetapi perayaan ini juga sebagai introit (pembuka) dalam tema baru yaitu Easter Tide. Easter Tide berarti “Paskah di atas”, yang memiliki arti Paskah yang berlangsung dari dan atau di Surga. Dalam tiga minggu ke depan, kita akan merayakan seluruh peristiwa yang berasal atau menuju surga. Ascension diterjemahkan dengan kenaikan, tetapi yang dimaksud adalah kembali kepada jati diri yang sesungguhnya. Sama seperti Yesus Kristus yang naik menuju kepada kemuliaan-Nya, demikianlah umat percaya akan kembali kepada jati diri yang sesungguhnya, yaitu citra Allah untuk menunjukkan karya keselamatan-Nya kepada seluruh manusia. Pada beberapa gereja, hari kenaikan ini disebut juga dengan hari “Kristus Raja”. Tema umum yang mewarnai seluruh ibadah adalah amanat agung Yesus Kristus, untuk menjadikan seluruh bangsa murid-Nya. Namun tugas utama yang diberikan oleh Yesus Kristus kepada para murid bukan saja untuk memberitakan Injil kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh yang bernafas. Bahkan Markus sebagai Injil yang tertua menuliskan bahwa tugas penginjilan harus dikabarkan kepada seluruh makhluk.

YA, ALLAH DENGARKANLAH DOAKU


(Lukas 11: 1 – 13)

Selamat hari Minggu Rogate. Rogate berasal dari kata regare yang berarti: meminta, memohon –kepada Allah- atau kita sebut “berdoa-martangiang”. Permohonan itu timbul bukan karena ketidaktahuan Allah, namun karena kepercayaan bahwa Allah mampu melakukan segala sesuatu dan juga untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah. Setiap orang percaya bahwa berdoa adalah komunikasi dengan Allah, dan Martin Luther sebagai Reformator mengatakan bahwa “Doa adalah nafas kehidupan orang percaya” sehingga tidak ada orang percaya dalam hidupnya terlepas dari doa. Pada hari ini, melalui Kitab Injil Lukas kita diingatkan kembali tentang esensi doa, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid.

Doa yang diajarkan Yesus kepada para murid mengungkapkan bahwa doa bukan melulu adalah permintaan tetapi juga adalah pernyataan iman. Ada beberapa bagian penting yang dapat kita lihat di dalam doa ini, pertama Yesus mengajarkan tentang hubungan antara orang percaya dengan Allah, dengan menggunakan kata “Bapa..”. Yesus mengungkapkan bahwa orang percaya sudah dijadikan Allah menjadi anak, sehingga tidak ada lagi batasan; hubungan itu sangat dekat. Pernyataan ini juga dilanjutkan dengan pernyataan iman (Credo) tentang Kerajaan Allah (ay.2), sehingga bukan lagi kehendak yang memohon yang harus terjadi tetapi kehendak tempat permohonan. Kedua permohonan untuk kebutuhan sehari-hari (ay.3), setelah pernyataan iman bahwa kerajaan Allah yang akan terjadi dalam kehidupan pemohon, maka dilanjutkan dengan permohonan kebutuhan hidup sehari-hari; yang selalu dicukupkan. Ketiga permohonan untuk keselamatan melalui pengampunan dosa (ay.4) yang diikuti dengan konsekwensi tindakan yang harus dilakukan pemohon, yaitu harus mau dan mampu juga untuk memaafkan atau mengampuni dosa. Melalui doa orang percaya selalu berharap agar Allah bertindak dan memberikan apa yang terbaik dalam hidupnya, namun tidak sedikit yang kecewa dengan jawaban doa yang diberikan oleh Allah. Hal ini terjadi akibat doa yang terlahir bukan dari iman percaya.

Di dalam hal berdoa dibutuhkan kerendahan hati, usaha, dan juga ketekunan yang diisyaratkannya dengan kalimat “…Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu..”(ay.9-10). Kerendahan hati ditunjukkan dengan sukacita menerima apa yang diberikan oleh Allah sebagai jawaban atas doa. Usaha ditunjukkan dengan kemauan bekerja dan melakukan hal-hal yang benar sesuai dengan apa yang dimohonkan. Ketekunan, ditunjukkan dengan kesabaran untuk tetap menanti kehendak Allah dalam hidupnya. Saudara, dengan hal-hal demikian tentunya kita tidak akan pernah kecewa, bosan, atau tidak lagi hidup dalam doa. Maka tetaplah bermohon, “Ya, Allah dengarkanlah doaku” karena Dia adalah setia dan akan memberikan apa yang terbaik dalam hidupmu! Amin.

(Pdt. Riki Rikardo Simanjuntak)

Rogate


Doa

Topik: Ya Allah! Dengarkanlah Doaku
(Ale Debata! Tangihon ma Tangiangku)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Lukas 11:1-13
Ep. Mazmur 102:2-3, 13-23

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Ketiga: “Rogate”
Minggu ini adalah Minggu Rogate. Kata ini bukan merujuk kepada bentuk nyanyian atau tema tertentu dalam Alkitab. Tetapi Rogate sendiri adalah jiwa dari seluruh sendi kehidupan. Apa yang kita lakukan adalah sebuah doa, apa yang kita katakan adalah sebuah doa. Kitab Mazmur misalnya, seluruh isinya adalah sebuah doa. Itu artinya, baik perkataan, perbuatan dan nyanyian kita adalah sebuah harapan yang termaktup di dalam doa kita kepada Tuhan. Kata Rogate memang tidak tertulis di dalam Alkitab, tetapi kata ini dipakai untuk menunjukkan kegiatan jemaat dalam tiga hari berikutnya. Kata ini berarti “to ask” (bertanya kepada Allah). Kata Rogate merujuk kepada doa yang dilaksanakan secara persekutuan, artinya bukan doa pribadi. Rogate sendiri diterjemahkan menjadi Rogation yang artinya (penyatuan atau persekutuan). Hal ini merujuk kepada perbuatan dari pada Murid Yesus Kristus yang terus bersekutu sebelum Kristus naik ke Surga. Dalam tradisi liturgi gereja, selama tiga hari akan dilaksanakan doa bersama, biasanya tradisi gereja menyebut dengan “rogasi minor”, yang dimulai dari hari Senin, Selasa sampai Rabu. Doa-doa yang dikumandangkan umumnya bersifat memohon perlindungan kepada Tuhan dari segala marabahaya dan malapetaka yang akan menimpa. Ini semua mengingat kepada Yesus Kristus yang tidak lagi bersama-sama dengan para murid. Dengan melaksanakan “rogasi minor” maka jemaat maniru perbuatan Apostel sebelum Kristus naik ke surga.

Kantate


Nyanyikanlah Nyanyian Baru Bagi Tuhan (Mazmur 98:1)

Topik: Beribadah Kepada Tuhan Dengan Setia
(Marsomba tu Jahowa dibagasan Hasatiaon)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Esra 6:13-18
Ep. 2 Timoteus 2:1-7

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Kedua: “Kantate”
“Canticum Cantate Domino Canticum” ini adalah seruan kedua yang berarti “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan”. Seperti yang ditegaskan dalam minggu sebelumnya, bahwa hak ini tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Perubahan pola kehidupan harus terjadi, baik sikap, perkataan dan perbuatan, seluruhnya harus ada perubahan. Itu sebabnya dalam Minggu ini diserukan: “nyanyian baru”. Pernyataan nyanyian baru ini bukan bermaksud menciptakan lagu, tetapi lebih merujuk kepada pola kehidupan yang baru. Dalam liturgi HKBP, nyanyian persembahan yang sering di kumandangkan adalah sebuah cantata yang merujuk kepada jiwa dan tempo. Sebagai nyanyian yang bertempo cantata, tentunya BE. No. 204:2 ini harus dinyanyikan dengan semangat dan hentakan kegirangan, bahwa seluruh sendi kehidupan harus menjadi baru sebab karya dan berkat Allah telah diberikan kepada manusia. Demikian juga dengan jiwa yang tertuang dalam nyanyian persembahan tersebut, bahwa apa yang ada pada hidup kita, yaitu seluruh segi kehidupan adalah milik Allah semata, dan semua itu diserahkan kembali kepada Allah. Artinya, ketika Tuhan yang mengatur hidup kita, maka setiap hari, kita hidup dalam kehidupan yang baru. Kehidupan baru ini diungkapkan dalam bentuk nyanyian. Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20).

Jubilate


Bersorak-sorailah Bagi Allah, Hai Seluruh Bumi (Mazmur 66:1)

Topik: Tinggal dan Berbuah di Dalam Yesus
(Mian Jala Marparbue Dibagasan Jesus)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Yohanes 15:1-8
Ep. Amsal 15:1-9

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Pertama: “Jubilate”
Jubilate adalah nyanyian pertama yang di angkat dalam tiga minggu ini. Itu sebabnya dalam tiga minggu ini kita akan berbicara mengenai “Madah” yaitu suatu nyanyian yang di angkat oleh umat percaya menuju kehadirat Allah. Itu sebabnya dalam tiga Minggu ini, kita merayakan middle easter (paskah tengah) sebuah perjuangan kehidupan antara dunia dan surga. Mazmur sendiri menekankan bahwa pujian kepada Tuhan adalah pujian yang universal. Bukan hanya nyanyian dan lagu tetapi seluruh sendi kehidupan, itu sebabnya Mazmur sering menggunakan istilah “kepadaMu ya Tuhan, ‘ku angkat jiwaku.” Kata Jubilate sendiri sering dipergunakan untuk merujuk kepada jiwa sebuah musik. Nyanyian yang berjiwakan Jubilate harus dinyanyikan dari sukacita pernuh, terlepas dari tempo yang telah ditentukan. Baik nyanyian lambat atau cepat, nyanyian Jubilate harus diungkapkan dengan sorak-sorai dan teriakan gemuruh kemeriahan. Nyanyian sorak-sorai di atas bumi ini pada dasarnya tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Ketiga hal ini yang mendasari ungkapan syukur dalam kehidupan manusia. Iubilate Deo Onmis Terra, kata ini mengisyaratkan bahwa tema keutuhan ciptaan Allah kembali di kumandangkan. Kemenangan dan kasih karunia tersebut bukan hanya bagi manusia, tetapi bagi seluruh alam ciptaan Tuhan. Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan (Mzm 150:6).