YA, ALLAH DENGARKANLAH DOAKU


(Lukas 11: 1 – 13)

Selamat hari Minggu Rogate. Rogate berasal dari kata regare yang berarti: meminta, memohon –kepada Allah- atau kita sebut “berdoa-martangiang”. Permohonan itu timbul bukan karena ketidaktahuan Allah, namun karena kepercayaan bahwa Allah mampu melakukan segala sesuatu dan juga untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah. Setiap orang percaya bahwa berdoa adalah komunikasi dengan Allah, dan Martin Luther sebagai Reformator mengatakan bahwa “Doa adalah nafas kehidupan orang percaya” sehingga tidak ada orang percaya dalam hidupnya terlepas dari doa. Pada hari ini, melalui Kitab Injil Lukas kita diingatkan kembali tentang esensi doa, seperti yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid.

Doa yang diajarkan Yesus kepada para murid mengungkapkan bahwa doa bukan melulu adalah permintaan tetapi juga adalah pernyataan iman. Ada beberapa bagian penting yang dapat kita lihat di dalam doa ini, pertama Yesus mengajarkan tentang hubungan antara orang percaya dengan Allah, dengan menggunakan kata “Bapa..”. Yesus mengungkapkan bahwa orang percaya sudah dijadikan Allah menjadi anak, sehingga tidak ada lagi batasan; hubungan itu sangat dekat. Pernyataan ini juga dilanjutkan dengan pernyataan iman (Credo) tentang Kerajaan Allah (ay.2), sehingga bukan lagi kehendak yang memohon yang harus terjadi tetapi kehendak tempat permohonan. Kedua permohonan untuk kebutuhan sehari-hari (ay.3), setelah pernyataan iman bahwa kerajaan Allah yang akan terjadi dalam kehidupan pemohon, maka dilanjutkan dengan permohonan kebutuhan hidup sehari-hari; yang selalu dicukupkan. Ketiga permohonan untuk keselamatan melalui pengampunan dosa (ay.4) yang diikuti dengan konsekwensi tindakan yang harus dilakukan pemohon, yaitu harus mau dan mampu juga untuk memaafkan atau mengampuni dosa. Melalui doa orang percaya selalu berharap agar Allah bertindak dan memberikan apa yang terbaik dalam hidupnya, namun tidak sedikit yang kecewa dengan jawaban doa yang diberikan oleh Allah. Hal ini terjadi akibat doa yang terlahir bukan dari iman percaya.

Di dalam hal berdoa dibutuhkan kerendahan hati, usaha, dan juga ketekunan yang diisyaratkannya dengan kalimat “…Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu..”(ay.9-10). Kerendahan hati ditunjukkan dengan sukacita menerima apa yang diberikan oleh Allah sebagai jawaban atas doa. Usaha ditunjukkan dengan kemauan bekerja dan melakukan hal-hal yang benar sesuai dengan apa yang dimohonkan. Ketekunan, ditunjukkan dengan kesabaran untuk tetap menanti kehendak Allah dalam hidupnya. Saudara, dengan hal-hal demikian tentunya kita tidak akan pernah kecewa, bosan, atau tidak lagi hidup dalam doa. Maka tetaplah bermohon, “Ya, Allah dengarkanlah doaku” karena Dia adalah setia dan akan memberikan apa yang terbaik dalam hidupmu! Amin.

(Pdt. Riki Rikardo Simanjuntak)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s