Arsip Kategori: Ibadah Minggu

Pesta Kedua Pentakosta, Senin 21 Mei 2018


Pesta Kedua Pentakosta
Hari Turunnya Roh Kudus

Tema: Hiduplah di dalam Roh Allah
(Mangolu dibagasan Panogunoguon ni Tondi ni Debata)

Warna Tutup Altar : Merah (Na Rara)
Warna simbol darah dan api, lambang semangat dalam memuji dan bersyukur kepada Tuhan.

Ev. : Yohanes 14:15-21
Ep. : Yeheskiel 11:19-20

Burung Merpati dan Lidah Api

Kita semua mengetahui bahwa simbol burung merpati adalah simbol dari Roh Kudus. Namun banyak yang belum mengetahui mengapa harus burung merpati? Dalam Kejadian 1:2 jelas dikatakan bahwa “Roh Allah melayang-layang…” Gereja mula-mula menggambarkan “melayang-layang” tersebut dalam bentuk burung. Namun semua menjadi jelas ketika peristiwa pembaptisan Yesus terjadi di sungai Yordan, di mana Roh Allah menampakkan diri dalam bentuk Burung Merpati (Matius 3:16). Sedangkan 12 lidah api adalah gambaran dari ke-12 murid Yesus yang menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mengapa 12? pada saat itu Matias telah diangkat untuk menggantikan Yudas Iskariot yang mati bunuh diri. Lidah api memiliki banyak pengertian, dapat diartikan sebagai semangat yang berkobar, atau dapat juga diartikan dengan pemberitaan Firman yang berapi-api, atau mungkin juga dapat diartikan sebagai “pemurni emas dengan cara dibakar”. Tetapi semuanya itu menunjukkan kepada Roh Kudus.

Pesta Pertama Pentakosta, Minggu 20 Mei 2018


Pesta Pertama Pentakosta
Hari Turunnya Roh Kudus

Tema Minggu : Roh Kudus dicurahkan Untuk Semua Bangsa
(Nunga dilehon Debata Tondi Parbadia tu Saluhut Bangso)

Warna Tutup Altar : Merah (Na Rara)
Warna simbol darah dan api, lambang semangat dalam memuji dan bersyukur kepada Tuhan.

Ev. : Kisah Rasul 10:44-48
Ep. : Yesaya 40:12-14

Pentakosta
Kata Pentakosta bukanlah berarti “kedatangan Roh Kudus”, namun Pentakosta adalah kata bilangan dalam bahasa Latin. Pentakosta sendiri memiliki arti “Lima Puluh”. Karena itu, Pentakosta berarti hari yang ke lima puluh terhitung sejak Paskah. Sebenarnya tradisi hari ke lima puluh sudah ada sebelum Yesus Kristus lahir. Ini adalah tradisi Yahudi untuk merayakan hasil panen. Perayaan itu sendiri dilaksanakan selama tujuh Minggu terhitung sejak paskah, dan minggu yang ke tujuh dirayakan pesta Shavout (Ulangan 16:10).

Berbeda dengan tradisi Yahudi, umat Kristen lebih memfokuskan makna kepada turunnya Roh Kudus. Sebab pada hari inilah janji Yesus Kristus untuk memberikan Roh penghibur itu benar-benar digenapkan (Lukas 24:49). Peristiwa turunnya Roh Kudus terjadi pada hari yang sama dimana orang-orang Yahudi merayakan Shavout, itulah sebabnya dalam Kisah Para Rasul diterangkan banyak orang yang berbeda suku dan bangsa datang kepasar, sedang para murid Yesus menerima Roh Kudus pada sebuah gedung di ruangan atas. Dan disanalah pewartaan Firman terjadi (khotbah Petrus) dimana 3.000 jiwa bertobat (Kis. 2:41). Itulah sebabnya, ketika Pesta Pentakosta, kita juga merayakan hari lahirnya Pekabaran Injil (Zending).

Minggu Exaudi, 13 Mei 2018


Minggu Exaudi
Dengarlah Tuhan, seruan yang kusampaikan

Tema: Allah Mengabulkan Doa Orang Beriman
(Ditangihon Debata do Tangiang ni na Porsea)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.

Ev. : 2 Raja-raja 20:1-7
Ep. : Matius 9:27-31

Exaudi
Exaudi adalah dimulainya Paskah Oktaf, perayaan ini akan berakhir pada Minggu Trinitatis. Paskah Oktaf sendiri memiliki arti “kemenangan yang diberikan dari Surga (atas)”. Tema sentral yang disuarakan pada perayaan ini adalah doa permohonan untuk turunnya Roh Kudus atau pertolongan dari Allah.

Exaudi berasal dari bahasa Latin, seperti yang tertulis dalam Mazmur 27:7 “audi Domine, exaudi me” yang artinya dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan. Sama seperti Daud yang terus menyuarakan permohonannya agar Allah menolongnya dalam menghadapi pergumulan, demikianlah umat percaya hendaknya menyerukan pertolongan kepada Allah untuk menghadapi pergumulan di dunia ini.

NYANYIAN KESELAMATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 4:1 Sai Puji Debata
Sai puji Debata dibaen asi rohaNa.
Huhut tongtong basa di nasa tinompaNa.
Ria ma hita be mamuji Debata;
Ai sesa do nuaeng dosanta i dibaen

PEMBACAAN FIRMAN
Yak. 5:13-16 (Pagi) 1 Sam. 1:10-17 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 7 Mei 2018
Mazmur 106:47
Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.

NYANYIAN KESELAMATAN
Seorang anak pulang sekolah dengan rasa kesal, karena merasa tidak bisa mengerjakan soal-soal ujian. Padahal dia merasa sudah belajar dan berdoa. Ayah dan ibu merasa kerja keras mereka tidak dihargai anak-anak dan pasangannya, sehingga merasa tertekan dan terpukul. Lulusan universitas tapi belum mendapat pekerjaan, dan menjadi kehilangan harapan. Dalam situasi ini, kadang kita mempertanyakan campur tangan dan kuasa Tuhan dalam hidup kita. Kita merasa tidak diberkati, ada yang menjadi lupa akan Tuhan dan menjadi tak setia. Inilah masalah yang sering diderita anak-anak Tuhan: kadang segera lupa anugerah Tuhan. Saat masalah datang, kita bersungut-sungut dan seperti melawan Tuhan. Kita segera lupa akan pendampingan dan berkat yang dilimpahkan Tuhan sepanjang hidup kita. Belajarlah dari kesetiaan Ayub yang tetap memuji Tuhan meski mengalami penderitaan (Ayub 1:20-22). Daud, yang pada suatu ketika dikejar, hendak dibunuh oleh Saul dan terjebak di dalam gua. Apa yang dilakukan Daud? Dia juga malah memuji Tuhan dengan bernyanyi dan bermazmur! (Maz. 57:1-12). Paulus dan Silas tengah dipasung dalam penjara? Mereka bukannya menyesali nasib, namun malah berdoa dan menyanyikan puji-pujian pada Allah dengan lantang, hingga semua orang dipenjara itu mendengarkan dan ikut memuji Tuhan.

Kita sudah tertebus dengan harga yang mahal melalui darah Kristus. Wajarkah kita menjadi ragu dan bermain-main dengan dosa. Pengorbanan-Nya tidak berarti bagi kita? Syukur, Tuhan tetap mengasihi dan setia kepada kita. Marilah, kita belajar tidak melupakan kebaikan-Nya dan belajar untuk terus menerus mengucap syukur!

BERDOA

BERNYANYI KJ 344:1 Ingat Akan Nama Yesus
Ingat akan nama Yesus, kau yang susah dan sedih. Nama itu menghiburmu k’mana saja kau pergi. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bertekun Dalam Doa


MINGGU ROGATE, 06 MEI 2018

Keluaran 32: 7-14

Ada sebuah kisah tentang seorang wanita yang merawat mobilnya begitu rupa. Suatu malam, garasinya terbakar. Ia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkannya sehingga para tetangga harus menahannya. Ketika mobilnya meledak, ia tersadar bahwa ia hampir mengorbankan nyawa hanya untuk mobil itu. Mobil tersebut telah menjadi berhala dalam hidupnya. Tatkala mendengar kata berhala, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah sebuah patung manusia atau hewan yang dijadikan pusat penyembahan. Sebagai contoh, patung anak lembu emas yang dibuat bangsa Israel beberapa saat setelah mereka keluar dari Mesir (Keluaran 32:1-6). Kita tahu Allah sangat membenci berhala semacam itu. Namun, mungkinkah kita menyembah berhala tanpa menyadarinya?

Dalam perikop ini “Bangsa Israel melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” (ay.1). Harun mengiyakan dan melakukan permintaan bangsa itu. Melihat hal itu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.” (ay.7), mereka telah menyimpang dari jalan yang telah Kuperintahkan (ay.8) sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. (ay.9).

Masalah besar datang! Murka Tuhan bangkit terhadap mereka dan akan membinasakan mereka. (ay.10). untuk itu Musa berdoa, mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?” (ay.11). Yakobus berkata: “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yak.1:5). Musa seorang yang berhikmat dan hikmatnya bersumber dari Tuhan. Hikmatnya bekerja dan dia berdoa untuk bangsanya. Atas peristiwa tersebut Musa sebagai seorang pemimpin tampil untuk meminta belas kasihan dari Allah. Musa tidak membiarkan umat Allah dikutuk dan dihukum, namun dengan berani memohon pengampunan dan melunakkan hati Tuhan. Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.” (ay.14).

Upah dosa adalah maut (Roma 6:23a). Bila dosa menguasai hati manusia maka kebinasaan menantinya. Untuk itu hendaklah orang berdosa memohon pengampunan dosa supaya murka Allah tidak terjadi. Doa menjangkau banyak hal, juga memiliki kekuatan mengubah keputusan Allah. Doa dan kerendahan hati Musa, menyelamatkan bangsanya. Yakobus mengatakan, “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5,16b). untuk itu berdoalah untuk bangsamu, untuk keluargamu dan berdoalah juga bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat. 5: 44). Selamat hari Minggu. Amin.

(Pdt. Rahmat Lumban Tobing)

Minggu Rogate, 6 Mei 2018


Minggu Rogate
Doa

Tema Minggu : Bertekun Dalam Doa
(Jugulhon hamu ma Martangiang)

Ev. : Keluaran 32:7-14
Ep. : Yakobus 1:2-8

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.

Rogate
Minggu Rogate adalah bahagian dari tiga Minggu Mazmur, atau biasa disebut dengan Trilogy Psalm, yaitu: Jubilate, Cantate dan Rogate. Minggu ini, adalah minggu penutup dalam Trilogy Psalm, dan kita akan memasuki Minggu Paskah Oktaf. Rogate sendiri berasal dari bahasa Latin “Rogare” yang berarti “meminta, bertanya, memohon” (to ask).

Pada Minggu Rogate ini, umumnya dirayakan selama tiga hari, yaitu: Senin, Selasa dan Rabu. Dalam tiga hari selepas hari Minggu tersebut, seluruh tema yang menjiwai ayat bacaan dan renungan akan berfokus dalam doa permohonan kepada Tuhan. Hal ini mengingatkan bagaimana murid-murid Yesus yang terus berkumpul dan berdoa menjelang kenaikan Tuhan Yesus. Ketekunan untuk terus bertanya kepada Allah dalam doa adalah sifat yang benar. Bukan hanya menyatakan apa yang ingin kita minta, tetapi bertanya kepada Allah “apa yang Allah inginkan agar kita lakukan”.