Arsip Kategori: Ibadah Harian

KETEGUHAN IMAN


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sunguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 42:1-9.
Malam : Ratapan 3:13-24.

03. Renungan: 1 Timotius 1:19.
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kuduskanlah iman mereka

Paulus juga mengingatkan Timotius bahwa dirinya menjadi pelayan Tuhan berdasarkan nubuat, yaitu peneguhan Roh Kudus atas panggilan Timotius melalui sesama orang percaya, termasuk Paulus sendiri. Tugas Timotius adalah “memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni”. Kata kerja Yunani yang diterjemahkan menjadi “memperjuangkan” di sini mempunyai arti harfiah mengabdi sebagai prajurit. Perjuangan itu, seperti yang akan kita lihat pada nas-nas selanjutnya, adalah memelihara jemaat yang Allah telah percayakan kepadanya. Untuk dapat melakukannya, Paulus menunjuk pada iman dan hati nurani yang murni sebagai syarat utama. Kedua hal ini, sebelumnya telah disebutkan Paulus, akan menimbulkan kasih. Iman dan hati nurani yang murni itu akan menimbulkan kerelaan untuk berjuang.

Hati nurani (syneidesis) di dalam surat I Timotius berarti kesadaran yang mendasari terwujudnya perilaku yang sesuai dengan etika Kristiani. Himeneus dan Aleksander adalah contoh orang-orang yang melayani, namun kandas imannya karena menolak memelihara hati nurani yang murni. Menyerahkan mereka kepada Iblis adalah tindakan disiplin yang terakhir, untuk membawa pada penyesalan dan pertobatan. Tiap bentuk pelayanan yang Kristen lakukan, dari menjadi sukarelawan/wati juru masak untuk kegiatan gereja sampai menjadi pemimpin jemaat, semuanya menuntut keseriusan untuk melihatnya sebagai suatu perjuangan. Orang Kristen dituntut untuk setia menjaga hati dan perilaku, Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSIHKANLAH HATIMU !


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Efesus 2:1-10.
Malam : Ratapan 2:1-22.

03. Renungan: Yeremia 4:14.
Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Hati merupakan organ vital yang berfungsi menawar dan menetralisir racun, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein dan zat-zat lainnya. Hati juga membuat empedu, zat yang membantu pencernaan lemak di dalam tubuh. Ini menunjukkan bahwa hati memiliki peranan yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu kita semua dianjurkan untuk selalu menjaga dan merawat hati supaya tetap sehat. Bagaimana caranya? Yaitu dengan rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Berkenaan dengan soal ‘hati’ ini, firman Tuhan juga tak henti-hentinya menasihati dan memperingatkan kita untuk selalu menjaganya. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Dari hati dapat timbul berbagai masalah dalam kehidupan ini: “…timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Mat 15:19). Bila ‘hati’ bermasalah, muncullah sakit hati, panas hati, pahit hati, patah hati, hati yang luka, dan sebagainya. Hati yang bermasalah atau hati yang tidak bersih adalah penghalang untuk kita mendekat kepada Tuhan, penghalang untuk kita menerima jawaban doa, penghalang untuk kita mengalami kebaikan Tuhan, sebab Tuhan itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya (Mzm 73:1). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami, sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN JAWABAN HIDUP


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 222b:1. “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Puji Yesus Tuhanmu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 1:11-24
Malam : Ratapan 1:12-22

03. Renungan: Mazmur 86:3.
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepadaMulah aku berseru sepanjang hari

Orang bijak mengatakan, “Tuhan tidak hanya memberikan kemampuan untuk hidup tetapi juga kemampuan untuk menderita. Persoalan-persoalan hidup seperti kemiskinan, penyakit, masalah perilaku, masalah keluarga bahkan ancaman bisa saja saja datang menghampiri kehidupan kita. Demikianlah pengalaman Daud. Sepanjang hidupnya, Raja Daud berulang kali menghadapi situasi yang mengancam nyawa di mana sepertinya tidak ada lagi jalan keluar. Namun, di Mazmur 86 ini bahwa dalam masa kesesakannya, Daud selalu berpegang kepada Tuhan. Ia berkata, “Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku. Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku” (86:6-7). Daud juga melihat jauh melampaui bahaya di hadapannya dengan meminta Allah untuk memimpin langkahnya. “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu” (86:11). Ketika krisis yang dihadapinya telah berlalu, Daud ingin terus berjalan bersama Allah.

Berserulah kepada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya dalam kesulitan supaya Tuhan memasuki hidup kita. Kita bisa memintanya melalui doa. Jika kita adalah milik Tuhan, maka kita harus berpegang pada janjiNya, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

KEBEBASAN


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 10:1. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia! Datang berkaum,
B’rilah musikmu bergaung, angkatlah puji-pujian.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 12:18-25
Malam : Ratapan 1:1-11

03. Renungan: 1 Korintus 7:21b
Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu

Seorang terdakwa yang sudah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan selama lima tahun, karena melakukan kejahatan tetapi akhirnya ada pemberitahun, yang terdakwa ini akan segera dibebaskan. Setelah mendengar segera dibebaskan, yang terdakwa begitu luar biasa sukacitanya, karena setelah bebas bisa berjumpa dengan keluarga. Demikian juga dengan orang percaya, dimana Yesus Kristus datang ke dua ini, untuk membebaskan umat manusia dari kuasa dosa dan maut. Paulus juga menasihatkan jangan merasa malu tentang hal itu, karena kita telah diperbudak oleh dosa, tetapi kini telah dibebaskan dan merdeka. Semua orang percaya dikasihi dan dibebaskan baik Yahudi maupun non Yahudi; Karena di dalam Kristus perbedaan-perbedaan lama antara mereka bersunat dan tidak bersunat tidak ada perbedaanya sama di dalam Kristus. Tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak laki-laki atau perempuan karena kamu semua satu di dalam Kristus Yesus (Gal 3: 28).

Kita yang sudah dipanggil oleh Tuhan sudah menjadi milikNya, sudah menjadi orang bebas karena dosa kita telah dihapus. Jadi baik budak dan orang merdeka sama-sama memiliki hubungan sama di dalam Kristus, yakni hubungan kemerdekaan dan pelayannan. Kebebasan dalam arti bukan berbuat untuk sebebas-bebasnya apa yang kita lakukan, tetapi bagi kita yang sudah dibebaskan dari perhambaan dosa, selagi masih ada waktu dan kesempatan ini marilah kita senatiasa berlomba-berlomba berbuat yang terbaik dan terindah untuk Tuhan. Walaupun dalam melakukan itu, bukan mudah banyak tantangan yang harus kita alami, tetapi dengan berkat pertolongan Tuhan, kita tidak usah takut dan gentar. Amen.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 20:1. Paian ma di hami
O Jesus Tuhannami, sai tatap hami on
Asi rohaM di hami, palua hami on

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIBANGUN OLEH TUHAN


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 2 : 1 . “Suci – suci – suci”
Suci, suci, suci Tuhan Maha Kuasa! Di Kau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tri Tunggal, agung namaMu!

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Lukas 7:1-10
Malam : Yeremia 52:12-34

03. Renungan: Mazmur 127:1a
Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya

Sebuah pengakuan dari pemazmur, dalam hal ini Salomo sebagai seorang raja yang bergumul dengan sebuah bangunan raksasa yakni Bait Allah. Salomo menyadari bahwa untuk mendapatkan sebuah bangunan yang diharapkan tidaklah mudah. Sebab bukan saja soal konstruksinya yang harus bagus Tetapi pergumulan Salomo juga berhubungan dengan siapakah yang layak mengkoordinir bangunan rumah itu. Sebab sudah terbukti bahwa Bait Allah sudah direncanakan pada zaman ayahnya Daud; namun sampai akhir pemerintahannya, Bait Allah belum juga berdiri. Tetapi karena pertolongan Tuhan, melalui Salomo, Bait Allah yang megah bisa berdiri. Hal berikut juga yang menyebabkan Salomo tiba pada pengakuan seperti tadi bukan sekedar berhubungan dengan pembangunan rumah secara fisik, melainkan juga membangun relasi atau hubungan dengan orang lain. Kata “membangun” dalam bahasa Ibrani: banah, : menata dalam arti mengatur dan membuat indah dan baik. Kemudian kata bait: di samping artinya rumah juga, berarti keluarga, persekutuan di antara beberapa keluarga dalam satu marga atau dalam satu kampung.

Dari pengalaman Salomo sebagaimana digambarkan tadi, maka ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu kita bukanlah membangun rumah secara fisik melainkan membangun persekutuan jemaat dengan berbagai watak dan karakternya masing-masing. Dan ini tidak gampang! Kita perlu menyerahkannya ke dalam tuntunan dan penyertaan Tuhan. Kita perlu belajar dari Salomo, untuk mengakui dengan rendah hati bahwa bukan kita yang membangun rumah ini tetapi Tuhan. Kita hanya dipakai oleh Tuhan sebagai alat di dalam tangannya. Karena itu, Marilah kita terus memohon Kekuatan dan penyertaan Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 14:1. Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu Jahowa tutu, pardengganbasa, parasiroha salelengna i
Pardengganbasa i, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KASIH


Saat Teduh………….

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 17:41-54.
Malam : Yeremia 52:1-11.

03. Renungan: Roma 10:17.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Walau kita tidak melihat : Tuhan, Surga dan neraka, kita tidak menyaksikan Yesus Kristus telah mati di kayu salib dan telah bangkit dari antara orang mati untuk menyelematkan orang yang percaya kepadanya, tetapi sebagai orang Kristen kita pasti percaya semuanya itu. Jika tidak, maka dia adalah Kristen logika, karena lebih mengandalkan, rasionalitas, akal dan logika, yang menuntut fakta dan bukti nyata, dan ini akan menghambat pertumbuhan iman Kekristenan seseorang.

Bagaimana upaya kita agar iman dapat bertumbuh? Kita harus mengandalkan dan memahami Injil : Sebab di dalamnya (Injil) nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Artinya, orang yang tidak benar tidak akan bisa mendengar suaraNya. Iman timbul dari pendengaran, dan iman adalah keyakinan bukan didapat melalui kemampuan akal, pikiran kita atau karena melakukan perbuatan baik, tetapi hanya karena karya mulia Yesus Kristus di kayu salib. Untuk itu, agar iman bertumbuh dengan teguh : bacalah firman Allah melalui Injil; percaya kepada karya Kristus di kayu salib; mendengarkan pemberitaan Injil; berdoa; menyembah dan memuliakan Kristus; dan ikut serta dalam Perjamuan Kudus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 309:4. Raphon Tuhan Jesus i
Hupasahat ma antong saluhut langkangku. Tu Tuhanku na tongtong, mian di rohangku
Manang aha pe hubaen, Ho hupangasahon. Ale Tuhan! Tulus baen saluhutna, Amen.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP KEKAL BERSAMA YESUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian NKB. No. 3:1. “Terpujilah Allah”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar
Sehingga di b’rilah PutraNya kudus, mengangkat manusia serta menebus
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:7-11.
Malam : Yeremia 39:1-18.

03. Renungan: Yohanes 3:15
Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Allah menghendaki manusia untuk hidup kekal. Adam dan Hawa diizinkan menikmati buah dari semua pohon di Taman Eden, termasuk buah dari pohon kehidupan (Kej. 2:15). Namun mereka sengaja memakan buah dari satu-satunya pohon yang dilarang (Kej. 2:17; 3:1-7). Sebagai akibatnya, mereka diusir dari kediaman mereka yang kekal itu (Kej. 3:23) dan kematian pun datang ke dalam dunia (1Kor. 15:21). Namun Allah masih menghendaki umat manusia untuk tinggal bersama Dia selamanya. Karena kita “yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus” (Ef. 2:13-14), kini kita dapat tinggal bersama Allah selama-lamanya (Yoh. 14:2-3; Why. 21:3). “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6:40).

Meskipun orang-orang percaya itu mati, mereka tidak musnah. Mereka akan bangkit pada saat kebangkitan karena Yesus adalah “kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Inilah kehidupan kekal yang diberikan Yesus kepada orang percaya, “mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yoh. 10:28). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 309:1. Raphon Tuhan Jesus i
Raphon Tuhan Jesus i, pungka ulaonmu. Ingkon tu Ibana i, parguruhononmu
Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. Dege ma bogasNa i, rohami pahohom.

06. Doa Bapa kami – Amin.