Arsip Kategori: Ibadah Harian

BUKTI KASIH ALLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 1:16-17.
Malam : Lukas 1:76-80.

03. Renungan: Yohanes 3:16.
Kerena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Nas ini merupakan salah satu dari ayat Alkitab yang sangat dikenal dalam kekristenan yaitu, “Kasih Allah yang besar bagi dunia”. Hal ini menjadi alasan mengapa Allah berinkarnasi menjadi manusia, bahwa Allah tidak menghendaki kebinasaan dari ciptaanNya. Kasih itu bukan hanya kepada satu kelompok maupun satu bangsa, tetapi keselamatan itu adalah kepada semua orang, yang percaya kepada Yesus akan mendapatkan keselamatan. Maka, kita akan mengerti bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia adalah membawa kabar baik, bukan kabar penghukuman. Yang dibawaNya adalah keselamatan, sebab kebinasaan sedang membawa dunia karena dosanya. Demikianlah kita memahami kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah kabar baik di tengah musibah yang akan membinasakan kita, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Yesus Kristus. Jika Tuhan Yesus menyatakan FrimanNya bukan untuk menakut-nakuti kita, bukan pula untuk menyulitkan kita, tetapi Yesus justru datang supaya manusia itu selamat, berbahagia dan bersukacita dalam hidupnya dan memperoleh hidup yang kekal. Kunci kehidupan itu tidak lain adalah Firman Tuhan, keselamatan Tuhan yang tampak dalam hidup manusia. Itulah sebabnya dikatakan “Yang berbahagialah ialah mereka yang mendengarkan Firman Tuhan dan yang memeliharanya” (Luk 11: 28). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JADILAH TERANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 9:1-5
Malam : Lukas 1:67-75.

03. Renungan: Yesaya 60:2b.
Tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaanNya menjadi nyata atasmu.

Di dalam kehidupan kita, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita hidup dalam terang artinya adalah hidup dalam Yesus Kristus, dimana Yesus yang menjadi cahaya dalam terang itu. Salah satu sikap hidup dalam terang adalah hidup dalam kasih. Kasih adalah suatu sikap yang sangat mendasar dalam kehidupan setiap manusia. Kasih itu bukan hanya sekedar menolong ataupun berbagi. Tetapi kasih adalah bagaimana sikap iman kita. Kalau kita hanya menolong tetapi dengan paksaan itu bukan kasih. Kalau kita memberi tetapi tidak iklas itu pun bukan kasih. Hidup dalam kasih pun berarti hidup untuk rendah hati. Rendah hati berarti selalu bersyukur untuk apa yang diterima. Tidak banyak mengeluh akan kesulitan-kesulitan hidup.

Ketika kita sudah hidup dalam terang kita harus membawa terang itu kepada setiap orang. Jangan kita biarkan terang itu hanya menyinari satu tempat saja, tetapi biarlah terang ini mampu menyinari semua tempat yang gelap. Artinya kita harus menjadi berkat bagi semua orang. Sikap terang yang telah kita pahami yaitu tentang kasih dan sikap selalu bersyukur. Dari sikap ini kita akan menghasilkan buah yang luar biasa. Buah itulah yang harus kita bagikan dengan sukacita. Sehingga setiap orang boleh hidup dalam terang yang berasal dari cahaya Tuhan Yesus yang membuat kehidupan penuh dengan sukacita di dalam Tuhan. Mari kita hidup menjadi terang dan membawa terang dalam dunia ini. Karena Tuhan ingin anak-anakNya tidak hidup lagi dalam kegelapan. Melainkan hidup dalam terang Kristus Yesus, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM KEBENARAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 1:27-30.
Malam : Lukas 1:46-55.

03. Renungan: Yesaya 11:5.
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang

Orang benar berarti hidupnya, perbuatannya seturut dengan hal-hal yang sesuai dengan Firman Tuhan atau aturan aturan yang berlaku. Kesetiaannya untuk tetap hidup dalam kebenaran menjadi tuntutan bagi kita pengikut Yesus Kristus, sebab Yesus Kristus telah membuktikan keteladanan bagi kita, Dia setia mengemban tugas menyelamatkan manusia bahkan sampai mati di kayu salib tetap setia dalam kebenaran. Tidak ada bukti kesalahan (Mat 27:19) dimana istri Pilatus mengatakan bahwa Yesus adalah orang benar, bahkan pada akhir keputusannya, jelas mengatakan bahwa tidak ada ditemukan kesalahan pada Yesus (Lukas 23:4). Ini membuktikan dan sekaligus menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap setia dalam kebenaran. Kebenaran dan kesetiaan kiranya melekat dalam diri kita, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun kita tetap dalam kebenaran dan kesetiaan. Walau terkadang sulit karena begitu banyaknya godaan dunia yang sangat menarik dan menawarkan kenikmatan duniawi membuat seseorang hidup tidak setia. Lukas 16:10, jika setia dalam perkara kecil, akan setia juga dalam perkara besar dan Tuhan akan memberikan anugerah yang menjadi kekuatan kita untuk hidup takut akan Tuhan. Hidup dalam kebenaran dan kesetiaan menjadi bagian yang Tuhan anugerahkan kepada kita karena kita tetap setia takut akan Dia. Kiranya kita tetap mengenakan ikat pinggang kebenaran baik dalam kata-kata maupun dalam perbuatan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERKAT TUHAN TURUN-TEMURUN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 1:15-18.
Malam : Lukas 1:39-45.

03. Renungan: Lukas 1:50.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Hak warisan dapat menimbulkan masalah bagi satu keluarga ketika terindikasi ada ketidakadilan. Sebagai contoh ketika satu keluarga orang tuanya (ayah dan ibunya) membagi warisan kepada anak-anaknya dan ada ketidakadilan menurut salah seorang anaknya karena memperoleh nilai warisan lebih kecil, akibatnya dia marah-marah dan mengatakan orang tuanya tidak adil. Perebutan hak warisan sering terjadi tetapi berbeda dengan HAK WARISAN bagi mereka yang takut akan Tuhan. Karena warisan bagi mereka yang takut akan Tuhan tidak dalam bentuk harta benda atau kekayaan, tetapi sesuatu yang membuat suka cita. Amsal 1:7 menyebutkan bahwa Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan didikan, artinya ketika kita Takut akan Tuhan maka yang menjadi kekuatan kita adalah memiliki hikmat dan didikan yang tidak terukur nilainya. Takut akan Tuhan berarti kita semakin dekat dengan Tuhan, melakukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Rahmat Tuhan turun temurun atas orang yang takut akan Tuhan (Luk. 1:50). Sebagai warisan (yang Tuhan berikan secara turun temurun) bagi yang takut akan Dia adalah Rahmat yang pastinya mendatangkan suka cita dan kebahagiaan. Karena itu jangan pernah ragu, jangan kuatir sesungguhnya kita akan memperoleh Rahmat Tuhan ketika kita takut akan Dia, semakin dekat dengan Tuhan berarti makin taat melaksanakan ajaran Tuhan. Kiranya Rahmat Tuhan memberikan sukacita dan kekuatan kepada kita.
Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin

KUASA TUHAN TAK TERBATAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 3:10-20.
Malam : Lukas 1:26-38.

03. Renungan: Mazmur 71:15.
Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari padaMu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Daud sering menghadapi bahaya maut, tetapi dia juga sering mengalami pertolongan Tuhan. Daud dalam mazmur-mazmur yang dia tulis bukanlah penderitaan atau kesusahan yang dia alami, melainkan pertolongan dan kesetiaan Tuhan yang selalu menyelamatkan dia dari bahaya. Daud tidak pernah merasa bosan untuk selalu mencari pertolongan Tuhan.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidup ini, setiap orang beriman pasti pernah mengalami bahaya atau masalah berat yang berlanjut dengan datangnya pertolongan Tuhan. Bahaya atau masalah berat itu umumnya dipakai Tuhan sebagai alat untuk mendekatkan diri kita kepadaNya. Bila kita berpikir positif, kita akan melihat bahwa pertolongan Tuhan itu banyak sekali. Akan tetapi, bila kita berpikir negatif, kita akan mudah beranggapan bahwa kita adalah orang-orang yang paling menderita di muka bumi ini dan mungkin kemudian kita mencela Tuhan yang membiarkan kita mengalami bahaya atau masalah berat. Hidup ini bukanlah suatu kondisi dimana kita akan selalu berbahagia dan mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan. Hidup ini adalah suatu kondisi dimana kita akan dihadapkan dengan yang baik atau kebahagiaan maupun kesedihan. Marilah kita membiasakan diri untuk selalu berpikir positif yaitu melihat kebaikan Tuhan ketika kita menghadapi masalah dan kita selalu menyakini bahwa Tuhan lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi dan Tuhan selalu sanggup menolong kita, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM TERANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Matius 3:1-11.
Malam : Lukas 1:18-25.

03. Renungan: 1 Yohanes 2:8b
Sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya

Ayat Renungan diatas merupakan pernyataan Yesus kepada para murid yang terdiam ketika Yesus menanyakan apa yang diperdebatkan oleh mereka. Sebenarnya Yesus sudah mengetahui apa yang diperdebatkan para murid tersebut, yaitu siapa yang terbesar diantara mereka. Memang merupakan hal yang wajar jika dalam suatu kumpulan akan terjadi kekosongan pimpinan (Yesus memberikan tanda/sinyal bahwa dia akan mati disalib), maka para murid membicarakan siapa yang terbaik dari antara mereka yang layak menjadi pimpinan mereka.

Kondisi murid di saat itu dengan kondisi orang-orang di zaman Now masih sama saja. Begitu banyak orang dengan segala cara mau menunjukkan kebesarannya dan berambisi menjadi pimpinan atau kedudukan yang tinggi dan terhormat. Namun karena mereka tidak memahami Firman Tuhan ini, maka kebanyakan dari mereka gagal mendapatkan yang diinginkannya. Seharusnya jika seseorang ingin menjadi pimpinan yang baik atau mendapat kedudukan yang terhormat harus siap untuk jadi pelayan bagi sesama dan harus siap mengalah kepada yang lain supaya tercipta kondisi yang nyaman dan aman serta damai. Dan untuk dapat memiliki sifat atau karekter demikian haruslah mengenal Yesus dengan baik, mengenal perjuangan Yesus untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan memahami makna di balik kematian Yesus di kayu salib. Orang-orang yang menjadi pengikut Kristus yang sejati tidak lagi memusingkan dirinya sendiri namun sudah naik ke level bagaimana hidup yang dimilikinya menjadi berkat bagi sesama. Mari kita berlomba melayani sesama. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERTOBATAN MEMBAWA SUKACITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:7-12.
Malam : Filipi 3:1-11.

03. Renungan: Lukas 15:10.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Yesus memberi perumpamaan tentang seorang gembala rela meninggalkan Sembilan puluh ekor dombanya hanya untuk mencari seekor domba yang hilang. Dan jika gembala itu menemukannya ia akan bersukacita dan memanggil sahabatnya untuk sama-sama bersukacita dengannya. Perumpamaan ini mau menegaskan bahwa ada sukacita yang besar di surga karena satu orang yang bertobat daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Orang berdosa merupakan orang yang telah hilang dari jalan Tuhan, sehingga hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu Yesus mencari dan memanggil kita agar kembali ke jalan Tuhan, sebab kita adalah kepunyaan Tuhan. Rasul Paulus merupakan seorang yang berdosa sebelum menjadi pengikut Yesus. Ia adalah seorang penganiaya murid Yesus. Namun setelah Yesus menemukannya, ia berpaling dari dosanya kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Nas hari ini mengajarkan kita agar kita meninggalkan dosa-dosa yang telah kita perbuat dan berbalik kepada-Nya. Sama seperti Rasul Paulus yang telah melepaskan semuanya supaya ia memperoleh Kristus, kita pun diajak untuk melepaskan dosa-dosa yang kita perbuat sampah supaya kita memperoleh Kristus. Sebab Kristus lebih mulia daripada semuanya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.