Arsip Kategori: Ibadah Harian

MEMPERTAHANKAN IDENTITAS ORANG KRISTEN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kidung Agung 2:8-15
 Malam : Kolose 4:2-5

03. Renungan: 1 Petrus 2:9
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus , umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib

Bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, adalah sebutan yang terhormat yang dulunya diberikan kepada bangsa Israel. Gereja harus menyadari siapa sesungguhnya kita ini di dalam Tuhan. Dalam nas ini sedikitnya ada empat sebutan yang menjadi identitas orang Kristen yaitu : 1). Bangsa yang terpilih’. Percaya kepada Kristus, membuktikan bahwa dia adalah orang pilihan. Tujuan pemilihan/penebusan/ penyelamatan, yaitu memuliakan Allah dalam hidup dan taat untuk melakukan kehendak Allah. Kebesaran/keagungan orang Kristen nyata ketika Allah telah memilih untuk melakukan pekerjaanNya dalam dunia ini. 2). Imamat yang rajani, Imamat rajani adalah imam-imam dan raja-raja. Jabatan yang dulunya hanya untuk bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, tetapi karena kemurahan Tuhan lewat kurban Kristus di kayu salib, bangsa lain dan kita juga bisa menjadi imam (1 Pet 2: 10). Melayani Tuhan sesuai dengan kemampuan, bakat dan talenta yang ada pada kita, sampai Tuhan Yesus datang kembali. 3). Kudus berarti “berbeda dengan/dari”. Orang kristen telah dipilih supaya ia bisa berbeda dari orang-orang lain. 4). Umat kepunyaan Allah. Seringkali sesuatu menjadi penting dan berharga karena sesuatu itu menjadi milik dari seseorang yang penting / terkenal. Orang Kristen menjadi penting karena ia menjadi milik Allah.. Tuhan menghendaki kita agar tidak kehilangan identitas kita sebagai orang percaya dimanapun kita berada. Jadilah agen penyebar keselamatan Allah bagi dunia karena kita adalah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, dan bangsa yang kudus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH SETIA AKAN JANJINYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun,
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yosua 3:1-17
 Malam : Matius 28:1-10

03. Renungan: Kisah Para Rasul 13:33
Seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan engkau pada hari ini.

Allah telah mengaruniakan kita kehidupan kekal dan kehidupan ini diperoleh di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Jalan beroleh kehidupan kekal adalah dengan memiliki Anak Allah. Mengapa memiliki Anak mutlak perlu untuk dapat beroleh kehidupan kekal? Allah menyatakan Kasih-Nya kepada kita melalui pengorbanan Anak-Nya. Mengapa Kristus harus mati untuk kita? Kita semua tanpa kecuali adalah orang-orang berdosa. Alkitab berkata kita semua telah berdosa, tidak dapat menerima kemuliaan Allah. Dengan kata lain, dosa telah memisahkan kita dari Allah yang memiliki kekudusan sempurna. Berdasarkan karya Yesus Kristus yang telah dikerjakan-Nya di atas kayu salib untuk kita, maka Alkitab menyatakan “Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup” Kita dapat memiliki Anak itu, yaitu Yesus Kristus, satu-satunya Penyelamat kita melalui iman secara pribadi, yakni dengan percaya kepada Kristus dan mengakui serta menerima karya kematian-Nya di salib untuk dosa-dosa kita.

Ini berarti setiap orang dapat datang kepada Allah dengan cara yang sama –yaitu datang kepada-Nya sebagai orang berdosa yang menyadari keberdosaan kita, menolak segala bentuk usaha dan cara manusia dalam menyelamatkan dirinya sendiri dan berserah dan beriman penuh hanya kepada Kristus untuk keselamatan kita. Ya Allah, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa, dan tak ada satupun yang dapat saya perbuat untuk mendapatkan kehidupan kekal. Saya percaya Yesus Kristus telah mati untuk saya dan telah bangkit dari kematian. Sekarang saya mau menerima Dia sebagai Juruselamat saya dan berserah penuh hanya kepadanNya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

UMAT PILIHAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 15:1-18
 Malam : Kolose 3:12-17

03. Renungan: Yehezkiel 36:28
Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu

Garam merupakan kebutuhan pokok dalah kehidupan manusia, diantara mineral yang ada dalam tubuh kita garam dalam bentuk senyawa NaCl, dimana kada Na dalam tubuh sekitar 135 -145 Meq/l. sehingga dalam kehidupan kita garam sangat penting. Dalam makanan garam memberikan cita rasa, tanpa garam makanan yang kita makan terasa hambar. Diperjanjian lama Yehezkiel 43: 24 saat memberikan persembahan kepada Tuhan garam juga sangat dibutuhkan. Mengingat pentingnya garam sehingga Tuhan Jesus membuat perumpamaan garam dalam kehidupan sehari-hari.. Matius 5:13 “ Kamu adalah garam dunia…, artinya kita dibutuhkan oleh dunia dan bisa memberi rasa/kwalitas yang baik dalam dunia, tentu bisa memberi pengaruh yang baik terhadap sesama. Tentu garam akan berfungsi baik apabila garam itu masih baik, sebaliknya bila garam tidak baik tentu akan hambar dan tidak berguna selain dibuang dan dinjak-injak orang. Oleh sebab itu garam harus kita jaga jangan sampai rusak. Dengan apa kita melakukannya supaya garam itu tetap berfungsi dengan baik?

Kita harus menjaga kualitasnya. Kita harus tetap menjaga diri kita sebagai garam supaya tetap bisa berguna bagi orang, tentu kita harus bisa membantu orang terutama bagi yang membutuhkannya. Kita harus tetap memiliki persediaan garam. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Setaip orang percaya haruslah jadi garam dunia. Setaip hidupnya akan memberi Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2X)

06. Doa Bapa kami – Amin.

MERATAP KARENA DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 14:10-31
 Malam : Yohanes 19:38-42

03. Renungan: Ratapan 3:6.
Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati

Tuhan Jesus merupakan guru Agung karena Dia mengajar tidak dibatasi waktu dan tempat serta memberikan pengajaran pada muridNya dan pengikutNya sering dengan mempergunakan perumpamaan. Kalau kita lihat nats diatas memang sangat sulit untuk dipahami karena orang yang tidak punya malah diambil, tapi maksud dari perumpaan ini yaitu berkaitan dengan talenta dan kemampuan untuk mengerti tentang ajaran Tuhan Jesus. Kita harus mampu menempatkan posisi yang benar tentang talenta yang kita miliki sama seperti pelita dalam ayat 21, dengan menempatkan posis yang benar mampu menyinari sekitarnya demikian juga terhadap talenta yang kita miliki harus disalurkan sehingga talenta yang kita miliki akan semakin bertumbah dan berkembang sementara jika talenta yang kita miliki tidak disalurkan maka telenta kita akan semakin kerdil dan diambil oleh pemberi talenta (baca Matius 25:14-29). Hidup kita harus menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang kita miliki. Dalam Kisah Para Rasul 20:35b….lebih berbahagia memberi daripada menerima. Allah pasti senang kalau kita memberi dengan sukarela Pecayalah apabila kita sudah hidup di dalam Tuhan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Ia akan memberikan berkatNya kepada kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIKELILINGI RANTAI MAUT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Korintus 11:23-32
 Malam : Keluaran 12:24-28

03. Renungan: Mazmur 116:3.
Tali-tali maut telah melilit aku dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan kasih pemazmur kepada Tuhan. Penulis mazmur ini memiliki pengalaman lepas dari maut. Itulah yang dia tuangkan dalam mazmur syukur ini.. Kasih yang merupakan respons pemazmur terhadap pertolongan Tuhan yang nyata pada waktunya. Dua kali pemazmur menyebut dirinya dalam keadaan terancam maut. Pemazmur ketakutan, merasa sangat lemah dan tertindas. Pemazmur pun berseru minta tolong. Tuhan mendengar jeritannya dan menolong dia lepas dari situasi yang sangat mengerikan tersebut. Pertolongan Tuhan membuat hati pemazmur menjadi teduh. Dunia jaman sekarang ini dipenuhi berbagai rantai maut yang kapan saja bisa mencengkeram kekuatan iman orang percaya, apalagi dengan pesatnya perkembangan jaman oleh berbagai tehnologi canggih yang juga dengan mudah dapat membentuk rantai maut hingga dapat menggoyahkan penerapan iman dalam menjalani hidup. Untuk itulah dalam belenggu kesesakan hidup kita marilah selalu berseru kepada Tuhan saja, hanya kepada Tuhan sajalah yang menjadi kekuatan dan padaNya ada harapan sehingga apapun permasalahan, kesulitan dan keadaan yang menghimpit hidup kita, marilah kita datang kepada Tuhan saja yag menjadi landasan iman hingga kita tidak lagi berkutat dalam belenggu maut, melainkan memperoleh kehidupan yang pasti. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERTOLONGAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 50:4-9a
 Malam : Yohanes 13:1-17

03. Renungan: Mazmur 70:6
Tetapi aku ini sengsara dan miskin ya Allah, segeralah datang ! Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang!

Mazmur ini tergolong dalam salah satu mazmur ratapan karena di dalamnya ada seruan meminta pertolongan Allah, yang oleh Daud meminta Allah segera menolong dan menyelamatkannya dari maut. Landasan kegembiraan Daud adalah Allah. Sebab, Allah tidak mengecewakan orang yang sungguh-sungguh mencari dan berharap kepada-Nya. Karena karya Allah hadir dalam kehidupan mereka. Dalam sukacitanya, Daud merendahkan diri di hadapan Allah. Ia mengungkapkan dirinya sebagai manusia fana dan miskin. Kefanaan Daud membuat dirinya memusatkan hidup dan keselamatannya pada Allah. Tanpa arogansi dan pemaksaan kehendak, Daud menyerahkan semua keputusan kepada Allah. Ia percaya bahwa pertolongan Allah tepat pada waktunya. Nats ini mengingatkan kita agar selalu berpengharapan akan pertolongan Tuhan saja, Allah kita adalah segalanya. Ia tahu segala yang ada pada kita. Bahkan di dalam Lukas 12:7 dikatakan “bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya”. Tidak ada yang terlepas dari pandangan Tuhan kepada kita. Belum lagi jika kita melihat kasih yang tak terhingga dari Allah kita. Ia rela menebus kesalahan dan dosa kita dengan karya Yesus di kayu salib. Adakah kasih yang lebih besar dari kasih Allah kita di dunia ini? Oleh karena itu jangan pernah lagi meragukan kebesaran dan keagungan Allah, intinya berpengharapan yang penuh terhadap pertolongan Tuhan saja. Sebab pertolongan Tuhan adalah yang terbaik dan jangan pernah meragukannya.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SALIB LAMBANG KEKUATAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 49:1-7
 Malam : Yohanes 12:20-36

03. Renungan: 1 Korintus 1:18.
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah

Setiap malam, Howard dan Mel sering mengunjungi bar-bar murahan di wilayah Grand Rapids, Michigan untuk melewatkan satu hari lagi yang menyedihkan. Akhirnya, karena terlalu kecewa oleh hidupnya yang sia-sia, Mel naik kereta ke Chicago, tempat yang diharapkannya dapat mengakhiri semua itu. Akan tetapi, saat ia berjalan dengan bertelanjang kaki di tengah badai salju di Chicago tahun 1897 untuk bunuh diri di Danau Michigan, ia dihentikan oleh seorang pekerja dari Pacific Garden Mission. Mel masuk ke dalam gedung, mendengarkan Injil, dan menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya. Kemudian, Mel kembali ke Grand Rapids untuk merintis sebuah misi. Howard mendengar bahwa Mel diselamatkan dan tidak mabuk-mabukan lagi. Namun, bukannya percaya kepada Yesus, Howard justru hanya menertawakan “Mel Tua”. Baginya, “pemberitaan tentang salib … adalah kebodohan” (1 Korintus 1:18). Akhirnya, Howard menelan akibat dari kebiasaannya mabuk-mabukan, dan ia pun bunuh diri.
Lebih dari seratus tahun kemudian, Lembaga Misi Mel Trotter masih menyambut orang-orang yang memerlukan tempat tinggal dan yang membutuhkan Yesus. Dan seratus tahun kemudian, keluarga kami masih berduka atas kematian Howard. Ia adalah kakek dari istri saya. Seperti Mel dan Howard, kita pun mempunyai pilihan. “Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya” (Yoh 3:36. Jalan salib adalah jalan yang dipakai Allah untuk menyelamatkan manusia. Kematian Kristus di kayu salib menjadi korban penghapusan dosa yang sekali untuk selamanya demi menyelamatkan manusia. Manusia berdosa adalah budak dosa dan manusia diperhamba dosa, karena itu Kristus telah menebus kita dari perhambaan dosa dan kita menjadi milik Kristus. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paian ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.