Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Mendengar Tuhan Gembala Kita


BERNYANYI BE. 470:1 Jesus Ho Nampuna Au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au. Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 1 Korintus 3:10-15
Malam: 1 Samuel 3:10-14

RENUNGAN
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
Yohanes 10:27

Mendengar Tuhan Gembala Kita
Kata “mendengarkan suara-Ku” dalam ayat 27, adalah bentuk kata kerja yang tindakannya terus menerus berkelanjutan” yang mana kata kerja tersebut terus menerus dikerjakan. Kita konsisten setiap jam, setiap menit, setiap detik untuk terus menerus mendengarkan suara TUHAN”. Itulah makna sesungguhnya dari kata tersebut berdasarkan tata bahasa Yunaninya. Jadi yang dimaksudkan oleh TUHAN YESUS mengenai siapa yang termasuk golongan domba-domba-NYA adalah “orang-orang yang terus menerus konsisten mendengarkan suara-NYA. Orang yang terus menerus taat akan firman-NYA”.

Selanjutnya kata “Mengikuti” dalam ayat 27, adalah “domba-domba yang terus menerus konsisten mengikuti TUHAN YESUS setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik”. Jadi mereka-mereka inilah yang dimaksudkan oleh TUHAN YESUS sebagai domba-domba-Nya yang mana Tuhan Yesus memberi kepastian bagi mereka yang terus menerus konsisten hidup di dalam firman-Nya, maka mereka inilah yang akan diselamatkan. Jika orang-orang Kristen terus menerus hidup dalam dosa, maka jangan harap kita akan tergolong ke dalam domba-domba TUHAN YESUS. Itu artinya jangan harap kita akan diselamatkan. Kebenaran Alkitab harus diajarkan secara utuh, jangan setengah-setengah! Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-332:2 Kekuatan Serta Penghiburan
Tiap hari Tuhan besertaku, diberi rahmat-Nya tiap jam. Diangkat-Nya bila aku jatuh, dihalau-Nya musuhku kejam. Yang nama-Nya Raja Mahakuasa, Bapa yang kekal dan abadi, mengimbangi duka dengan suka dan menghibur yang sedih.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Berpaut Pada Tuhan


BERNYANYI BE. 690:1. Hibul Rohangku
Hibul rohangku tu Tuhan Jesus
Sude ngolungku di Tuhan Jesus
Ihuthononku do Tuhan Jesus
Ndang olo au sumurut be

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 7:1-7
Malam: Yohanes 17:20-23

RENUNGAN
Dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita
1 Raja-raja 8:61a

Berpaut Pada Tuhan
Pada pertengahan abad ke-19, tepatnya sebelum tahun 1961, leluhur orang Batak bisa dikatakan hidup dalam masa-masa yang suram dan belum mengenal kekristenan. Kedatangan para missionaris memberitakan injil kemudian membuat kehidupan orang Batak mendapat pencerahan. Tindakan para missionaris ini, harus diakui sangat banyak mempengaruhi kemajuan orang Batak pada umumnya sehingga bisa semaju sekarang. Gereja HKBP berdiri tentu saja adalah bagian dari maksud Tuhan agar kita tetap belajar dan bersekutu sehingga tetap berpaut pada Tuhan. Dengannya kita dengan tekun dan rajin baik secara pribadi maupun bersama-sama untuk mempelajari, merenungkan dan menjalankan firman-Nya. Tuhan menginginkan kita agar tetap setia dan bersandar pada Tuhan. Orang Israel yang dibebaskan dari Mesir, mengembara selam 40 tahun di padang pasir, akan tetapi dengan penyertaan Tuhan bisa sampai dan hidup sejahtera di Kanaan.

Demikian juga kita jemaat HKBP, telah diberkati Tuhan, dari dulunya hidup dalam kegelapan menjadi orang-orang yang diselamatkan dan diberkati Kristus dan hidup di bumi Indonesia dan dunia. Pertanyaannya apakah kita akan berterima kasih dengan tetap setia dan berpaut kepada Tuhan dengan semua pengalaman kita? Apakah kita akan terus berbuah? Kini, kita mungkin termasuk orang yang taat kepada Tuhan dan mengimani penyertaan Tuhan. Tanpa ketergantungan kepada Tuhan, kita tidak mungkin menghasilkan buah yang memuliakan nama Tuhan hingga akhir hidup kita nanti (Yoh. 15:4-5).

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan, dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

INVOCAVIT


Minggu ini adalah Minggu penutup pada minggu biasa bagian pertama. Tetapi bukan hanya itu, minggu ini juga adalah minggu Introit menuju Minggu-minggu Penderitaan (Passion). Umumnya minggu ini disebut dengan Minggu Quadragesima yang memiliki arti empat puluh hari sebelum kebangkitan Kristus.

Dalam tradisi gereja, pada minggu Quadragesima ini akan disuarakan “pertobatan” agar manusia kembali kepada Firman Allah. Itu sebabnya minggu ini disebut dengan minggu Invocavit. Invocavit sendiri adalah minggu introit menuju masa penderitaan. Sesuai namanya Invo = Panggilan dan Cavit=Ketentuan atau pernyataan, pada minggu ini kita diajak untuk mengenang akan Firman Allah yang terus menyuarakan kebaikan dan Janji Allah kepada manusia. Minggu Quadragesima sendiri kita mengenang penciptaan Allah akan benda-benda penerang, termasuk matahari. Itu sebabnya, kita juga mengenang bagaimana Firman Allah harus menjadi matahari (penerang) dalam kehidupan setiap manusia. Perjalanan manusia pasti akan menghadapi banyak tantangan, jika ada hari siang, maka akan datang malam hari. Karena itu persiapan menuju penderitaan dalam kehidupan harus terus dilakukan. Seperti Kristus yang mempersiapkan diriNya menuju hari kematianNya, demikian juga orang percaya harus mempersiapkan hari kekelamannya. Dengan keteguhan hati pada Minggu Quadragesima atau biasa disebut dengan Invocavit ini, kita telah siap untuk menghadapi tantangan. Hanya saja terang yang dari pada Allah hendaklah dijaga agar tidak padam. Dengan terang itulah, kita dimampukan untuk melihat arah jalan.

Amsal Orang Bijak


BERNYANYI BE. 260:1 Holan Jesus do Hubahen
Holan Jesus do hubahen donganku, ai Ibana pasonangkon au. Ingkon sai tongtong tiur langkangku,
molo raphon Jesus i au lao.
Molo raphon Jesus i au lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yosua 24:14-15
Malam: Lukas 10:25-37

RENUNGAN
Hai anakku, berikanlah hatimu kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
Amsal 23:26

Amsal Orang Bijak
Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan (Amsal 1:7). Kitab Amsal ditulis oleh Raja Salomo, berisi ajaran untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda (Amsal 1:2-4). Mendidik, membimbing, mengajarkan dan mengarahkan anak-anak ke jalan yang benar sesuai ajaran firman Tuhan tentulah menjadi tugas dan tanggungjawab penuh orangtua. Melalui nasihat dan perilaku hidup sehari-hari, orangtua menanamkan ajaran tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana harus dilakukan oleh seorang anak kelak ketika dia harus mengambil keputusan dalam hidupnya, ketika dia harus menghadapi persoalan dan pergumulan hidup dan bagaimana dia harus menyikapi keberhasilan dan kesuksesan dalam hidupnya.

Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikannya (Amsal 13:1). Mari memberikan waktu membaca kitab Amsal ini secara keseluruhan untuk mendapatkan pemahaman dan pengertian yang benar akan hikmat dari Tuhan, baik sebagai orangtua maupun sebagai anak.

BERDOA

BERNYANYI KJ-40:2 Ajaib Benar Anugerah
Ketika insaf ‘ku cemas. Sekarang ‘ku lega
Syukur bebanku t’lah lepas, berkat anugerah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Adalah Ibadah


BERNYANYI BE. 470:1. Jesus Ho Nampuna Au
Jesus Ho nampuna au,
dohot na adong di au.
Gogo dohot hosangki
Sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Galatia 5:16-21
Malam: Yohanes 8:12-16

RENUNGAN
Latihlah dirimu beribadah.
1 Timotius 4:7b

Hidup Adalah Ibadah
Rasul Paulus menegaskan pada Timotius agar “latihlah dirimu beribadah” (ay-7b). Kata “latih” berasal dari kata “gumnazo” (dari kata inilah gym digunakan). Kata ini memiliki kesamaan arti dengan kedisiplinan yang dimiliki oleh seorang atlit. Itu berarti, seorang anak Tuhan haruslah memiliki disiplin rohani yang baik. Ia harus melakukan hal-hal yang mendukung pertumbuhan rohaninya, tapi harus membuang hal-hal yang bisa menghalangi pertumbuhan imannya. Berdasarkan konteks ayat ini, maka kita melihat bahwa kita harus “terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kau ikuti selama ini.” Ini berarti kita harus memiliki komitmen untuk mempelajari firman Tuhan dengan baik. Paulus juga mengingatkan bahwa disiplin ini akan membawa keuntungan bagi kehidupan kita, “ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Jika latihan badani membawa keuntungan bagi fisik kita, maka latihan rohani juga akan membawa keuntungan bagi kerohanian kita. Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr 11:6c). Apakah kita sudah melatih diri untuk tekun beribadah? ”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat” (Ibr 10:25). Orang Kristen mengenal berdoa adalah nafas hidup orang percaya. Tetapi apakah sudah semua orang yang percaya bernafas di dalam Tuhan? Baiklah kita masing-masing memeriksa kehidupan kita, apakah ibadah telah menjadi prioritas dalam praktek hidup kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-26:1 Mampirlah Dengar Doaku
Mampirlah dengar doaku Yesus penebus. Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus. Yesus Tuhan, dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pengajaran Yang Berbuah Kebahagiaan


BERNYANYI BE. 730:1. Sai Patau Ma au Tuhan
Sai patau ma diringku ale Tuhan
Papatarhon hinauliMi Tuhan
Suru ma TondiMi, saor tu rohangki
Lao pa patar holongMu tu donganki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Amsal 8:12-17
Malam: 1 Timotius 6:14-19

RENUNGAN
Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya.
Amsal 3:12a

Pengajaran Yang Berbuah Kebahagiaan
Tuhan Yesus sering memberikan pengajaran tentang: Kerajaan Allah, Pertobatan, Kasih, kekudusan hidup, kerendahan hati, Doa, Iman, Pengampunan, Pemberitaan Injil dan akhir zaman. Tuhan Yesus sering dalam mengajar murid-murid-Nya melalui perumpamaan dengan maksud supaya lebih mudah untuk dipahami. Pengajaran Tuhan adalah kudus, mulia di mana tidak ada satupun yang tidak mengandung makna, yang tidak memiliki tujuan.

Belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Berbagai cara Tuhan memberi pengajaran terhadap manusia. Salah satu ialah pengajaran melalui suatu penderitaan. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan yang terjadi, bukan saja dalam kedaulatan Allah tetapi itu terjadi dalam kasihNya. Allah ingin agar umat-Nya menikmati hidup daripada-Nya. Salah contoh yang bisa kita baca dalam kisah kehidupan Ayub yang sangat menderita. Seorang pernah mengatakan bahwa nelayan yang baik tidak pernah dihasilkan dari pelayaran tanpa ombak dan badai. Demikian halnya orang Kristen yang dewasa tidak pernah dihasilkan dari kehidupan tanpa kesulitan, tantangan dan masalah. Penderitaan yang kita alami merupakan suatu pelajaran dan sebagai ujian yang apabila kita berserah kepada Tuhan Jesus untuk memberikan jalan keluar bagi kita sehingga kita akan menang. Demikianlah kenyataan yang dialami oleh Tuhan Yesus yang mengakhiri hidup-Nya di kayu salib, yang mati dan dikuburkan, bangkit di antara orang mati lalu naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 Di Muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Sumber Kehidupan


BERNYANYI BE. 24:1. Tatap Hami On
Tatap hami on na pungu di son;
Ai na naeng pujionnami
denggan ni basaM di hami.
Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Raja-raja 4:42-44
Malam: Matius 14:13-21

RENUNGAN
Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.
Imamat 25:19

Tuhan Sumber Kehidupan
Walalupun Allah telah memberikan mandat kepada manusia untuk berkuasa atas bumi dan isinya sebagai wakil Allah (Kej. 1:27-28), tetapi tanah tetap saja adalah milik Allah (Im. 25:23). Bagaimana umat memperlakukan tanah menunjukkan sikap umat terhadap Sang Pemilik Tanah (Ay-17). Bahkan dalam hal jual beli tanah pun (ay.14-17), umat dituntut untuk bertindak adil kepada orang lain, semata karena Tuhan adalah Allah mereka. Pemberian hukum atau ketetapan tentang jual beli tanah keluarga yang diberikan Tuhan kepada Israel, hendak mengatur jaminan pemeliharaan TUHAN baik kepada penjual maupun pembeli. Tuhan adalah penjamin kehidupan si pembeli yang tidak mengambil untung dari penjual yang terpaksa menjual tanah pusakanya. Di saat bersamaan, Tuhan itu juga menjamin kehidupan si penjual dengan memperoleh harga yang tepat dari si pembeli dan jaminan pembebasan tanah tersebut pada perayaan tahun Yobel.

Kekuatiran kita tentang kemiskinan dan penderitaan sering kali membuat kita serakah dan melupakan tanggungjawab untuk bertindak dengan kasih kepada orang lain. Kadang kita menahan dan merampas hak orang-orang lemah di sekitar kita, atau yang bekerja dengan kita. Saat seperti itu, kita sedang menjadi orang yang ragu bahwa Tuhan selalu mencukupkan kehidupan kita. Jadilah orang yang peduli hak sesama untuk hidup sejahtera, sebab Tuhan selalu memperhatikan, peduli dan menjamin kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-350:1-2 O Berkati Kami
O Berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmat-Mu, oleh sinar wajah-Mu
Wajah-Mu kiranya, ramah bercahaya
Pada kami b’rikanlah, damai dan sejahtera.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin