Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

ALLAH PERISAIMU, JANGAN TAKUT!


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. 247:1. “Sunguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

Pembacaan Firman
Pagi : Matius 28:19-20.
Malam : Yohanes 12:15-19.

Renungan: Kejadian 15:1.

Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan: “janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.

Setelah sekian lama hidup dekat dengan Tuhan, Abram kembali menerima penguatan dari Tuhan, “Janganlah takut Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar”. Kini, Abram menyingkirkan segala ketakutan dan hanya mengandalkan Tuhan. Pada masa-masa sulit Abram percaya bahwa janji Tuhan pasti digenapi, yakni bahwa ia dan keturunannya akan menjadi bangsa yang besar yang tak terhitung banyaknya. Abraham tidak hanya mengalami berkat-berkat rohani dari Tuhan, tapi juga diberkati dengan berkat jasmani (harta) yang melimpah oleh karena ketaatannya. Apa yang dialami oleh Abraham ini dapat pula kita alami. Tertulis: “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” (Gal. 3:29). Jadi, jangan cemas jika kita pun punya rasa khawatir! kita tidak perlu berpura-pura tidak merasa khawatir. Jika kita terganggu oleh kekhawatiran, akuilah perasaan itu. Lalu bagikan kekhawatiran yang muncul dengan seorang kawan yang dapat kita percayai. Dan yang terpenting, bicarakanlah kekhawatiranmu dengan Sahabat yang penuh kasih, yaitu Yesus Kristus. Dia mengetahui setiap pikiran dan perasaanmu (Mzm 139:4). Dengan penuh kasih Dia akan berkata kepadamu, “Janganlah takut” (Lukas 12:32). Mintalah kasih karunia-Nya untuk menolong kita mengatasi segala ketakutan dan kekhawatiran. Kemudian “nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!” Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

Doa Bapa kami – Amin.

Miserikordias Domini


Bumi Penuh Dengan Kasih Setia Tuhan (Mzm 33:5b)

Topik: Mensyukuri Kebaikan Tuhan
(Manghamauliatehon Denggan Basa ni Jahowa)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Yeremia 33:10-13
Ep. 1 Tesalonika 5:12-22

MINGGU KETIGA EASTER LOWER
Tiga Minggu Easter Lower di tutup dengan penyataan kasih setia Tuhan yang memenuhi bumi. Pembaharuan di tengah-tengah manusia yang dilakukan dari pihak Allah telah nyata bukan saja bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh yang bernafas di atas bumi. Pada Minggu Miserikordias Domini ini, kita di ajak untuk mensyukuri segala sesuatunya. Seluruh alam yang diciptakan oleh Tuhan juga telah merasakan pembebasan yang Yesus Kristus lakukan. Pemulihan atau rekonsiliasi yang Yesus berikan, harus berdampak dalam seluruh pola kehidupan manusia, bukan saja kepada sesamanya, tetapi juga kepada seluruh alam ciptaan Tuhan. Suasana sorgawi harus nyata melalui kemenangan dan kebangkitan Kristus. Gambaran Kerajaan Allah ditengah-tengah dunia ini telah dikumandangkan jauh sebelum Kristus dating ke dunia ini. Yesaya pasal 11 misalkan, ia memberikan gambaran kedamaian di atas bumi ketika Tuhan memulihkan keadaan bangsa Israel. Peristiwa pemulihan tersebut bukan hanya terjadi bagi umat, tetapi perdamaian dari Allah memenuhi seluruh sendi kehidupan. Gambaran anak manusia bermain di sarang ular dan tidak dipatuk, lembu dan beruang akan bersama-sama memakan rumput, singa akan memakan rumput, dan lain sebagainya. Penyataan ini yang dikumandangkan dalam minggu Miserikordias Domini, sebab dunia tidak lagi mengenal dosa, dan tidak ada lagi yang berbuat jahat, karena Allah telah mencurahkan kasih setiaNya kepada bumi, dan bumi bersukacita akan karya penyelamatan yang telah diberikan melalui PutraNya Yesus Kristus yang telah menjadi pendamai antara dunia dan KerajaanNya.

BERDOA DAN BERJAGA-JAGA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih selamat yang tak kunjung berhenti
Ajar aku madah indah, gita balai sorgamu
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

Pembacaan Firman
Pagi : Markus 13:33-37.
Malam : Lukas 21:34-38.

Renungan: Matius 26:41a

Berjaga-jagalah dan berdoalah
Yesus tahu bahwa para murid ini rentan akan godaan, Dia tahu betapa lemahnya daging mereka sehingga lewat daging itu mereka akan terus menerus dikalahkan jika mereka tidak terus berusaha untuk menguatkan roh mereka melalui doa. Ini adalah peringatan yang berlaku bukan saja kepada para murid di masa itu, tapi terlebih kepada kita semua di hari-hari ini. Betapa banyaknya godaan yang menyerang kita yang rentan ini dari berbagai sisi. Media massa, hiburan, pertemanan, lingkungan, gaya hidup dan lain-lain, semua itu bisa dengan mudah membawa berbagai godaan yang siap untuk menjatuhkan kita lagi dan lagi, terus menerus. Berbagai aspek kehidupan ini seringkali tidak bisa dipisahkan dari kita, sehingga semakin besar pula resiko kita untuk kembali jatuh meski kita sudah membulatkan tekad secara sungguh-sungguh untuk berubah. Kita harus berhati-hati, harus waspada, karena daging sebenarnya sangat lemah atau rentan terhadap godaan. Terlebih karena keinginan daging justru bisa memikat kita lebih daripada roh. Ketika roh kita kalah dibandingkan daging, maka berbagai hal jahat pun berpotensi menghancurkan kita.

Bagaimana caranya agar kita mampu mengatasi godaan-godaan dari kedagingan ini? Dari ayat ini kita bisa membaca bahwa metode yang diberikan Yesus adalah: “berjaga-jagalah dan berdoalah.” Jangan hanya serius pada satu hal tapi mengabaikan yang lain, jangan cuma rajin berdoa tapi lengah berjaga-jaga, jangan pula tekun berjaga-jaga tapi jarang berdoa. Bukan salah satu tetapi dilakukan bersama-sama. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

Doa Bapa kami – Amin.

KUASA DOA


Saat Teduh …………..

Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 2:1-10.
Malam : Matius 6:5-14.

Renungan: Matius 7:7.

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Bukan tanpa alasan apabila teks hari ini merupakan salah satu favorit bagi banyak orang Kristen dalam hal berdoa. Karena disebut disini bagi siapa yang meminta akan manerima. Siapa yang mencari akan mendapatkan. Siapa yang mengetuk akan mendapat pintu terbuka baginya. Salah satu yang tidak bisa dilupakan orang percaya adalah kebiasaan untuk berdoa. Hal inilah yang diajarkan oleh Yesus mengajak orang percaya agar tekun berdoa. Kita harus tekun berdoa janganlah hanya saat-saat tertentu saja, waktu ada kepentingan kita, atau saat kita menderita, tetapi dalam keadaan apapun situasi kehidupan kita harus setia untuk terus berdoa. Memang kita tidak cukup hanya berdoa saja, tetapi harus melakukan usaha, bahwa dengan mencari kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan, karena jika kita hanya meminta saja tanpa mencari maka itu akan menjadi sia-sia. Seperti kita yang menginginkan suatu pekerjaan apakah kita hanya berdoa untuk meminta? Tentu tidak karena hanya mengandalkan doa saja kita tidak akan mendapatkan pekerjaan tetapi harus ada usaha. Karena setiap orang yang berusaha mencari akan mendapat, sambil berdoa. Memang kita tidak bisa memaksa Allah untuk mengabulkan segala permintaan kita, sebaliknya Allahlah yang mengabulkan doa kita dengan kasihNya, karena Allah mengetahui apa yang paling penting dalam kebutuhan kita sehari-hari. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho
Sion tu banua ginjang, nang satongkin unang so.
Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

Doa Bapa kami – Amin.

BERSUKACITA DALAM PENGHARAPAN


Saat Teduh ………..

Nyanyian KJ. No. 222b : 1 . “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Puji Yesus Tuhanmu.

Pembacaan Firman:
Pagi : Mazmur 60:3-14.
Malam : Ibrani 9:1-14.

Renungan: Roma 12:12.

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.

Sukacita menjadi bagian penting dalam hidup orang percaya. Paulus mengajarkan untuk tetap bersukacita sekalipun dalam penderitaan. Menurut penelitian, jika orang gampang marah, cemas, takut, tertekan, maka otaknya segera mengeluarkan noradrenalin, yaitu hormon yang sangat beracun, yang dapat membuatnya mudah sakit dan cepat tua. Sebaliknya, jika seseorang menghadapi segala sesuatu dengan bersikap positif, otaknya akan mengeluarkan hormon betaendorfin, yang memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam hubungannya dengan sesama, meningkatkan semangat, daya tahan dan kreativitas diri. Jadi Tuhan tahu bagian mana dari diri manusia yang harus dikembangkan, itulah sebabnya Dia mengajak kita untuk bersukacita di segala keadaan. Sabarlah dalam kesesakan! Kesabaran adalah pelajaran bagi kita seumur hidup, artinya tidak mendahului Tuhan, tapi menyerahkan sepenuh pada Tuhan sambil menanti pertolonganNya. Dalam Ratapan 3:26, “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” Kesabaran kita dalam kesesakan /kesukaran akan membawa kita untuk tetap setia dan mengasihi Tuhan. Pada saat kita menantikan Allah, kita harus mengerti bahwa Allah tidak langsung mengabulkan apa yang kita harapkan. Nantikanlah pertolongan Tuhan dengan penuh kesabaran. Bertekunlah dalam doa! Berdoa artinya menunjukkan ketidakmampuan kita dan membiarkan Tuhan bekerja dalam hidup kita. Jadi, tugas kita dalah bekerja dan melakukan firmanNya, Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

Doa Bapa kami – Amin.

SELALU BERSYUKUR KEPADA TUHAN


Saat Teduh …………..

Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Korintus 2:14-17
Malam : Titus 3:3-8.

Renungan: 1 Korintus 15:57.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Bersyukur adalah respon iman orang percaya. Bersyukur karena berkat dan kasih setia Tuhan sepanjang hidupnya. Dalam nas ini, Paulus mengajak jemaat Korintus untuk selalu bersyukur. Karena Allah telah memberi kemenangan dengan mengutus anakNya Yesus Kristus ke dunia ini, untuk menebus dosa umat manusia. Sebagaimana kata Paulus: seandainya Yesus tidak bangkit dari kematian maka sia-sialah kepercayaan kita dan kita masih tetap hidup dalam dosa (I Kor 15:17), artinya tidak ada gunanya kita berdoa, memuji dan mendengar firmanNya, jika Yesus tidak bangkit dari kematian. Tetapi Kristus benar-benar bangkit dari kematian, karena itulah kita patut mengucap syukur. Kebangkitan Kristus telah mengalahkan segala kuasa dosa, maut dan kematian, dan kebangkitanNya menjadi dasar iman, pusat pemberitaaan, keselamatan, dan pengharapan akan hidup yang kekal. Kristus adalah kepastian dan hidup, maka kita tidak perlu kuatir tetapi jalanilah hidup dengan iman yang teguh sekalipun banyak masalah dan tantangan. Bersukacitalah di dalam Tuhan! Tetaplah setia melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang kita miliki. Layanilah Tuhan melalui doa, nyanyian, dan persembahan. Beritakanlah injil melalui perbuatan yang baik, sebagaimana kata Paulus: Berdirilah teguh, Jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan. Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak akan sia-sia. (I Kor 15: 58). Amen.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami

Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

Doa Bapa kami – Amin.

Kebangkitan Hidup


BERNYANYI BE. 96:3 Nunga Talu Hamatean
Marlasroha be ma hita, ala hehe Jesus i. Ai malua sude hita, sian hamagoan i. Haleluya, haleluya. Nunga hehe Jesus i. Haleluya, haleluya, nunga hehe Jesus i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Matius 25:31-46
Malam: Kisah Para Rasul 28:8-10

RENUNGAN
Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.
Yohanes 11:25b

Kebangkitan Hidup
Kematian adalah suatu hal yang sudah pasti akan terjadi dan harus kita lalui. Tetapi sering kita merasa tidak nyaman membayangkan kematian itu, kita merasa takut meskipun kita tahu bahwa ketakutan itu tidak akan memperpanjang usia kita. Dalam kehidupan, suka atau tidak suka kita sering mengalami kesulitan, pencobaan dan pergumulan yang berat. Ketika menghadapi kesulitan, kita sering bertanya: “Mengapa Tuhan tidak datang dan menolong tepat pada waktunya? Mengapa sesudah kita berdoa siang dan malam, pertolongan Tuhan tidak juga kunjung tiba?” Jika kita membaca kisah tentang apa yang dikerjakan Kristus kepada keluarga Lazarus, Tuhan membiarkan kesulitan itu terjadi justru dengan tujuan yang lebih besar. Dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya, Tuhan Yesus membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kematian, baik jasmani maupun rohani.

Percaya kepada Tuhan Yesus, berarti hidup atas kematian. Barangsiapa percaya kepada Tuhan, akan hidup walaupun sudah mati memiliki arti bahwa persoalan manusia tidak hanya berkaitan dengan hidup masa kini (sekarang) tetapi juga kehidupan yang akan datang (sesudah kematian). Sebaiknya kita tidak mengukur kasih Allah dengan kekayaan yang kita miliki, kesehatan, atau kelancaran rejeki yang Tuhan berikan. Ukurlah kasih Allah dengan seberapa besar Dia menyatakan kuasa-Nya, kemuliaan-Nya kepada kita. Seringkali untuk mengenal Allah dan kasih-Nya yang sedemikian, itu disertai dengan Tuhan yang mengijinkan segala kesulitan, pergumulan bahkan kematian di dalam hidup kita. Kalau itu terjadi, hal itu karena Tuhan mengasihi kita. Kristus mati menebus segala dosa kita untuk membawa kita kepada Allah. Kematian adalah bukan akhir bagi hidup orang percaya, tetapi kematian adalah sebuah pintu yang menuju kepada kehidupan kekal di dalam persekutuan dengan Allah. Hidup yang kekal itu bisa kita alami sekarang, ketika kita percaya. Sudah percayakah kita?

BERDOA

BERNYANYI – KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia; Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku bercela. O betapa mulia dan ajaib kuasa-Nya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin