Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

JANGAN TAKUT


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 19:1-7
Malam : Kisah P Rasul 20:17-28.

Renungan: Hakim-hakim 6:23-24.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati. “Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

Tuhan memanggil Gideon untuk menjadi alat-Nya, untuk menyelamatkan umat-Nya dari penindasan bangsa Midian. Tapi Gideon merasa dirinya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan tugas itu. Dia merasa bahwa dia berasal dari kaum yang tidak punya pengaruh di kalangan umat Israel, dan juga dia merasa masih terlalu muda. Tetapi Tuhan tidak membutuhkan orang yang punya kemampuan tinggi atau punya latar belakang yang hebat. Tuhan hanya membutuhkan seorang yang siap untuk dipakai-Nya. Gideon berjuang meruntuhkan mezbah Baal sehingga dia disebut dengan Yerubaal. Di saat orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan pada masa itu maka hukuman dari Tuhan tidak terelakkan. Mereka ditawan orang Midian, dan mengalami kemelaratan (6:1-6). Hal itu menjadikan mereka berteriak minta tolong kepadaNya. Tuhan itu Mahabaik, karena dia mau memberikan pertolongan kembali kepada bangsa Israel. Kemauan untuk mengharap pertolonganNya menjadikan bangsa Israel terselamatkan, dan itu diberikan-Nya melalui kehadiran Gideon. Ada pemahaman bahwa orang yang berjumpa dan melihat Tuhan akan mati oleh karena kekudusan Tuhan. Namun, itu tidak berlaku bagi orang pilihan Tuhan, karena Dia adalah keselamatan. Orang yang berjumpa dengan Tuhan tidak akan mati, namun sebaliknya akan hidup dan terselamatkan. Dengan demikian kita juga diajak untuk mencari Tuhan di dalam kehidupan kita sehingga kita terselamatkan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

Kantate


Nyanyikanlah Nyanyian Baru Bagi Tuhan (Mazmur 98:1)

Topik: Beribadah Kepada Tuhan Dengan Setia
(Marsomba tu Jahowa dibagasan Hasatiaon)

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna Kesucian dan Kesempurnaan.
Lambang kesucian Yesus Kristus dan para malaikat.

Ev. Esra 6:13-18
Ep. 2 Timoteus 2:1-7

MIDDLE EASTER – TRILOGY PSALM

Jiwa Kedua: “Kantate”
“Canticum Cantate Domino Canticum” ini adalah seruan kedua yang berarti “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan”. Seperti yang ditegaskan dalam minggu sebelumnya, bahwa hak ini tidak terlepas dari tiga tema Minggu pada Easter Lower, yaitu Paskah, Quasimodogeniti dan Miserikordias Domini (Kemenangan, Pembaharuan dan Kasih Karunia). Perubahan pola kehidupan harus terjadi, baik sikap, perkataan dan perbuatan, seluruhnya harus ada perubahan. Itu sebabnya dalam Minggu ini diserukan: “nyanyian baru”. Pernyataan nyanyian baru ini bukan bermaksud menciptakan lagu, tetapi lebih merujuk kepada pola kehidupan yang baru. Dalam liturgi HKBP, nyanyian persembahan yang sering di kumandangkan adalah sebuah cantata yang merujuk kepada jiwa dan tempo. Sebagai nyanyian yang bertempo cantata, tentunya BE. No. 204:2 ini harus dinyanyikan dengan semangat dan hentakan kegirangan, bahwa seluruh sendi kehidupan harus menjadi baru sebab karya dan berkat Allah telah diberikan kepada manusia. Demikian juga dengan jiwa yang tertuang dalam nyanyian persembahan tersebut, bahwa apa yang ada pada hidup kita, yaitu seluruh segi kehidupan adalah milik Allah semata, dan semua itu diserahkan kembali kepada Allah. Artinya, ketika Tuhan yang mengatur hidup kita, maka setiap hari, kita hidup dalam kehidupan yang baru. Kehidupan baru ini diungkapkan dalam bentuk nyanyian. Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20).

SETIALAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 364:1. “Berserah kepada Yesus”
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku
Ku kasihi, ‘ku percaya, ‘ku ikuti Dia t’rus
Aku berserah, aku berserah
KepadaMu Jurus’lamat aku berserah.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 2:19-25.
Malam : Kisah P Rasul 13:1-15.

Renungan: Yeremia 8:4.

Engkau harus mengatakan kepada mereka: “Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

Setiap manusia pasti menginginkan hasil yang terbaik dalam hidupnya, karena itu setiap manusia yang gagal akan kembali berusaha untuk memperbaiki kegagalannya dan mengusahakan keberhasilan. Sama halnya dengan seorang anak yang belajar merangkak, akan terus berusaha sampai bisa, bahkan sampai berjalan meskipun dalam prosesnya banyak waktu terjatuh hingga merasa kesakitan. Namun rasa sakit itu akan terbayar jika sudah berhasil, dan rasa sakit itu tidak akan dirasakan kembali. Setia dalam proses adalah kunci dari keberhasilan itu, meskipun banyak tantangan yang menghalangi sampai kepada tujuan. Dalam nats ini, TUHAN juga mengingatkan bangsa Israel agar setia dalam proses kehidupan, setia kepada TUHAN. Kesetiaan itu harus ditunjukkan dari ibadah yang dilakukan dan dampak dari ibadah itu dalam kehidupan sehari-hari, namun nyatanya mereka beribadah kepada TUHAN tetapi menindas orang disekitarnya (Yer .7:3, 7, 13, 15). Bukan hanya itu mereka juga percaya akan tahayul (Yer.7:16-20) sehingga ibadah mereka tidak diterima oleh TUHAN bahkan hukuman menjadi bagian hidup bagi mereka. Mereka dikalahkan oleh kerajaan Babel sehingga Yerusalem diporakporandakan. Oleh sebab itu TUHAN akan tetap menghukum mereka apabila tidak memperbaiki tingkah lakunya, namun apabila mereka kembali kepada Tuhan, maka TUHAN sendiri akan kembali mengangkat mereka. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 171:1. Tandai ma au
Tandai ma au, sungkapi ma dohot rohangku.
Uji ma au, pamanat huhut ma dalanku. Olo ditanda Ho au Debata

Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA DI DALAM TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 299:1. “Bersyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 3:15-18.
Malam : Kisah P Rasul 10:9-20.

Renungan: Mazmur 4:8.

Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak daripada mereka ketika mereka kelimpahan gandum dan anggur.

Dalam nats ini Pemazmur sedang menghadapi suatu masalah, Pemazmur berseru kepada Allah sebab pemazmur telah mengalami, merasakan dan tetap mengingat bagaimana Allah telah menolong dia. Allah memberikan kelegaan ketika dia mengalami kesesakan. Allah memberi sukacita melebihi kelimpahan gandum dan anggur. Pengalaman iman pemazmur ini menuntun kita dalam menyikapi masalah kehidupan. Walaupun pemazmur mengalami tekanan dan masalah atas perbuatan musuh namun ia tidak menghadapinya dengan amarah atau membalas dengan tindakan kejam. Justru sepertinya pemazmur menasehati agar mereka bisa menguasai diri. Walaupun ada kesukaran, tantangan dan penderitaan hidup namun pemazmur memiliki ketenangan hati, kedamaian jiwa, kegembiraan karena pemazmur percaya dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Bagi pemazmur, Tuhan adalah perisainya sebagaimana dinyatakan dalam invocatio : Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Bersama Tuhan ia tenang. Dalam kehidupan kita sehari-hari seringkali kita sibuk memikirkan perilaku orang lain yang tidak berkenan di hati, akibatnya kita sulit tidur dan badan menjadi kurus kering bahkan meluapkan emosi kearah yang tidak benar. Pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa orang percaya harus mampu mengendalikan diri. Siapakah yang kita andalkan dalam pergumulan hidup kita? Pemazmur menyerahkan kekhawatiran, kegelisahan dan kekecewaan kita hanya kepada Tuhan saja. Tidak ada penolong yang sempurna yang mampu mengatasi segalanya selain yang berkuasa atas kehidupan. Sukacita yang sejati hanyalah didalam Tuhan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolua au
Na basa do rohaM di au, o Jesus Tuhanki,
di ihuthon Ho au tu na dao mambuat rohangki

Doa Bapa kami – Amin.

DILENGKAPI OLEH ROH ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya,
aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar.
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus
aman pelukanNya, dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 2:1-14.
Malam : Kisah Para Rasul 8:34-40.

Renungan: Mazmur 51:14.

Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari padaMu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Nas ini menceritakan dosa yang dilakukan Daud yaitu melakukan perzinahan dengan merancangkan pembunuhan Uria, karena Daud menginginkan Betsyeba isteri Uria. Nabi Natan menegur Daud dengan menggunakan kisah orang kaya dan orang miskin (2 Sam 12:1-7). Orang kaya ini merampas satu-satunya anak domba yang dimiliki oleh si miskin. Kisah yang menggambarkan ketidakadilan ini membuat Daud sangat marah! Secara spontan ia mengatakan bahwa orang kaya ini harus dihukum mati. Orang kaya ini juga harus mengganti anak domba itu empat kali lipat! Pada saat itulah nabi Natan mengatakan: Engkaulah orang itu! Nabi Natan membongkar dosa Daud yang selama ini berusaha ia tutupi. Lalu apa respons Daud? Aku telah berdosa kepada Tuhan. Daud sungguh-sungguh memohon pengampunan Allah dan ada juga keinginan yang kuat untuk meminta agar dibangkitkannya kembali kegirangan yang selama itu telah hilang akibat kesedihan dari rasa bersalah Daud kepada Tuhan. Dan satu hal yang menarik, di puncak pertobatannya tesebut, ia memohon agar Tuhan memperlengkapi dirinya dengan roh yang rela atau hati. Apakah kita juga berani mengakui dengan jujur segala kesalahan yang telah kita lakukan? Atau berpura-pura hidup benar? Pengakuan dosa ini menjadi langkah awal bagi kita untuk dipulihkan oleh Allah, pengakuan yang jujur di hadapan Tuhan, sebab tangan Tuhan selalu terbuka untuk memberikan pengampunan dan pemulihan bagi kita. Janganlah merencanakan kejahatan dengan berusaha menutupinya, sebab di hadapan Tuhan tidak ada yang tersembunyi. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MEMULIHKAN UMATNYA


Saat Teduh….…………

Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 22:15-28.
Malam : Kisah P Rasul 18:24-28.

Renungan: Yeremia 31:16.

Beginilah firman TUHAN: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih-payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; mereka akan kembali dari negeri musuh.

Beragam persoalan bisa menimpa kehidupan setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Nabi Yeremia memiliki beban yang berat dalam melaksanakan tugasnya sebagai nabi Allah, namun ia mampu dan kuat. Rasul Paulus juga, merasa kesepian dan tertekan, namun ia tetap merasakan kehadiran Tuhan, yang memberikan kekuatan padanya. Paulus mengakui bahwa ia mempunyai keyakinan yang kokoh, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan. Paulus mengatakan, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya” (1 Kor 10:13). Sebagai anak-anak Tuhan tidak seharusnya kita dibelenggu oleh kekuatiran akan segala sesuatu, sebab kita memiliki Tuhan yang sanggup menolong kita. Ketika sakit Tuhan akan menjadi penyembuh kita, sebab “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Pet 2:24b); Ketika berada di dalam pergumulan yang berat Tuhan pasti menolong dan memberikan jalan keluar. Allah akan melimpahkan segala kasih karunia, supaya kita senantiasa berkecukupan di dalam segala hal dan malah berkelebihan di dalam Pelbagai kebajikan. Tuhan menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan memberikan berkat bagi kita bahkan melipatgandakannya. Bersukacitalah dalam segala hal karena itulah yang di inginkan Tuhan, Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No.194:2. Aut So Asi Roham
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP KUDUS, BERTOBATLAH!


Saat Teduh….…………

Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

Pembacaan Firman
Pagi : 2 Samuel 7:22-29.
Malam : Titus 2:1-6.

Renungan: Zakharia 13:1.

Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.

Kebersihan adalah salah satu faktor penting yang dibutuhkan dalam hidup ini. Tidak mengherankan di rumah-rumah, di-kantor, sekolah, di Hotel sampai di Mall selalu ada tenaga “cleaning service”. Kebersihan suatu lingkungan menjadi daya tarik dan jualan yang menarik minat setiap orang. Kalau lingkungannya bersih orang senang berada di tempat itu. Itu akan menjadi pilihan yang disukai. Tentu, diharapkan bahwa bukan tempat dan lingkungannya bersih, tetapi terlebih kalau orang-orang yang ada di situ juga harus bersih hati dan pikirannya. Firman Tuhan melalui Zakharia bukan hanya perintah untuk mendirikan bait Allah dan beribadah kepada-Nya. Tuhan juga menghendaki hidup umat berlangsung dalam kebenaran dan keadilan. Tuhan mau memurnikan dan membersihkan kehidupan umat dari dosa dan kecemaran. Tuhan tidak menghendaki orang berbuat jahat, termasuk mencuri. Baiklah masing-masing orang bekerja supaya dapat memperoleh berkat dalam hidupnya. Jangan ada orang makan atau memperoleh sesuatu tanpa mau bekerja keras. Pencuri adalah seorang pemalas yang dibenci oleh Tuhan. Demikian halnya, dusta dan penipuan adalah kekejian bagi Tuhan. Jangan memiliki mulut seperti orang fasik. “Sebab mulut orang fasik dan mulut penipu ternganga terhadap aku, mereka berbicara terhadap aku dengan lidah dusta; dengan kata-kata kebencian mereka menyerang aku dan memerangi aku tanpa alasan” (Mzm 109: 2, 3). Oleh karena itu, carilah yang baik dan jauhilah yang jahat. Berusahalah hidup benar dihadapan Tuhan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.475:1. Tuhan Jesus Siparmahan
Ho tongtong ihuthononku Jesus, Sipangolu au.
Tung na so tadingkononku Ho na paluahon au.
Sai marguru au tu Ho, sai marguru au tu Ho.
Ho tongtong ihuthononku Jesus Sipangolu au.

Doa Bapa kami – Amin.