Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERSERAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 94:1-11.
Malam : Mazmur 7:1-7.

Renungan: 1 Petrus 5:7.
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Dialah yang memelihara kamu

Kekuatiran seringkali menghampiri hidup kita pada hal apa yang kita kuatirkan belum tentu terjadi. Kekuatiran itu ada dua yaitu kekuatiran negatif, membahayakan dan merusak dan kekuatiran karena rasa prihatin yang positif. Kekuatiran yang berdampak negatif seringkali muncul sehingga mengganggu psikis dan fisik. Dalam dunia kesehatan kekuatiran yang berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan yang menimbulkan gangguan cemas dan menggangu fungsi-fungsi organ tubuh misalnya jantung menjadi berdenyut berlebihan, asam lambung meningkat mengakibatkan sakit maag. Kekuatiran muncul jika iman kita lemah. Rasul Petrus yang ragu-ragu terhadap Jesus pada saat menginjakkan kakinya ke air, ( Mat 14:22-31) dalam ayat 31 Jesus berkata kepada Petrus “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang”?. Ketika kita tidak dapat mempercayakan hidup kita, perasaan kita atau apapun yang terjadi dalam hidup kepada Tuhan Jesus, disaat itulah akan muncul kekuatiran. Lalu bagaimana mengatasi kekuatiran kita? Yang pertama: Pusatkan perhatian kepada Allah. Dalam Filippi 4:6 “ Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatkanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Melalui doalah kita menyampaikan segala permasalah hidup kita. Kedua: Percaya dengan Iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Kita harus memperkuat iman kepercayaan kita terhadap Tuhan Jesus. Dalam Johannes 15: 7 dikatakan “ Jikalau kamu tinggal dalam Aku dan firmanKu tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

Doa Bapa kami – Amin.

KESAKSIAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 106:1-8.
Malam : Lukas 19:1-10.

Renungan: Yesaya 26:16.
Ya Tuhan, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaranMu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa

Dalam pengalaman hidup seringkali seseorang baru mengingat Tuhan hanya pada saat ia mengalami masalah. Setelah masalah tersebut berlalu kerap kali ia lupa menyampaikan terima kasih kepada Tuhan. Hal ini sebagai sesuatu yang wajar karena pada saat sudah dalam kondisi aman dan nyaman tentu tidak ada lagi yang dikhawatirkan. Sesuatu yang tidak mengkhawatirkan buat apa mengundang orang lain untuk membantu. Bukankah diri sendiri dapat menjalaninya? Kata orang bijak : “Alah bisa karena biasa.” Sesuatu yang selalu kita lakukan berulang membuat kita terbiasa melakukan hal yang sama seperti selalu mengucapkan terima kasih atas setiap gerak kehidupan kita. Hal ini menandakan bahwa penyerahan hidup secara total kepada Tuhan merupakan sesuatu yang mutlak karena Dialah yang berdaulat atas kehidupan kita. Kesesakan adalah sesuatu yang mengkhawatirkan jika dilihat dari seseorang yang karena sakit penyakit yang sudah stadium lanjut dan sedang berada di ICCU Rumah Sakit. Mencari dan berdoa kepada Tuhan itulah yang diajarkan renungan ini bagi kita tanpa harus menuntut dan bertanya mengapa hal ini bisa terjadi? kita sampaikan segala pergumulan kita kepadaNya, karena Dia berdaulat atas kehidupan kita. Seperti doa Yesus di Getsemani : “tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN ITU DEKAT, TIDAK JAUH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 15:10-17.
Malam : Yesaya 1:16-17.

Renungan: Mazmur 145:18.
Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepadaNya, pada setiap orang yang berseru kepadaNya dalam kesetiaan.

Mungkin kita pernah merasa Tuhan jauh, padahal kita sudah berdoa, mengakui dosa, dan bertobat. Sebenarnya Tuhan tidak jauh, Ia tetap dekat dan peduli akan diri kita. Dari seorang Ayub kita dapat mengetahui bagaimana ia pernah merasakan di tinggalkan oleh Tuhan dan bagaimana ia mengatasi situasi seperti ini. Bertubi-tubi Allah menguji Ayub bukan hanya dalam hal harta, dimana Ayub pada masanya adalah orang yang sangat kaya, namun dalam satu hari Allah lenyapkan semua harta miliknya, selain harta Allah mengujinya dengan kehilangan jiwa-jiwa yang di kasihinya, dan tidak sampai di situ saja, Allah masih mengujinya dengan sakit penyakit yang menghinggapi tubuh Ayub. Namun ia tetap yakin bahwa Allah maha mengetahui setiap senti dari perjalanan hidupnya, dan ia yakin bahwa Allah sedang mengujinya bagaikan sebongkah emas yang akan bernilai tinggi, apabila telah dibentuk melalui beberapa tahapan proses pembentukan. Tuhan pun ingin agar kita mengasihi dan menyayanginya lebih dari kita mengasihi kekasih ataupun pasangan kita. Disinilah kita harus memahami dengan benar bahwa apapun yang diperhadapkan Tuhan kepada kita, adalah sebuah ketetapan yang telah Ia tetapkan sebelum semua itu terjadi. Saat kita mengalami ujian kesulitan hidup, kemakmuran dalam hidup, sakit penyakit, rupa-rupa persoalan baik besar maupun kecil, semua telah ada dalam rencana-Nya, semua Ia lakukan sesuai dengan kehendak-Nya untuk kebaikan kita bukan untuk mempersulit dan membuat kita menderita. Amin.

Berdoa

Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

Doa Bapa kami – Amin.

BAHAGIA KARENA DIAMPUNI


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu;
walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu;
makin dekat, Tuhan, kepadaMu

Pembacaan Firman
Pagi : Kolose 3:11-17.
Malam : Yohanes 8:1-11.

Renungan: Roma 4:7.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya

Tujuan manusia secara umum adalah bahagia. Bekerja keras mencari uang/kekayaan, Sekolah setinggi-tingginya, berjuang mencapai jabatan tinggi untuk sukses menurut kategori dunia ini. Ini bukan berarti bahwa semuanya itu tidak penting, tetapi hendaklah kita menyadari itu belum tentu membuat kita bahagia. Raja Salomo mengatakan itu semua sia-sia, seperti menjaring angin. Kebahagiaan adalah pemberian Allah, dan bukan hasil kepemilikan kekayaan harta dan keberhasilan dunia. Pengorbanan Kristus sangat mahal, tiada banding dan tidak dapat dibeli, itulah sebabnya dan tepatlah ucapan bahagia dalam Roma 4:7 yaitu: “berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya.”

Bagaimana dengan kita? Tanpa penyelesaian dosa oleh pengorbanan Kristus di kayu salib maka tidak ada harapan bagi kita. Juga tidak ada alternatif lain selain Kristus menderita, mati disalibkan menggantikan kita. Oleh karena itulah hendaklah kita sadar bahwa saat Kristus mengampuni dosa kita, maka saat itulah kebahagiaan sejati menjadi milik kita. Puji Tuhan. Jelaslah sekarang bagi kita, bahwa sesunguhnya tidak ada sarana apapun yang dapat membuat manusia bahagia, tanpa dosanya diampuni Kristus. Pesan Firman Tuhan hari ini adalah: 1) semua orang telah berdosa sejak dalam kandungan, 2) manusia butuh pengampunan dosa oleh Kristus 3) kita mangalami kebahagiaan jika Kristus menghapus dosa kita dan percaya pada Tuhan Yesus Kristus. Apa respon kita setelah dosa kita diampuni Kristus? Respond kita adalah melakukan penginjilan dan pemuridan agar makin banyak percaya pada Kristus sehingga memperoleh kebahagiaan sejati. Soli Deo Gloria. Amin

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

Doa Bapa kami – Amin.

Mengucap syukur


Tuhan meminta agar kita selalu bersyukur dalam segala hal.

Artinya bersyukur pada Tuhan yang mengampuni dosa kita jika kita menyesali dosa-dosa kita.

Pengampuman Kristus adalah karya terbesar dalam hidup kita. Ada kepastian keselamatan bagi yg beriman dan setia melakukan FirmanNya. Maka, dalam susah maupun senang tetap bersyukur. Hidup bersyukur adalah ciri orang beriman.

Kuasa mengucap syukur sangat besar. Mengucap syukur dalam segala hal lawannya adalah mengucap syukur untuk segala hal.

Kita tidak mengucap syukur untuk sakit, miskin, atau berduka, tapi kita mengucap syukur dalam kondisi sakit, miskin, ataupun sedang berduka.

Marilah hidup bersyukur setiap hari, dalam kondisi sehat, sakit, kaya, miskin, susah, senang, dan sebagainya, bersyukurlah. Itulah perintah Tuhan.

Selamat bersyukur senantiasa DALAM segala hal.

Ditulis oleh St. Partogian Sormin

BERAKAR DALAM KRISTUS


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

Pembacaa Firman
Pagi : Matius 5:38:48.
Malam : Hosea 14:1-8.

Renungan: Kolose 2:10.
Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa

Rasul Paulus mengirimkan surat ini kepada jemaat di Kolose saat ia di penjara. Ia menderita karena injil Kristus, yang ditentang keras saat itu oleh kekaisaran Roma. Walaupun dipenjara, dia tetap setia memberitakan injil keselamatan. Dia sungguh-sungguh percaya Tuhan Yesus adalah pencipta, pemelihara, kepala dan pemerintah seluruh dunia. Itulah sebabnya Paulus sangat berani dan giat memberitakan Firman Tuhan. Berdasarkan iman pada Kristus itulah, ia menolak ajaran palsu dengan cara berikut :1) hidup dan berakar dalam Firman Tuhan,2) bertambah teguh dalam iman pada Kristus, 3). melimpah dengan syukur (Kolose 2:6-7), 4) menjadikan kristus sebagai kepala dan penguasa hidup mereka (Kol. 2:10). Bagaimana dengan kita saat ini ?. Bukankah saat ini penyesat sedang marak?. Di sekeliling kita muncul banyak ragam ajaran dan falsafah anti Kristus. Hal itu tersebar luas di sekitar kita, juga di media sosial (internet), diantaranya praktek sihir, dukun, ajaran saksi Jahowa, mormon, postmodernisme, konsumerisme, hedonisme, materialisme, gay-lesbian dan transgender. Hal-hal itu telah merusak jutaan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Maka sebagai orang percaya waspadalah. Melalui renungan hari ini kita diajak mengevaluasi diri kita dan menjawab pertanyaan berikut : 1) apakah Firman Tuhan panduan hidup kita, 2) apakah kita anti sihir, ajaran mormon, saksi Jahowa, konsumerisme, hedonisme, dan sejenisnya ?, 3) apakah iman kita bertumbuh ?,4) apakah kita membagikan Firman Tuhan kepada orang lain dan menjadikan mereka murid Kristus ?. Selamat berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Kristus. Tunduklah kepada Tuhan, karena Dialah penguasa langit dan bumi! Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

Doa Bapa kami – Amin.

Penyertaan Allah bagi orang yang Setia


MINGGU EXAUDI, 02 JUNI 2019
(Daniel 3:21-29)

Pilih yang mana? Mau sembah patung atau mati? Jika pertanyaan ini ditujukan kepada saudara-saudara, apakah ini akan menjadi pilihan yang sulit bagi saudara untuk memilih satu di antara dua pilihan tersebut? Apa yang anda akan pikirkan jika anda dihadapkan pada situasi yang demikian? Bagi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menyembah patung tidak akan menjadi pilihan mereka. Meskipun resikonya adalah tidak hanya sekedar kehilangan jabatan mereka, melainkan juga nyawa mereka. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang kebanyakan orang lakukan. Banyak orang justru rela melakukan apa saja demi mempertahankan nyawa mereka. Bahkan banyak orang rela “menjual” imannya demi sebuah jabatan, pekerjaan, pasangan hidup, uang, kesenangan duniawi, dan lain sebagainya. Dalam situasi yang sangat genting Daniel dan kawan-kawannya menegaskan bahwa, meskipun Tuhan tidak melepaskan mereka dari perapian yang menyala-nyala, menyembah patung tidak akan pernah menjadi pilihan mereka (Dan 3:17-18).

Tentu saja pernyataan ini membuat Raja Nebukadnezar murka terhadap Daniel dan kawan-kawan. Pernyataan Daniel dan kawannya menyentuh kesombongan Nebukadnezar. Patung yang seluruhnya terbuat dari emas adalah wujud dari pemikiran Raja Nebukadnezar mengenai ambisinya. Nebukadnezar menetapkan bahwa patung itu harus disembah, yang tidak mau menyembah maka akan dibakar hidup-hidup. Bagi bangsa-bangsa selain Yahudi yang percaya kepada banyak dewa hal itu bukan masalah. Mudah saja bagi mereka menjadikan patung emas sebagai salah satu dewa yang harus mereka sembah. Namun itu masalah besar bagi Daniel dan kawan-kawan sebab mereka adalah umat Allah. Menyembah patung adalah melanggar hukum Allah. Oleh karena keputusannya itu mereka harus memasuki perapian yang menyala-nyala, yang panasnya ditingkatkan tujuh kali lipat. Secara logika dengan sekejap saja ketiga orang itu akan hangus terbakar. Akan tetapi Tuhan hadir menyertai mereka dan menyatakan kuasa-Nya. Jangankan hangus, ketiga orang itu malah berjalan-jalan di tengah api yang membara disertai seseorang yang rupanya seperti anak dewa. Tuhan hadir dan memberi kedamaian di tengah-tengah perapian. Padahal mereka dimasukkan dengan tubuh terikat (Dan 3:24, 25). Nebukadnezar pun takjub melihat keadaan ini. Selanjutnya, selain nyawa selamat, jabatan tinggi pun mereka terima dari raja (Dan 3:30). Kejadian ini kontras dengan apa yang menimpa orang-orang yang memasukkan Daniel dan kawan-kawan ke dalam perapian. Mereka terbakar dan mati.

Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego meneguhkan kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk kompromi dan menjual iman kita. Betapapun tuntutan zaman dan tekanan kehidupan mendesak kita, kita harus tetap berjalan lurus di dalam iman kepada Kristus. Walaupun nyawa sebagai taruhannya, iman kepada Kristus dan penurutan hukum Tuhan adalah yang utama. “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8: 35). Amin. (Pdt. Riki Simanjuntak