Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BEKERJA SESUAI KEHENDAK TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 12:12-26.
Malam : 1 Petrus 5:1-4.

03. Renungan: 2 Tesalonika 3:10b.
Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan

Manusia pertama yaitu Adam dan Hawa ditempatkan di taman eden, suatu tempat yang sudah dilengkapi akan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia ( Kej 2:8). Pada awalnya manusia itu diciptakan Tuhan bekerja menguasai semua isi taman eden dan sudah dicukupkan akan segala kebutuhan sehari-hari. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Tessalonika dengan menegur keras bagi orang yang bermalas-malasan dan tidak mau bekerja “ ….jika tidak mau bekerja janganlah makan…… karena rasul Paulus mendengar ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal yang tidak berguna ( ayat 11). Jika kita lihat nats ini mengingatkan kita agar bekerja untuk bisa memenuhi makan atau kebutuhan sehari-hari. Pada saat ini banyak terjadi korupsi yang tujuannya hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tidak mengindahkan Hukum Tuhan ke IV yaitu mengingat dan mengkuduskan hari Sabbat. Sebagai orang Kristen dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari haruslah bekerja dengan: Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal (Yoh 6:27) dan apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia ( Kol 3:23) Bekerjalah dengan jujur serta bertanggung jawab terhadap Tuhan. Pengkotbah mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang kita dapatkan itu bersumber dari Allah dan anugerah Allah sehingga kita harus mengucap syukur. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

LUPUT DARI KESESAKAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Yakobus 2:14-17.
Malam : Ibrani 11:36-40.

03. Renungan: Ayub 5:19.
Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

Kalau kita diminta menjawab cepat dan singkat dalam satu kata tentang Kisah Ayub, maka jawabannya adalah “penderitaan”. Ayub dilanda penderitaan, bahkan harus memperlihatkan dirinya dipermalukan/terhina dihadapan orang-orang dan sahabat dekatnya. Penderitaan ini tampak seperti hukuman dari Tuhan, karena selayaknya diterima oleh orang yang melanggar hukum Tuhan. Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kehidupan kita akan aman-aman saja, senang dan sukses terus. Faktanya, manusia hidup di dunia ini pasti akan mengalami kesusahan. Kesusahan itu harus kita rasakan, karena itu menjadi salah satu cara Tuhan untuk mendewasakan iman percaya kita. Sebenarnya banyak situasi yang kita rasakan sebagai suatu penderitaan, padahal itu adalah semata-mata penilaian orang/dunia. Sebaliknya, ketika kita bergembira, sehat dengan prima dan kaya, maka orang menilai bahwa Tuhan memberkati kita. Orang kristen haruslah melihat Ayub yang tahu bahwa penderitaan dan kesenangan adalah milik Tuhan. Tuhan dapat membalikkan situasi dalam sekejap. Orang kaya raya dapat dengan sekejap menjadi miskin dan menderita, dan sebaliknya orang miskin dan sakit-sakitan dapat dengan sekejap menjadi orang yang berkelimpahan dan selalu Jalani hidup dengan sukacita, dan jangan patah semangat ketika mengalami kesusahan, karena Tuhan menolong dan akan memberikan jalan keluar terhadap kesusahan yang kita alami. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

Yesus Penolong kita


Minggu VIII Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus

Topik:
Jesus pangurupi di ngolunta
(Yesus Penolong kita)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na ratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih
Yesus memberi pertumbuhan dan memelihara umat-Nya

Ev. Matius 8:23-27
Ep. 2 Raja-raja 5:8-14

INKARNASI YESUS
Kata inkarnasi berasal dari bahasa Latin “In Carne” yang dalam bahasa Yunaninya en sarki yang artinya “dalam daging”. Jadi inkarnasi bisa diartikan “masuk ke dalam daging”. Tentu saja yang dimaksud dengan “daging” bukan hanya tubuh, tetapi seluruh manusia. Inkarnasi Tuhan Yesus yakni pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang mengambil bentuk kemanusiaan, atau dengan kata lain Anak Allah menjelma dan menjadi daging. Siapakah yang Berinkarnasi?

Bukan Allah Tritunggal yang berinkarnasi, tetapi pribadi kedua dalam Allah Tritunggal, yang mengambil natur manusia. Tetapi juga harus diingat bahwa setiap pribadi dalam Allah Tritunggal ikut aktif dalam inkarnasi (Mat 1:20 Luk 1:35 Yoh 1:14 Kis 2:30 Ro 8:3 Gal 4:4 Fil 2:5-7).

Alkitab sendiri dengan tegas mengatakan bahwa Firmanlah yang menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Allah menjadi manusia tidak salah mutlak karena Yesus adalah Allah. Tetapi mungkin sebaiknya kita berkata bahwa Allah Anak/Firman/Logos menjadi manusia. Allah mencakup ketiga pribadi tersebut.

PENDERITAAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 12:33-37.
Malam : Yeremia 26:1-15.

03. Renungan: 2 Korintus 7:4b.
Dalam segala penderitaan kami, aku sangat terhibur dan sukacitaku berlimpah-limpah.
Mampukah kita menghayati penderitaan sebagai peristiwa sukacita? Bagi manusia zaman sekarang hampir bisa dipastikan hal ini adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi bagi orang kristen memaknai penderitaan sebagai sukacita, bukanlah hal yang mustahil. Hanya ada satu syarat yang harus kita penuhi yaitu memiliki pemahaman yang benar dan utuh tentang firman Tuhan. Pemahaman yang benar dan utuh terhadap firman Tuhan memberikan kekuatan dalam menjalani penderitaan penuh rasa sukacita. Oleh karena itu kita perlu mengembangkan minat membaca firman Tuhan. Dengan merenungkan firman Tuhan, kita mengetahui bahwa penderitaan Paulus benar-benar pengalaman nyata sebagaimana pengalaman sukacitanya. Ia sungguh-sungguh bersukacita karena penderitaan yang dialaminya. Mengapa Paulus tetap bersukacita meski berada di tengah-tengah penderitaan? Paulus bersukacita karena ia boleh menderita untuk jemaat Kristen. Paulus juga bersukacita karena boleh menderita untuk meneruskan penderitaan Kristus. Memang penderitaan Kristus sudah sempurna tetapi Paulus memberi penekanan dan pemaknaan terhadap penderitaannya sebagai penerusan penderitaan Yesus dalam membangun gerejaNya. Artinya dia telah memikul salib yang dulu pernah dipikul Kristus. Sudah selayaknya kita bersukacita apabila mengalami penderitaan demi kemuliaan Tuhan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DIUTUS UNTUK MELAYANI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juruselamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakan keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 5:13-16.
Malam : Yeremia 20:7-18.

03. Renungan: Yohanes 8:29.
Dan Ia yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Ayat Renungan diatas tentang sikap Yesus menghadapi orang Yahudi yang tetap tidak mengerti Firman Tuhan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Berulang-ulang Yesus menyampaikan Firman Nya namun mereka tetap gagal paham karena mata rohani mereka sudah buta. Yesus telah menyatakan bahwa Ia diutus dan disertai oleh Allah dan Dia selalu berbuat yang berkenan kepada Allah. Namun mereka tidak bisa melihat bahwa Yesus itu sendirilah Sang Juruselamat atau Sang Mesias, mereka hanya menggunakan pikiran dan ukuran sendiri dalam menilai dan memahami ajaran Tuhan Yesus tersebut. Bagaimana dengan kita yang hidup di era modern saat ini? Mungkin kita sudah bisa menerima bahwa Yesus adalah Sang Juruselamat, Dialah yang memungkin kita bisa masuk kedalam kerajaan Allah, dan kita juga sudah merasakan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita bahkan kita sudah dikarunia dengan berkat yang melimpah. Selanjutnya apa yang harus kita perbuat? Tuhan Allah menginginkan agar kita siap jadi Utusan Allah dalam menyebarkan berita keselamatan yang dari pada Tuhan. Kita harus menyelamatkan jiwa-jiwa yang disesatkan oleh dunia ini, mereka yang menghamba kepada kuasa dosa, yang melakukan sesuatu tanpa panduan Firman Allah, sehingga mereka mengalami berbagai malapetaka maupun penderitaan. Mari siapkan diri kita, tetap teguh iman kita kepada Yesus, lakukan segala sesuatu dengan talenta dan berkat yang telah kita terima dari Tuhan, ajarkanlah berita keselamatan itu, berbuatlah kasih bagi sesama manusia, dan selalu lah berdoa kepada Tuhan agar kita tetap disertai dan dijagai dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DATANG DAN PERGI TIDAK BAWA APA-APA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti
Ajar aku madah indah, gita balai sorgamu
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 9:24-27.
Malam : Yeremia 18:1-12.

03. Renungan: 1 Timotius 6:7.
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.

Ayat Renungan diatas merupakan bagian nasehat dari Rasul Paulus kepada calon penerusnya yaitu Timotius tentang kekayaan (1 Timotius 6:6-10), untuk menghadapi situasi lingkungan kebanyakan masyarakat Efesus saat itu yang mendewakan uang dan memburu kekayaan sebagai tujuan hidupnya, sehingga banyak diantara mereka mendapat kedukaan dan penderitaan. Situasi Efesus tersebut ternyata masih terjadi sampai saat ini, malah lebih canggih tipu muslihat yang dilakukan orang untuk mendapatkan harta dengan menghalalkan segala cara. Firman hari ini mengingatkan kita dengan sangat keras bahwa ‘kita tidak pernah membawa harta ke dunia ini dan juga tidak pernah membawa harta ketika maut menjemput kita’. Artinya semua harta yang kita miliki saat ini adalah suatu titipan daripada Tuhan untuk kita kelola dengan bijaksana supaya mendatangkan hal-hal yang baik dan berkat bagi sesama sehingga Nama Tuhan semakin dipermuliakan. Berarti alangkah malangnya jika ada seorang Kristen yang percaya kepada Tuhan Yesus masih merasakan kepahitan kemiskinan dalam hidupnya, yang siang malam banting tulang mencari harta untuk memuaskan keinginan duniawinya semata, untuk supaya dihormati dan dipuji orang lain, untuk mebuat dirinya aman dan nyaman dengan harta dan tabungan uang yang berlimpah. Karena kalau itu yang dilakukan, maka penderitaan dan kedukaan lah yang didapatkannya sepanjang hidupnya di dunia ini dan kematian abadi diraihnya setelah kehidupan di dunia ini. Untuk itu marilah saudara terkasih untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dan kita manfaatkan talenta dan berkat yang kita terima dari Tuhan demi kemuliaan Nama Tuhan semata. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa Kami-Amin

ORA ET LABORA


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaa Firman
Pagi : Yakobus 3:1-12.
Malam : Yeremia 14:19-15:9.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 3:1.
Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke bait Allah.

Kisah Rasul 3: ini menunjukkan ketaatan Rasul Petrus, Yohannes dan setiap orang percaya dalam pelayanan. Setelah mereka berdoa, kemudian pada ayat 6 dikatakan Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh sejak kecil, orang itu pun sembuh dalam kuasa Yesus. Kualitas pelayanan mereka sangat baik, dan mereka mempraktekkan berdoa dan bekerja (ora et labora). Apa implikasi renungan hari ini untuk kita? Ada beberapa prinsip penting yang perlu kita contoh dalam kehidupan Petrus dan Yohannes yaitu :

1) berdoa telah menjadi gaya hidup Petrus dan Yohannes yang terintegrasi dengan pekerjaan mereka ,

2) doa yang dilakukan secara teratur dan sungguh-sungguh telah memberikan energi supra-natural dalam pelayanan, yaitu menyembuhkan orang yang sudah lumpuh 40 tahun.

3) disiplin doa mengakibatkan pelayanan mereka makin produktif dan terus memuliakan Tuhan.

Melalui renungan hari ini kita dimotivasi agar dalam merencanakan, melaksanakan tugas dan tanggungjawab hendaknya selalu mengandalkan Tuhan; hal itu didukung dengan disiplin doa. Gereja atau keluarga yang mau maju adalah gereja dan keluarga membangun dirinya dengan doa. Menjalani masa-masa krisis sosial, ekonomi saat ini, kita diajak untuk saling menolong, baik berupa uang, tenaga, pemikiran, tenaga, dll sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Benar kata Firman Tuhan : “Doa orang benar, jika dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya”. (Yak 5:16b). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho. Sion tu banua ginjang,
nang satongkin unang so. Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.