Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

DIBANGUN OLEH TUHAN


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 2 : 1 . “Suci – suci – suci”
Suci, suci, suci Tuhan Maha Kuasa! Di Kau kami puji di pagi yang teduh.
Suci, suci, suci, murah dan perkasa, Allah Tri Tunggal, agung namaMu!

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Lukas 7:1-10
Malam : Yeremia 52:12-34

03. Renungan: Mazmur 127:1a
Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya

Sebuah pengakuan dari pemazmur, dalam hal ini Salomo sebagai seorang raja yang bergumul dengan sebuah bangunan raksasa yakni Bait Allah. Salomo menyadari bahwa untuk mendapatkan sebuah bangunan yang diharapkan tidaklah mudah. Sebab bukan saja soal konstruksinya yang harus bagus Tetapi pergumulan Salomo juga berhubungan dengan siapakah yang layak mengkoordinir bangunan rumah itu. Sebab sudah terbukti bahwa Bait Allah sudah direncanakan pada zaman ayahnya Daud; namun sampai akhir pemerintahannya, Bait Allah belum juga berdiri. Tetapi karena pertolongan Tuhan, melalui Salomo, Bait Allah yang megah bisa berdiri. Hal berikut juga yang menyebabkan Salomo tiba pada pengakuan seperti tadi bukan sekedar berhubungan dengan pembangunan rumah secara fisik, melainkan juga membangun relasi atau hubungan dengan orang lain. Kata “membangun” dalam bahasa Ibrani: banah, : menata dalam arti mengatur dan membuat indah dan baik. Kemudian kata bait: di samping artinya rumah juga, berarti keluarga, persekutuan di antara beberapa keluarga dalam satu marga atau dalam satu kampung.

Dari pengalaman Salomo sebagaimana digambarkan tadi, maka ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu kita bukanlah membangun rumah secara fisik melainkan membangun persekutuan jemaat dengan berbagai watak dan karakternya masing-masing. Dan ini tidak gampang! Kita perlu menyerahkannya ke dalam tuntunan dan penyertaan Tuhan. Kita perlu belajar dari Salomo, untuk mengakui dengan rendah hati bahwa bukan kita yang membangun rumah ini tetapi Tuhan. Kita hanya dipakai oleh Tuhan sebagai alat di dalam tangannya. Karena itu, Marilah kita terus memohon Kekuatan dan penyertaan Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 14:1. Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu Jahowa tutu, pardengganbasa, parasiroha salelengna i
Pardengganbasa i, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON


Ia ruhut parmahanion dohot paminsangon i, i ma ruhut sidalanhononhon laho marmahani dohot maminsang ruas ni huria. Ingkon badia do ruas ni huria i di portibi on, ala ni i sialoon ni huria i do nasa dosa na niula ni ruasna unang gabe pargasipan di huria i. Ai marhite Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon i togutoguon ma angka pardosa anggiat dipauba rohana gabe mangolu ibana muse (Hes. 33: 11; 1 Kor. 5:5). Asa ia sangkap ni Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon, i ma laho manogunogu dohot pauliulihon huria i. Dibahen i ganup halak na padalanhonsa naeng manghangoluhon holong ni roha, unang ma songon panguhum sambing ibana dirajumi, alai songon parmahan do tahe na mangaramoti tondi ro di ngolu ni na pinarmahanna (Hes. 3: 20; Mat. 16: 19).

Hombar tusi, adong tolu pangalaho siingoton ni huria laho mandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon tu pangalaosi: Manogunogu ruas ni huria asa marsihohot di holong ni Kristus Jesus. Manjaga asa polin huhut unang rarat dosa i di tongatongana. Ai marhite sian pinsangpinsang i naeng dipanghilalahon pardosa i rimas ni Debata paboa na so jadi pasombuon parjahat i mian di bagasan hajahatonna. Marhite jamita, poda, tangiang dohot parmahanion do palumbaon halak na naeng mardosa asa dipasiding dosa i huhut dijamothon dirina. Asa magopo do nasa paminsangon parhuriaon ia so nionjar ni holong ni roha nasida maminsang. Ai ndada na manorui umbahen dipinsang nasida alai na mangurupi jala mangajari do. Anggiat marhite paminsangon i gabe mangolu tondi nang parsaoranna.

KASIH


Saat Teduh………….

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku, Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus, Tuhan dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 17:41-54.
Malam : Yeremia 52:1-11.

03. Renungan: Roma 10:17.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Walau kita tidak melihat : Tuhan, Surga dan neraka, kita tidak menyaksikan Yesus Kristus telah mati di kayu salib dan telah bangkit dari antara orang mati untuk menyelematkan orang yang percaya kepadanya, tetapi sebagai orang Kristen kita pasti percaya semuanya itu. Jika tidak, maka dia adalah Kristen logika, karena lebih mengandalkan, rasionalitas, akal dan logika, yang menuntut fakta dan bukti nyata, dan ini akan menghambat pertumbuhan iman Kekristenan seseorang.

Bagaimana upaya kita agar iman dapat bertumbuh? Kita harus mengandalkan dan memahami Injil : Sebab di dalamnya (Injil) nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1:17). Artinya, orang yang tidak benar tidak akan bisa mendengar suaraNya. Iman timbul dari pendengaran, dan iman adalah keyakinan bukan didapat melalui kemampuan akal, pikiran kita atau karena melakukan perbuatan baik, tetapi hanya karena karya mulia Yesus Kristus di kayu salib. Untuk itu, agar iman bertumbuh dengan teguh : bacalah firman Allah melalui Injil; percaya kepada karya Kristus di kayu salib; mendengarkan pemberitaan Injil; berdoa; menyembah dan memuliakan Kristus; dan ikut serta dalam Perjamuan Kudus. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 309:4. Raphon Tuhan Jesus i
Hupasahat ma antong saluhut langkangku. Tu Tuhanku na tongtong, mian di rohangku
Manang aha pe hubaen, Ho hupangasahon. Ale Tuhan! Tulus baen saluhutna, Amen.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP KEKAL BERSAMA YESUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian NKB. No. 3:1. “Terpujilah Allah”
Terpujilah Allah, hikmatNya besar, begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar
Sehingga di b’rilah PutraNya kudus, mengangkat manusia serta menebus
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar, bergemar mendengar suaraNya
Dapatkanlah Allah demi PutraNya, b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:7-11.
Malam : Yeremia 39:1-18.

03. Renungan: Yohanes 3:15
Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Allah menghendaki manusia untuk hidup kekal. Adam dan Hawa diizinkan menikmati buah dari semua pohon di Taman Eden, termasuk buah dari pohon kehidupan (Kej. 2:15). Namun mereka sengaja memakan buah dari satu-satunya pohon yang dilarang (Kej. 2:17; 3:1-7). Sebagai akibatnya, mereka diusir dari kediaman mereka yang kekal itu (Kej. 3:23) dan kematian pun datang ke dalam dunia (1Kor. 15:21). Namun Allah masih menghendaki umat manusia untuk tinggal bersama Dia selamanya. Karena kita “yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus” (Ef. 2:13-14), kini kita dapat tinggal bersama Allah selama-lamanya (Yoh. 14:2-3; Why. 21:3). “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6:40).

Meskipun orang-orang percaya itu mati, mereka tidak musnah. Mereka akan bangkit pada saat kebangkitan karena Yesus adalah “kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Inilah kehidupan kekal yang diberikan Yesus kepada orang percaya, “mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yoh. 10:28). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 309:1. Raphon Tuhan Jesus i
Raphon Tuhan Jesus i, pungka ulaonmu. Ingkon tu Ibana i, parguruhononmu
Baen Ibana donganmi, hehe dohot modom. Dege ma bogasNa i, rohami pahohom.

06. Doa Bapa kami – Amin.

DOA JADI GAYA HIDUP


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 9:1-5.
Malam : Yeremia 38:14-28

03. Renungan: Mazmur 70:5.
Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari padaMu selalu berkata: “Allah itu besar”.

Permohonan doa Daud mendapat jawaban dari Allah sehingga ia mengajak orang-orang benar bersama dengan dirinya bersukacita (5a). Landasan kegembiraan Daud adalah Allah. Sebab, Allah tidak mengecewakan orang yang sungguh-sungguh mencari dan berharap kepada-Nya. Daud yakin bahwa orang yang mencari Allah dan mencintai keselamatan-Nya akan memuji Allah itu besar (5b). Karena karya Allah hadir dalam kehidupan mereka. Perbuatan Allah yang ajaib membuat mereka selalu takjub akan kebesaran Allah. Tidak heran jika Allah lebih utama dalam kehidupan mereka daripada hal-hal yang lain.

Banyak orang yang melakukan doa sebagai alternatif terakhir saat semua jalan sudah dicoba. Seharusnya doa sebagai gaya hidup bukan sebagai alternatif terakhir. Atau doa itu sebagai ban serep dikala kita membutuhkan Tuhan Yesus dalam setiap kita memiliki persoalan hidup. Inilah yang kadangkala membuat iman kita menjadi stag atau tetap menjadi bayi rohani. Jika kita masih menganggap bahwa doa hanya sebagai bagian dari hidup atau bila diperlukan saja kita berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus maka sama halnya kita menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah Bapa. Kita berdoa sama dengan kita berkomunikasi dua arah baik dari arah kita kepada Allah Bapa dan kita mendengarkan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa untuk kita lakukan. Dan juga jika kita tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah Bapa mana bisa kita sekehendak hati kita meminta sesuatu kepada Allah Bapa. Oleh sebab itu jadikanlah doa itu sebagai gaya hidup dan tetaplah berdoa! Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 304:3. O Jesus Panondang
Jesus, pargogoi ma au sadari on, sai padao ma dosa sian rohangkon
Asa hu ihuthon hataMi tongtong, jala hupasangap ho di tano on.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HUKUM TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 19:19-21.
Malam : Yeremia 38:7-13.

03. Renungan: Mazmur 19:10.
Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum TUHAN itu benar; adil semuanya.

Perjalanan Hidup semakin menderu oleh pesatnya jaman. Akankah kita mengikuti arus atau kita melawan arus? Jika kita hanya mengikuti arus, kita akan sama seperti air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah. Namun ketahuilah, bila kita mengikuti arus hidup yang sedemikian rupa, kita akan berada di tempat yang paling rendah di hadapan Allah. Dunia bisa saja meninabobokkan kita agar terbuai arus hidup duniawi. Tetapi Nats kali ini mengajak kita lebih teliti untuk memperhatikan apa yang telah kita dengar. Artinya, untuk menangkal berbagai pengaruh duniawi, baiklah kita menggunakan ketelitian untuk bukan saja mendengar, tetapi “memperhatikan” dalam artian melakukan apa yang telah difirmankan oleh Tuhan dalam tatanan kehidupan baik dalam keluarga, lingkungan, pekerjaan, bernegara dan berbangsa. Firman Tuhan mengatakan, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya (2 Tim 4:3).” Dengan meneladani kehidupan Tuhan Yesus serta menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepadaNya. Janganlah kita khawatir bila dalam menjalani hidup terkadang harus melawan arus, apapun pergumulan hidup kita saat ini. Marilah kita berpegang teguh pada firman Tuhan Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 301:6. Las situtu rohangku
Marguru tu Tuhanku ma au di sasude; ditogu Debatangku ma au tu na ture
Sai pasupasu ma ulaon ni tanganku, sude sibahenonku, o Tuhan Debata.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KUAT DAN BIJAK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 12:3-8.
Malam : Yeremia 38:1-6.

03. Renungan: Mazmur 147:5.
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

Saat kita mengalami begitu banyak pergumulan, persoalan ataupun masalah seringkali iman kita menjadi lemah sehingga kita kehilangan kekuatan di dalam menjalani hidup ini. Tetapi sebenarnya saat mengalami banyak persoalan, harusnya kita tetap kuat dan jangan mudah menyerah. Sebab kita memiliki Tuhan sebagai sumber kekuatan kita dan kebijaksanaanNya tak terhingga. Karena di dalam Tuhan sajalah kita pasti akan kuat. Dan bersama Dia kita akan tangguh menghadapi apapun dan tidak akan goyah. Ketika kita mengalami persoalan yang berat jangan pesimis ingatlah segala perkara dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepada kita. Agar selalu mendapatkan kekuatan dari Tuhan kita perlu memiliki hubungan yang erat denganNya, sebab hanya Tuhan sajalah sumber kekuatan kita, bersama Dia kita tidak akan mudah goyah. Kekuatan dapat kita peroleh ketika kita membaca serta dapat merenungkan FirmanNya. Jangan pernah meremehkan Firman Tuhan sebab di dalamnya juga berisikan janji-janji Tuhan yang akan memberikan kita kekuatan, bahkan kelegaan yang baru. Di dalam kesesakan apapun tetaplah memuji, serta merenungkan akan kebenaran FirmanNya. Walaupun di dalam hidup ini ada banyak persoalan, jangan merasa kita lemah tetaplah menjadi kuat dan jalanilah segalanya bersama Tuhan serta mengandalkanNya sebagai sumber kekuatan kita. Bersama Dia kita akan menanggung segala perkara dan keluar sebagai pemenang. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 303:6. Jahowa, Tuhanki
Sai pasupasu ma sude pambahenanku, o Tuhan Debata, nang nasa pingkiranku
Sai naeng marsangap Ho dibaen hatangku pe, Paboa na di Ho do gogongki sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.