DOA JADI GAYA HIDUP


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 9:1-5.
Malam : Yeremia 38:14-28

03. Renungan: Mazmur 70:5.
Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari padaMu selalu berkata: “Allah itu besar”.

Permohonan doa Daud mendapat jawaban dari Allah sehingga ia mengajak orang-orang benar bersama dengan dirinya bersukacita (5a). Landasan kegembiraan Daud adalah Allah. Sebab, Allah tidak mengecewakan orang yang sungguh-sungguh mencari dan berharap kepada-Nya. Daud yakin bahwa orang yang mencari Allah dan mencintai keselamatan-Nya akan memuji Allah itu besar (5b). Karena karya Allah hadir dalam kehidupan mereka. Perbuatan Allah yang ajaib membuat mereka selalu takjub akan kebesaran Allah. Tidak heran jika Allah lebih utama dalam kehidupan mereka daripada hal-hal yang lain.

Banyak orang yang melakukan doa sebagai alternatif terakhir saat semua jalan sudah dicoba. Seharusnya doa sebagai gaya hidup bukan sebagai alternatif terakhir. Atau doa itu sebagai ban serep dikala kita membutuhkan Tuhan Yesus dalam setiap kita memiliki persoalan hidup. Inilah yang kadangkala membuat iman kita menjadi stag atau tetap menjadi bayi rohani. Jika kita masih menganggap bahwa doa hanya sebagai bagian dari hidup atau bila diperlukan saja kita berdoa dan memohon kepada Tuhan Yesus maka sama halnya kita menjauhkan diri dari persekutuan dengan Allah Bapa. Kita berdoa sama dengan kita berkomunikasi dua arah baik dari arah kita kepada Allah Bapa dan kita mendengarkan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa untuk kita lakukan. Dan juga jika kita tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Allah Bapa mana bisa kita sekehendak hati kita meminta sesuatu kepada Allah Bapa. Oleh sebab itu jadikanlah doa itu sebagai gaya hidup dan tetaplah berdoa! Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 304:3. O Jesus Panondang
Jesus, pargogoi ma au sadari on, sai padao ma dosa sian rohangkon
Asa hu ihuthon hataMi tongtong, jala hupasangap ho di tano on.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s