Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN MENYERTAI UMATNYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagiaku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yakobus 5:13-18.
Malam : Ratapan 5:1-22.

03. Renungan: Yeremia 30:11.
Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.

Musa diutus Tuhan untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir, sebab Tuhan telah mendengar dan memperhatikan seruan penderitaan umatNya oleh karena kerasnya perbudakan bagi umat Israel di Mesir dan juga yang mengingat akan perjanjianNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub (Ul 2: 23-24). Sebagai orang percaya, seharusnya kita tidak boleh meragukan penyertaan Tuhan atas kehidupan kita, sebab kita harus tetap menyadari bahwa jikalau kita masih menghirup nafas hidup ini, hal itu telah menjadi bukti bahwa Allah ada bersama-sama dengan kita. Kenapa demikian?, karena nafas hidup yang kita hirup ini bukan miliki kita, tetapi miliknya Allah.

Menyadari bahwa nafas hidup ini milik Allah, lalu apabila kita melihat bahwa orang yang tidak percaya kepada Allahpun masih tetap menghirup nafas hidup yang daripada Allah tersebut, seharusnya kita mampu melihat semuanya itu sebagai suatu bukti bahwa Dia adalah Allah yang setia dan adil. Seringkali kita mempersoalnya kehadiran Tuhan dalam hidup kita, karena kita menuntut bukti sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita inginkan. Lebih ironis lagi, mata hati kita seperti telah tertutup, sehingga kita tidak mampu lagi melihat dan menyadari, bahwa kita tidak bisa menambah satu detik umur hidup ini, kalau sudah waktunya Tuhan. Oleh sebab itu saat ini kita harus menyadari bahwa apapun yang terjadi, Allah selalu ada bersama-sama dengan kita dan tidak pernah meninggalkan kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
Namandalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon (RPP)

Huria do na marmahani dohot na maminsang angka pangalaosi marhite angka parhalado ni huria niuluhon ni pandita manang wakilna. Ndada holan parhalado disi rajuman na maminsang nasida alai tung sandok huria i do. Dibahen i tama do saluhut nasida manjaga asa unang masa pangalaosion di huria. Ala ni i ingkon saluhut do nasida patut palumbahon na naeng mardosa i. Ndang sai tarbahen sandok huria I marpungu, sae ma holan angka na pinajolo ni huria i, i ma angka parhalado ni huria. Di rapotnasida ma dipamanat ia adong sitangkasan manang sipinsangon sian angka dongan na mangalaosi.

Ia i ditotophon rapot i, i do putusna. Dung putus panimbangon taringot tu paminsangon sibahenon tu parsala, dipingkiri rapot i ma dalan pasingothon ibana huhut manangianghon ibana. Ai umbahen dipinsang ibana asa saut do ibana malua sian pangalaosion manang dosana gabe mangolu muse. Naeng ma botoon ni parsala, sandok huria i do na patupahon paminsangon ala ni pambahenanna, ndang roharoha ni parhalado na maminsang ibana. Ndang tagamon so unduk rohana, jala mabiar huhut maila ibana, molo dihilala sandok huria i do na maminsang ibana. Ndang jadi ginjang roha ni na maminsang, alai naeng ma mardongan tangiang rapot i padalanhon pinsangpinsang tu pangalaosi i, ai rap jolma na gale do hita hinaliangan ni dosa. Holan ala asi ni roha ni Debata sambing do na mangaramoti hita, umbahen so madabu hita tu dosa.

TUHAN SETIA AKAN JANJINYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Raja-raja 20:1-11.
Malam : Ratapan 3:34-57.

03. Renungan: 1 Raja-raja 8:24.
Engkau yang tetap berpegang pada janjiMu terhadap hambaMu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tanganMu apa yang Kau firmankan dengan mulutMu, seperti yang terjadi pada hari ini.

Janji Tuhan bagi orang percaya berikan pada para murid juga berlaku untuk kita semua orang Kristen yang percaya pada-Nya sebab kita merupakan pengikut setia Yesus. Akan tetapi, yang terjadi sekarang ini adalah timbulnya keraguan terhadap janji Tuhan tersebut. Kita sebagai manusia seringkali merasa takut dan khawatir akan hukum taurat dan Tuhan selalu mengingatkan jika Ia adalah Emanuel yang akan selalu menyertai kita, Semua kuasa atas surga dan bumi berada di tangan-Nya sehingga tidak perlu lagi kita meragukan kuasa dari Tuhan. Contohnya sebagai berikut: Tuhan Yesus berjanji, “Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh. 15:7-8).

Namun, itu adalah janji bahwa Allah akan menanggapi setiap kerinduan kita untuk memperoleh kebajikan yang disebut Rasul Paulus sebagai “buah Roh” (Gal. 5:22-23) dalam diri kita. Apabila kita sungguh-sungguh merindukan kekudusan dan memintanya kepada Allah, Dia akan memuaskan kerinduan itu. Memang dibutuhkan waktu, karena pertumbuhan rohani terjadi secara bertahap, sama seperti pertumbuhan jasmani. Jangan menyerah. Teruslah meminta kepada Allah untuk menguduskan Anda. Pada waktu yang ditentukan-Nya, Anda “akan menerimanya.” Allah tidak menjanjikan apa yang tidak akan digenapi-Nya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1,4. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu
Diparbaga Debata tu na marsaroha da,
Pasupasu na godang ima roha na sonang

06. Doa Bapa kami – Amin.

KETEGUHAN IMAN


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sunguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 42:1-9.
Malam : Ratapan 3:13-24.

03. Renungan: 1 Timotius 1:19.
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kuduskanlah iman mereka

Paulus juga mengingatkan Timotius bahwa dirinya menjadi pelayan Tuhan berdasarkan nubuat, yaitu peneguhan Roh Kudus atas panggilan Timotius melalui sesama orang percaya, termasuk Paulus sendiri. Tugas Timotius adalah “memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni”. Kata kerja Yunani yang diterjemahkan menjadi “memperjuangkan” di sini mempunyai arti harfiah mengabdi sebagai prajurit. Perjuangan itu, seperti yang akan kita lihat pada nas-nas selanjutnya, adalah memelihara jemaat yang Allah telah percayakan kepadanya. Untuk dapat melakukannya, Paulus menunjuk pada iman dan hati nurani yang murni sebagai syarat utama. Kedua hal ini, sebelumnya telah disebutkan Paulus, akan menimbulkan kasih. Iman dan hati nurani yang murni itu akan menimbulkan kerelaan untuk berjuang.

Hati nurani (syneidesis) di dalam surat I Timotius berarti kesadaran yang mendasari terwujudnya perilaku yang sesuai dengan etika Kristiani. Himeneus dan Aleksander adalah contoh orang-orang yang melayani, namun kandas imannya karena menolak memelihara hati nurani yang murni. Menyerahkan mereka kepada Iblis adalah tindakan disiplin yang terakhir, untuk membawa pada penyesalan dan pertobatan. Tiap bentuk pelayanan yang Kristen lakukan, dari menjadi sukarelawan/wati juru masak untuk kegiatan gereja sampai menjadi pemimpin jemaat, semuanya menuntut keseriusan untuk melihatnya sebagai suatu perjuangan. Orang Kristen dituntut untuk setia menjaga hati dan perilaku, Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERSIHKANLAH HATIMU !


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Efesus 2:1-10.
Malam : Ratapan 2:1-22.

03. Renungan: Yeremia 4:14.
Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Hati merupakan organ vital yang berfungsi menawar dan menetralisir racun, mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein dan zat-zat lainnya. Hati juga membuat empedu, zat yang membantu pencernaan lemak di dalam tubuh. Ini menunjukkan bahwa hati memiliki peranan yang teramat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu kita semua dianjurkan untuk selalu menjaga dan merawat hati supaya tetap sehat. Bagaimana caranya? Yaitu dengan rajin berolahraga dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Berkenaan dengan soal ‘hati’ ini, firman Tuhan juga tak henti-hentinya menasihati dan memperingatkan kita untuk selalu menjaganya. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Dari hati dapat timbul berbagai masalah dalam kehidupan ini: “…timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Mat 15:19). Bila ‘hati’ bermasalah, muncullah sakit hati, panas hati, pahit hati, patah hati, hati yang luka, dan sebagainya. Hati yang bermasalah atau hati yang tidak bersih adalah penghalang untuk kita mendekat kepada Tuhan, penghalang untuk kita menerima jawaban doa, penghalang untuk kita mengalami kebaikan Tuhan, sebab Tuhan itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya (Mzm 73:1). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami, sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN JAWABAN HIDUP


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 222b:1. “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Puji Yesus Tuhanmu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 1:11-24
Malam : Ratapan 1:12-22

03. Renungan: Mazmur 86:3.
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepadaMulah aku berseru sepanjang hari

Orang bijak mengatakan, “Tuhan tidak hanya memberikan kemampuan untuk hidup tetapi juga kemampuan untuk menderita. Persoalan-persoalan hidup seperti kemiskinan, penyakit, masalah perilaku, masalah keluarga bahkan ancaman bisa saja saja datang menghampiri kehidupan kita. Demikianlah pengalaman Daud. Sepanjang hidupnya, Raja Daud berulang kali menghadapi situasi yang mengancam nyawa di mana sepertinya tidak ada lagi jalan keluar. Namun, di Mazmur 86 ini bahwa dalam masa kesesakannya, Daud selalu berpegang kepada Tuhan. Ia berkata, “Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku. Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku” (86:6-7). Daud juga melihat jauh melampaui bahaya di hadapannya dengan meminta Allah untuk memimpin langkahnya. “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu” (86:11). Ketika krisis yang dihadapinya telah berlalu, Daud ingin terus berjalan bersama Allah.

Berserulah kepada Tuhan untuk meminta pertolongan-Nya dalam kesulitan supaya Tuhan memasuki hidup kita. Kita bisa memintanya melalui doa. Jika kita adalah milik Tuhan, maka kita harus berpegang pada janjiNya, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

KEBEBASAN


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 10:1. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia! Datang berkaum,
B’rilah musikmu bergaung, angkatlah puji-pujian.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 12:18-25
Malam : Ratapan 1:1-11

03. Renungan: 1 Korintus 7:21b
Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu

Seorang terdakwa yang sudah menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan selama lima tahun, karena melakukan kejahatan tetapi akhirnya ada pemberitahun, yang terdakwa ini akan segera dibebaskan. Setelah mendengar segera dibebaskan, yang terdakwa begitu luar biasa sukacitanya, karena setelah bebas bisa berjumpa dengan keluarga. Demikian juga dengan orang percaya, dimana Yesus Kristus datang ke dua ini, untuk membebaskan umat manusia dari kuasa dosa dan maut. Paulus juga menasihatkan jangan merasa malu tentang hal itu, karena kita telah diperbudak oleh dosa, tetapi kini telah dibebaskan dan merdeka. Semua orang percaya dikasihi dan dibebaskan baik Yahudi maupun non Yahudi; Karena di dalam Kristus perbedaan-perbedaan lama antara mereka bersunat dan tidak bersunat tidak ada perbedaanya sama di dalam Kristus. Tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak laki-laki atau perempuan karena kamu semua satu di dalam Kristus Yesus (Gal 3: 28).

Kita yang sudah dipanggil oleh Tuhan sudah menjadi milikNya, sudah menjadi orang bebas karena dosa kita telah dihapus. Jadi baik budak dan orang merdeka sama-sama memiliki hubungan sama di dalam Kristus, yakni hubungan kemerdekaan dan pelayannan. Kebebasan dalam arti bukan berbuat untuk sebebas-bebasnya apa yang kita lakukan, tetapi bagi kita yang sudah dibebaskan dari perhambaan dosa, selagi masih ada waktu dan kesempatan ini marilah kita senatiasa berlomba-berlomba berbuat yang terbaik dan terindah untuk Tuhan. Walaupun dalam melakukan itu, bukan mudah banyak tantangan yang harus kita alami, tetapi dengan berkat pertolongan Tuhan, kita tidak usah takut dan gentar. Amen.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 20:1. Paian ma di hami
O Jesus Tuhannami, sai tatap hami on
Asi rohaM di hami, palua hami on

06. Doa Bapa kami – Amin.