Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERSERULAH PADA TUHAN!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Korintus 17:10-19.
Malam : 2 Korintus 5:11-18.

03. Renungan: Yeremia 33:3.
Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.

Pada waktu itu Yeremia dalam keadaan terkurung, mungkin ada di antara kita yang hari-hari ini juga, dalam keadaan terkurung dengan sakit-penyakit, masalah hutang, masalah keluarga, bisnis yang kurang baik, tetapi Tuhan berkata kepada kita semua: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” (Yer 33:3). Mari berseru kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab Saudara dan memberitahukan kepada Saudara hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami (tidak masuk akal, sulit untuk dipikirkan dengan akal yang sehat), yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yaitu yang tidak masuk akal dan sulit dipikirkan dengan akal yang sehat, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.

Kadang-kadang inilah yang menjadi kendala di dalam hidup ini, sebenarnya Tuhan sudah menjawab, tetapi kita yang menerima justru berkata: “Mana mungkin? Satu tambah satu harus dua dong, masak satu tambah satu sama dengan empat. Ini tidak masuk akal, tidak mungkinlah ditinjau dari sudut manapun.” Tetapi Tuhan justru menjawab dengan cara seperti itu. Saya percaya Tuhan berkata kepada kita: “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.” Kuncinya adalah percaya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 207:1. Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku sai togu au. Paima tos hosangku ramoti au
Ndang olo au mardalan sasada au. Sai Ho ma ale Tuhan manogu au.

06. Doa Bapa kami – Amin

Manjangkon mulak na hona RPP.


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
Manjangkon mulak na hona RPP.

Rade do tongtong huria i manjangkon haroro ni parsala na naeng mulak i, ai marhite i lam moru ma utang ni na sahuria i maradophon Parmahan Na Sumurung i, i ma Tuhan i. Parbue ni tangiang dohot ulaon ni huria do na pinataridahon ni sangkap ni parsala na naeng mulak i, ala naung marpanghorhon i tu diri ni parsala i. Dapothonon ni parsala na naeng mulak i ma pangula ni huria dalan pabotohon sangkapna naeng mulak. Urupan ni pangula ni huria ma ibana laho manurathon pangidoanna i, asa adong siboanon tu rapot ni parhalado na niuluhon ni pandita manang wakilna.

Dung denggan ditimbangi rapot pangidoanna i, paboaon ma i muse tu ibana, asa rade ibana umbege hata ni tingting panjangkonon di bagasan parmingguon. Sihobasan ni guru huria dohot pandita ma ulaon panjangkonon i di tongatonga ni huria, di jolo ni Parmahan na Sumurung i. Ai nunga saut be parsaoran na ginohan ni holong ni roha ni Debata na patut sihalashononhon songon ari na balga, ari pardamean di sandok huria i. Taringot tu panjangkonon di halak na matemate ne: Boi do jangkonon mulak tu huria halak na hona pinsang naung matemate ne, molo dipatuduhon unduk nang hamubaon ni rohana dung
ditangkasi pandita hinasintongna. Jala na boi do pasahaton tu nasida Ulaon na Badia; songon i nang molo monding nasida, boi do antoan ni huria hombar tu panangkasion ni panditana. Taringot tu panjangkonon di parhalado ni huria: Molo hona Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon sasahalak; partohonan di huria. alai nunga dipauba rohana jala dijangkon huria i parsitutuon dohot hatauonna, boi do nasida sumuang manjalo dohot mangulahon Tohonanna muse molo so pola mambahen gasip tu huria i.

RAJA SEPANJANG JAMAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Timotius 1:12-17.
Malam : 2 Korintus 5:1-10.

03. Renungan: Mazmur 74:12.
Namun Engkau ya Allah adalah Rajaku dari jaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi.

Dalam perjalanan di padang gurun Musa selalu menceritakan kebesaran dan campur tangan Tuhan dalam kehidupan umatNya. Ia selalu mengajak bangsa Israel supaya berpegang teguh pada ketetapan dan perintah-Nya setiap hari bahkan sepanjang hidup supaya mereka berbahagia dan hidup sejahtera di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepada mereka untuk selama-lamanya.” Allah dalam diri Yesus Kristus hadir dalam kehidupan kita saat ini. Tanda keselamatan yang paling nyata adalah ketika kita menerima Sakramen Pembaptisan. Saat itulah kita menerima kehadiran Sang Penyelamat dan menerima keselamatan itu. Karena dengan pembaptisan, kita dibebaskan dari dosa dan manusia lama serta diubah menjadi seorang manusia baru, kita ditenggelamkan dalam karya penyelamatan Allah.
Yesus menolong kita untuk menciptakan suatu masa depan yang indah dan baik. Keselamatan menjadi suatu kemenangan bagi kita. Kita patut bersyukur karena Yesus mencintai kita dan selalu hadir dalam kehidupan kita. Kita patut bersyukur karena kita mempunyai seorang penyelamat yang mulia. Semoga semakin hari kita pun semakin menyadari peranan Yesus dalam kehidupan kita dan karya keselamatan yang Ia kerjakan tidak menjadi sia-sia. Semoga kita pun semakin dikuatkan dalam menjalani kehidupan ini. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:3. Aut so asi rohaM
Anggiat ma holong, rohangku sai tongtong, burju tu Ho
Sai dongananMu au manang tu dia lao, sonang tutu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERKAT SORGAWI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 40:25-31.
Malam : 2 Korintus 4:13-18.

03. Renungan: Markus 25:34a
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu.

Peristiwa kenaikan merupakan lanjutan dari peristiwa Paskah, Yesus yang bangkit itu Naik ke Sorga dan duduk di sebelah Kanan Allah Bapa. Selain memahami hakekat Yesus Kristus Anak Allah yang kembali ke sorga, Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus membuka pengharapan baru bagi orang percaya. Kenaikan Kristus bertujuan mempersiapkan tempat dan kebahagiaan kekal bagi orang-orang yang diselamatkan. Ini penting, bahwa pahit manisnya kehidupan di dunia ini akan kita lalui, kelak semua orang akan menuju kehidupan yang kekal. Barang siapa yang percaya kepada Yesus Kristus telah digaransi ikut bersama Yesus Kristus dalam kebahagiaan. Dengan demikian peristiwa kenaiman Yesus Kristus adalah kegembiraan bagi orang percaya: kita memperoleh kepastian untuk memperoleh hidup kekal.

Setiap hari Minggu kita menerima berkat Tuhan yang luar biasa. Allah mau menyinari dengan wajah-Nya dan memberikan kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya dan memberi damai sejahtera. Oleh karena itu Jangan terlalu berpusat pada perkara materi saja tetapi yang penting adalah perkara rohani. Firman Tuhan berkata, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol 3:1-3). Dan Paulus juga berkata, “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Kor 4:18), Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma di Ho o Debata ala basaM
Sibahen dalan i marhite anakMi tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN MENGHAKIMI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 25:31-26.
Malam : 2 Korintus 4:1-6.

03. Renungan: 1 Korintus 4:5.
Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati . Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Pekerjaaan yang paling gampang di dunia ini adalah menuduh atau mengkritik kekurangan orang lain. Sifat-sifat buruk orang lain tampak begitu besar dan nyata, sehingga kita terdorong untuk menegur dan menghakiminya. Padahal tanpa sadar kita pun punya sifat buruk itu, bahkan mungkin lebih parah! Ini ibarat orang yang menunjuk yang lain dengan satu jari pada hal empat jari lagi mengarah pada diri sendiri. Firman Tuhan dalam Matius 7:1-51 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” Seseorang harus menyadari kekuarangannya, dan berusaha memperbaikinya. Saling memahami di dalam hubungan antara orangtua dan anak, atau suami dan istri dan juga orang lain. Saling membangun dan mengingatkan, menegor dengan penuh kasih. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 190:1. Las rohangku situtu
Las rohangku situtu mida Jesus na lulu. Manjalahi hajolmaon,
Ai Ibana paluahon, joma manusia i sian hamagoan i

06. Doa Bapa kami – Amin.

SETIALAH KEPADA TUHAN


Saat Teduh….…………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia,
Kau kukasihi, Kau junjunganku, bahagiaku yang baka.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 2:11-13.
Malam : 2 Korintus 3:12-18.

03. Renungan: Mazmur 2:8.
Mintalah kepadaKu, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

Umat Israel seringkali meragukan otoritas Tuhan, sehingga mereka jatuh kepada persoalan besar dan penderitaan. Sama halnya dengan kita saat ini, keragu-raguan dan ketakutan lebih mendominasi hidup dibandingkan iman percaya kita kepada Tuhan. Nas ini mengajak kita untuk percaya akan janji Tuhan yang melampaui apa yang kita bayangkan. Karena janji itu berbunyi, “Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu,”(Mzm 2:8). Secara jujur harus diakui bahwa jikalau Tuhan mengabulkan doa kita dengan memberikan bangsa-bangsa menjadi milik pusaka kita, maka ada dua reaksi yang akan timbul. Reaksi pertama adalah takut untuk berdoa, karena sadar akan tanggungjawab yang harus diterima. Raksi kedua adalah berani meminta hal-hal yang besar kepada Tuhan.

Nas ini memberikan pengertian kepada kita, bahwa sebelum berdoa untuk meminta kepada Tuhan, maka kita harus meyakinkan diri kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Mengapa? Karena banyak orang Kristen yang berdoa dengan ragu-ragu dan tidak yakin pada diri mereka bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Itulah sebabnya, doa-doa mereka tidak terjawab selama mereka berdoa. Yakobus menulis tentang doa bahwa, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya,”(Yak 1:6-8). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 188:1. Jahowa Siparmahan au
Jahowa Siparmahan au, dang hurang manang aha.
Ai nasa jea dipadao do sian dorbiaNa. Tongon dibaen na lomak i,
lao pangoluhon tondingki. Dibaen asi rohaNa.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN HAKIM YANG ADIL


Saat Teduh….…………

01. Nyanyian KJ. No. 299:1. “Besyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 1:1-11.
Malam : 2 Korintus 3:7-11.

03. Renungan: 2 Timotius 4:8.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya

Paulus menulis surat kepada Timotius dari balik penjara Roma. Ia menjelaskan bahwa Mahkota kebenaran adalah upah kekal yang disediakan bagi umat Tuhan yang tetap hidup di dalam jalan kebenaran. Paulus menguatkan Timotius, juga seluruh orang beriman, supaya tetap bertanding dengan baik sampai akhir, tetap memelihara iman dan kebenaran, dan tetap merindukan Tuhan! Memilih jalan kebenaran adalah komitmen yang harus dibuat hari demi hari bahkan langkah demi langkah. Yusuf adalah contoh yang tepat untuk hal ini. Sekalipun menjadi anak yang paling muda, namun Yusuf tetap memilih jalan yang benar. Yusuf tetap mengambil pilihan yang terbaik dan membawanya terbang lebih tinggi dalam rencana Allah. Ia memilih untuk tetap hidup benar bahkan Yusuf memberanikan diri untuk membela kebenaran dengan cara menyampaikan kabar kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya sebagai kepala keluarga.

Berjalan dalam kebenaran akan mendatangkan risiko dibenci oleh mereka yang tidak mau ikut dalam jalan kebenaran! Jangan takut untuk hidup benar dan membela kebenaran sekalipun usia kita masih relatif muda. Roh Kudus menuntun umat Tuhan selalu berada dalam jalan kebenaran. Jangan takut untuk dibenci orang banyak karena Tuhan akan melindungi kita. Jangan gentar karena Firman Tuhan berjanji: “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” (Mzm. 5:13). Karena itu, teruslah berjuang menyatakan kebenaran agar kita memperoleh upah mahkota kebenaran dari Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolua au
Na basa do rohaM di au, o Jesus Tuhanki,
di ihuthon Ho au tu na dao mambuat rohangki

06. Doa Bapa kami – Amin.