Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

CIPTAAN BARU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Ulangan 23:21-24:4.
 Malam : Yakobus 2:1-13.

03. Renungan: 2 Korintus 5:17.
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kehidupan Kristen yang sejati adalah kehidupan yang berproses: dari manusia ‘lama’ menjadi ciptaan ‘baru’ di dalam Kristus; yang dulunya hamba dosa, “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18), yang dulunya terpisah dari Allah, kini telah diperdamaikan dengan Allah, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ‘jauh’, sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus.” (Efesus 2:13). Proses penciptaan kembali menjadi manusia baru adalah melalui karya penebusan darah Kristus. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor 5:17). Status kita adalah ciptaan baru, Jangan menyerahkan tubuh bagi dosa. “…hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:12-13). Tetaplah di dalam Tuhan. “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (Kol 2:6). Kita harus melekat kepada Tuhan supaya semakin bertumbuh di dalam-Nya, sampai kita mencapai kedewasaan iman. Amin

04. Berdoa

05. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

06. Doa Penutup.

BUKAN HAMBA DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 20:1-21.
 Malam : Yakobus 1:2-8.

03. Renungan: 1 Korintus 6:12.
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apa pun.

Beberapa waktu yang lalu ada pemberitaan seseorang yang meninggal karena terlalu lelah dalam bekerja, juga ada berita tentang seorang anak yang kehilangan kesadarannya ketika bermain game online dalam tempo waktu yang lama. Dunia saat ini menuntut kita agar totalitas dalam hal yang kita kerjakan, tak jarang tuntutan itu membuat kita seolah-olah dibelenggu oleh rutinitas. Dalam bacaan kita hari ini, Alkitab mengingatkan bahwasnya kita telah dibeli dan harga yang harus kita bayar itu telah lunas. Alkitab menggambarkan kita sebagai umat yang telah ditebus dari perbudakan. Kita telah ditebus lunas dari hukuman dosa yang harus kita tanggung.

Oleh karena itu janganlah kita tetap menghamba kepada dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kristus telah melepaskan jerat dosa yang ada, dulu kita yang tidak dapat berbuat apapun karena jeratan dosa itu. Sekarang kita telah bebas. Namun mari gunakan kebebasan itu untuk memberitakan kebaikan Tuhan semata. Mari kita isi kebebasan itu dengan perbuatan yang mencerminkan kemuliaan Allah dan jangan kembali ke perhambaan oleh dosa. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP TAK BERCELA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:1. “Di Muka Tuhan Yesus”
Di Muka Tuhan Yesus, betapa hina diriku
Kubawa dosa-dosaku, di muka Tuhan Yesus

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Ulangan 30:1-9a.
 Malam : Matius 15:1-9.

03. Renungan: Mazmur 119:1.
Berbahagilah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

Saat baru mulai bekerja untuk radio BBC di London, Paul Arnold diberi tugas untuk membuat “bunyi langkah orang berjalan” yang dipakai dalam drama-drama radio. Sementara aktor membacakan naskah yang menampilkan adegan jalan kaki, Paul harus membuat langkah-langkah kaki yang pas. Ia perlu memperhatikan kecepatan bunyi yang dibuatnya agar sesuai dengan suara dan kalimat-kalimat yang diucapkan sang aktor. Ia mengatakan bahwa tantangan utamanya adalah begaimana menuruti sang aktor dalam cerita. “agar kami berdua bisa bekerja sama” Kerjasama seperti itulah yang dirindukan oleh penulis Mazmur 119, suatu mazmur yang menekankan hidup seturut firman Tuhan. Mazmur 119 ayat 1 berkata Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.

Hidup tidak bercela bukan berarti tidak pernah berbuat kesalahan. Daud seorang raja besar Israel pernah melakukan kesalahan. Ia berzinah dengan Batsyeba (2 Sam 11;1 – 27). Setelah ditegur dan diperingatkan oleh nabi Natan, Daud pun segera menyesali perbuatannya dan kemudian bertobat. Inilah pengakuan Daud. “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kau anggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku.! (Maz 51:5, 6, 12, 13). Daud mau bekerjasama dan merelakan diri untuk dikoreksi dan dibersihkan oleh Tuhan. Marilah kita dalam menjadi hidup ini mau bekerjasama dan merelakan diri untuk dikoreksi dan dibersihkan oleh Tuhan.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.470:1. Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au, dohot na adong di au
Gogo dohot hosangki, sahat ma tu tanganMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

IMAN TANPA PERBUATAN


Saat Teduh……………

02. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 119:1-8.
 Malam : 1 Yohanes 2:7-17.

03. Renungan: Yakobus 2:17.
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Seorang pengendara mobil menuju pasar swalayan dia melihat seorang wanita sedang berjalan ditepi jalan. Pengendara tersebut merasa bahwa dia perlu memutar balik mobilnya dan menawarkan tumpangan kepada wanita tersebut. Setelah melakukannya, hatinya tersentuh pada saat mendengarkan bahwa si wanita itu tidak punya cukup uang untuk naik bus sehingga harus pulang berjalan kaki beberapa kilometer di bawah terik panas matahari. Dengan menawarkan tumpangan, pengendara tersebut telah melaksanakan perintah Yakobus kepada orang Kristen agar mereka mewujudkan iman mereka dalam perbuatan. Sebab banyak orang Kristen fasih dalam berkata-kata tentang kasih tetapi lalai dalam berbuat.

Dalam Yakobus 2:14 dikatakan “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?” Seorang dikatakan memiliki iman bila dia percaya walaupun belum melihat bukti. Selain itu, seorang beriman taat melakukan kehendak Tuhan, apa pun risikonya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 26:1-5.
Malam : Yakobus 1:12-16

03. Renungan: Titus 2:9.
Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah.

Untuk meraih keberhasilan dan membuat perubahan hidup dibutuhkan kegigihan dan pantang menyerah. Kita sadar bahwa tidak selamanya kita berjalan dalam situasi buruk dalam kehidupan kita. Rasul Paulus menasehati hamba yang bekerja untuk tuannya agar terus melakukan tugas pelayanannya dalam kesadaran yang dalam bahwa seolah-olah ketika bekerja dengan taat kepada tuannya, ia sama dengan taat kepada Kristus. Ketaatan dilakukan dengan tulus hati dan bukan hanya menyenangkan hati orang lain saja. Kita tidak melaksanakan tugas kita seperti orang munafik yang hanya bekerja dengan baik saat sedang diawasi. Mesti diperhatikan bahwa Allah sedang mengawasi. William Barcklay mengatakan : setiap karya orang Kristen, betapapun kecilnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Apakah kita tulus melaksanakan tugas tanggungjawab kita dengan baik? banyak orang yang bekerja sebagai pekerja upahan saja. Sebagai orang Kristen harus mengakui bahwa setiap tugas yang dipertanggungjawabkan kepada kita adalah berasal dari Allah. Oleh karena itu , ketika kita melakukan tugas itu sama seperti kita melakukannya untuk Allah. Seperti yang melakukannya pekerjaannya dengan baik akan mendapatkan belasannya dari Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENGIKUT YESUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun, ‘
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Amsal 6:6-23
 Malam : Yohanes 8:12-30.

03. Renungan: Lukas 14:28.
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uanganya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Pengajaran Yesus tentang perumpamaan seseorang yang akan mendirikan menara dengan terlebih dahulu harus mengadakan perencanaan dan perhitungan supaya menara tersebut bisa diselesaikan pembangunannya dengan baik dan dapat digunakan, adalah perumpamaan yang mengarah kepada hal mengikut Yesus. Perencanaan dan perhitungan ini bukan saja diperlukan ketika menjalani kehidupan di dunia, tapi juga ketika kita mengikut Yesus Kristus. Ketika kita memutuskan untuk mengikuti Yesus, kita juga harus memikirkan dan mempertimbangkan apa yang harus kita korbankan, karena mungkin bisa saja kita akan kehilangan popularitas (Yoh 15:19) bahkan kenyamanan fisik (Luk 9:58), mungkin kita harus siap untuk ditolak, dibenci, dikatakan tidak ‘gaul’ ataupun kita siap untuk di ejek atau di lecehkan bahkan siap untuk di rendahkan ketika kita “ tidak ikut” melakukan perbuatan yang melanggar firman Tuhan. Bisa juga kita siap menjadi “pejabat miskin” karena tidak mau korupsi, atau kita siap meninggalkan atau ditinggal kekasih atau “pacar” karena harus mengikut Yesus. Mengikut Yesus bukanlah hal sepele, bukan didasarkan atas emosi yang pura-pura atau semangat yang dangkal bukan juga sebatas agama di KTP (kartu identitas). Menjadi seorang Kristen pengikut Kristus harus benar-benar mempersiapkan dan menyerahkan diri, memutuskan dengan matang dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan sepenuh hati karena Yesus tidak membutuhkan pengikut-pengikut yang setengah hati. Tetaplah setia mengikut Yesus tanpa ragu-ragu, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JADILAH GARAM YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 2 Raja-raja 23:3-20.
 Malam : Roma 11:2-10

03. Renungan: Markus 9:50a.
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?

Garam merupakan kebutuhan pokok dalah kehidupan manusia, diantara mineral yang ada dalam tubuh kita garam dalam bentuk senyawa NaCl, dimana kada Na dalam tubuh sekitar 135 -145 Meq/l. sehingga dalam kehidupan kita garam sangat penting. Dalam makanan garam memberikan cita rasa, tanpa garam makanan yang kita makan terasa hambar. Diperjanjian lama Yehezkiel 43: 24 saat memberikan persembahan kepada Tuhan garam juga sangat dibutuhkan. Mengingat pentingnya garam sehingga Tuhan Jesus membuat perumpamaan garam dalam kehidupan sehari-hari.. Matius 5:13 “ Kamu adalah garam dunia…, artinya kita dibutuhkan oleh dunia dan bisa memberi rasa/kwalitas yang baik dalam dunia, tentu bisa memberi pengaruh yang baik terhadap sesama.

Tentu garam akan berfungsi baik apabila garam itu masih baik, sebaliknya bila garam tidak baik tentu akan hambar dan tidak berguna selain dibuang dan dinjak-injak orang. Oleh sebab itu garam harus kita jaga, jangan sampai rusak. Dengan apa kita melakukannya supaya garam itu tetap berfungsi dengan baik?

Kita haru menjaga kwalitasnya. Kita harus tetap menjaga diri kita sebagai garam supaya tetap bisa berguna bagi orang, tentu kita harus bisa membantu orang terutama bagi yang membutuhkannya. Kita harus tetap memiliki persediaan garam. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Setaip orang percaya haruslah jadi garam dunia. Setaip hidupnya akan memberi cita rasa, yang bisa mencegah segala yang tidak baik ditengah kehidupan dunia yang semakin kotor oleh hawa nafsu dunia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2x)

06. Doa Bapa kami – Amin.