Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Ketaatan


Richard Cecil, bocah yang taat

Seorang anak kecil, Richard Cecil, berusia 9 tahun, bersama ayahnya berjalan menuju ke luar kota. Tatkala sampai di perbatasan kota, sang ayah berkata , “Anakku, ayah memiliki banyak urusan di kota itu. Jangan ke mana-mana dan berdirilah di sini sambil menunggu ayah kembali.” Ayahnya pun segera memasuki kota. Namun akibat begitu banyak urusan di kota itu, sang ayah akhirnya lupa pada anaknya. Setelah kelelahan berjalan, ia menerima tawaran seorang teman untuk menumpang kereta kuda untuk pulang. Akhirnya ia tiba di rumah sekitar pk 21.00. Setelah mandi ia keluar sambil memanggil anaknya. “Richard! Kemarilah nak, ayah ingin bercerita tentang pengalaman ayah di kota itu!” Setelah tidak mendengar respons dari anaknya, sang ayah akhirnya sadar bahwa anaknya tidak berada di rumah, dan ia sadar di mana sang anak berada. Dengan mengabaikan rasa letih dan laparnya, ia segera bergegas menuju kembali ke luar kota, lalu menemukan anaknya sedang duduk tepat di mana ia berdiri sejak ditinggalkan ayahnya siang tadi!
Pemegang Janji

Yesus Kristus, Sang Kebenaran itu sendiri berbeda dengan sang ayah yang melupakan anaknya. Dia adalah Tuhan yang tidak pernah terlelap dan lalai. JanjiNya untuk memberikan kepuasan bagi kita apabila kita lapar dan haus akan kebenaran, bukanlah sebuah janji kosong. Tetapi kita harus bertanya kepada diri sendiri : apakah kita memiliki kerinduan atau terus-menerus merasa lapar dan haus akan kebenaranNya? Marilah kita mewujudkannya dengan tindakan nyata : melaluiNya. Konsekuensi logisnya, kita akan menjadi orang Kristen dan rohaniawan yang saleh di dalam iman, serta menjadi orang yang bahagia di dalam hidup ini. Yang lebih indah lagi, keberadaan kita akan dinikmati sesama sebagai pembawa berkat Allah.

(Buku Kristus Mengubah Hina Menjadi Mulia by. Dr. Jenny Wongka)

DI DALAM YESUS KITA AMAN DAN TENTRAM


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 – Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki. Gok di Ho nama diringku
ro di nasa langkaki.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 2.12-29 (Pagi) Am. 4.6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 11 Nopember 2017
Zakharia 2.5
Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.”

DI DALAM YESUS KITA AMAN DAN TENTRAM
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa pagar/tembok dan satuan pengamanan (satpam) dapat lebih nyata memberi rasa aman. Ada juga yang beranggapan bahwa uang, harta, atau kedudukan akan memberi perlindungan dan jaminan rasa aman bagi hidup kita. Pernahkah kita berpikir bahwa semua itu hanya memberi perlindungan semu karena dalam sekejap semua itu bisa hancur. Tembok lahiriah dapat dikikis atau dirobohkan, betapa pun tinggi dan kokohnya. Namun sebagai anak-anak Allah, kita mempunyai tembok perlindungan terbaik yang dapat dimiliki oleh siapa pun, yakni kehadiran Allah secara pribadi. Rasa aman dan perlindungan sejati hanya akan kita peroleh ketika kita menjadikan Tuhan sebagai temboknya. Baca lebih lanjut

Tidak tahan kalau melihat orang sukses


Hati-hati dengan perasaan tak nyaman bila melihat orang lain mampu melakukan lebih dari apa yang kita lakukan dan berhasil meraih sukses. Perasaan itu jika dibiarkan akan membuat kita melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

Untuk lebih jelasnya mari sama-sama kita baca Ayat Firman Tuhan ini dan hendaklah kita dapat mengambil hikmatnya dan melakukannya. 

Amsal 14:30
“Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”

Firman Tuhan di atas mengingatkan bahwa sikap iri hati dapat membusukkan tulang, artinya membawa dampak kerusakan bagi tubuh yang paling kuat sekalipun. Sebaliknya, hati yang tenang, yang tidak mudah marah atas keberhasilan orang, yang selalu mengucap syukur akan membawa dampak bagi tubuh, yakni tubuh yang segar.

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan keberhasilan orang lain. Itulah benih-benih iri hati. 

Iri hati mungkin naluri alamiah, namun membahayakan, dan kita harus mengatasinya.

Bersyukur dan ikut merayakan keberhasilan orang lain justru lebih baik. Belajar dari kesuksesan orang lain jauh lebih berguna ketimbang membencinya. (ADS)

Roma 12:15
“Bersukacitalah­ dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”

PENEBUSAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 – O Jesus na pangolu au
O Jesus na pangolu au, Anak ni Debata
Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 2.1-11 (Pagi) Am. 3.1-12 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 10 Nopember 2017
Lukas 5.31-32
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

PENEBUSAN TUHAN
Seorang “Tabib” {baca: dokter} mengetahui banyak ilmu dan kemampuan mengobati orang yang sakit. Menjadi tabib harus mengikuti pendidikan dan pengalaman yang banyak mengobati orang sakit. Tetapi seorang tabib tak akan berguna jika semua orang sehat. Ternyata di dunia ini tidak seorang pun yang tidak pernah mengalami sakit penyakit. Karena itu manusia yang sakit selalu mencari tabib yang ampuh yang bisa mendiagnosa dan mengobati dengan baik dan tepat. Baca lebih lanjut

BERITAKAN KABAR BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-118:1 – Paian ma di hami
Paian ma hami o Jesus asiMi. Asa tung unang hami, diansi musu i

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yoh. 1.1-10 (Pagi) Am. 1.1-2.5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 09 Nopember 2017
Yesaya 61.1-2
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung.

BERITAKAN KABAR BAIK
Yesaya dipanggil Tuhan untuk memberitakan Tahun Rahmat Tuhan, yaitu membawa pulang umat-Nya yaitu Bangsa Israel dari pembuangan di Babel. Kehancuran kota Yerusalem, dan Bait Allah membuat Israel menderita. Kepedihan hati dan kehancuran Yerusalem membuat Yesaya mencoba menyusun rencana strategisnya agar umat Tuhan sungguh menikmati tahun rahmat Tuhan. Baca lebih lanjut

​Tidak Ada Yang “Kebetulan”


Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Karena segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka orang berbondong-bondong datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan menyembah, hampir dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti pasar.
Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat Yesus yang setiap hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi begitu banyak permintaan orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap bisa ikut memikul beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang penjaga pintu pun berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.

Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan, “Baiklah! Aku akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu, dan kamu yang naik diatas salib itu, namun apapun yang kau dengar, janganlah mengucapkan sepatah kata pun.” Si penjaga pintu merasa permintaan itu sangat mudah.

Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas, menjulurkan sepasang lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib. Karena itu orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga sedikit pun. Si penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian sebelumnya, yaitu diam saja tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati orang-orang yang datang.

Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka pun ada yang rasional dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali permintaan yang aneh-aneh. Namun demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan untuk tidak bicara, karena harus menepati janji sebelumnya.

Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya, setelah saudagar itu selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal. Ia melihatnya dan ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun terpaksa menahan diri untuk tidak berbicara. Selanjutnya datanglah seorang miskin yang sudah 3 hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat menolongnya melewati kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan kantung uang yang ditinggalkan oleh saudagar tadi dan begitu dibuka, ternyata isinya uang dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan bukan main, “Yesus benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!” dengan amat bersyukur ia lalu pergi.

Diatas kayu salib, “Yesus” ingin sekali memberitahunya, bahwa itu bukan miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia tetap menahan diri untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang pemuda yang akan berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar Yesus memberkati keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja, saudagar kaya itu menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si pemuda, dan memaksa si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu tidak mengerti keadaan yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.

Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib “Yesus” akhirnya angkat bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya itu pun kemudian pergi mencari orang miskin itu dan si pemuda yang akan berlayar pun bergegas pergi, karena khawatir akan ketinggalan kapal.

Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu salib itu sambil berkata, “TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada disana.” Penjaga itu berkata, “Aku telah mengatakan yang sebenarnya dan menjernihkan persoalan serta memberikan keadilan, apakah salahku?”

“Apa yang kamu tahu?”, kata Yesus.

“Saudagar kaya itu sama sekali tidak kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang itu dapat memecahkan masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling kasihan adalah pemuda itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si pemuda sampai ia ketinggalan kapal, maka si pemuda itu mungkin tidak akan kehilangan nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya sedang tenggelam di tengah laut.”

————————————————————

Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang menggelikan, namun dibalik itu terkandung sebuah rahasia kehidupan…Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan adalah yang paling baik, namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu terjadi karena kita tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan ini.

Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat ini, baik itu keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan hasil pengaturan yang terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru bisa bersyukur dalam keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.

Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

​Perahu Mainan


Seorang bocah laki-laki membuat sebuah perahu mainan. Dengan penuh kegembiraan dia membawanya ke danau yang tenang. Tetapi karena terbawa air, perahu itu menjauh darinya sehingga tidak terjangkau oleh tangannya yang pendek. Dalam keputus-asaannya, dia minta tolong kepada seorang anak laki-laki yang lebih besar.
Begitu terkejutnya dia ketika anak itu mengambil beberapa kerikil dan mulai melempari perahunya dengan batu itu.

“Hei, jangan lempari perahuku…”, seru bocah itu, karena mengira anak itu tidak bermaksud menolongnya, tapi justru mau merusak perahu mainannya.

“Coba lihat dulu. Perhatikan apa yang terjadi”, kata anak itu. Ketika bocah itu memperhatikan dengan seksama, ternyata batu itu tidak mengenai perahunya, tetapi MELAMPAUINYA.

Setiap kali batu itu memukul air, timbul ombak kecil yang mendorong perahu itu ke tepi danau.

Setiap lemparan batu sudah DIRENCANAKAN dan pada akhirnya perahu kecil itu berada dalam jangkauannya.

Betapa gembiranya bocah itu karena mainan kebanggaannya telah kembali.

Pesan Moral :
Kadang hal-hal dalam kehidupan anda tidak bisa dimengerti. Anda merasa dihajar dan disiksa, tapi cobalah MENUNGGU sejenak, maka anda akan melihat bahwa setiap pencobaan atau hajaran itu seperti batu yang dilemparkan ke telaga kehidupan anda yang tenang.

Mazmur 119:144
“Peringatan-peringatan-Mu adil untuk selama-lamanya, buatlah aku mengerti, supaya aku hidup.”

Setiap Hajaran dan Lemparan itu justru MENDEKATKAN anda kepada TUHAN