Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MERATAP KARENA DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 14:10-31
 Malam : Yohanes 19:38-42

03. Renungan: Ratapan 3:6.
Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati

Tuhan Jesus merupakan guru Agung karena Dia mengajar tidak dibatasi waktu dan tempat serta memberikan pengajaran pada muridNya dan pengikutNya sering dengan mempergunakan perumpamaan. Kalau kita lihat nats diatas memang sangat sulit untuk dipahami karena orang yang tidak punya malah diambil, tapi maksud dari perumpaan ini yaitu berkaitan dengan talenta dan kemampuan untuk mengerti tentang ajaran Tuhan Jesus. Kita harus mampu menempatkan posisi yang benar tentang talenta yang kita miliki sama seperti pelita dalam ayat 21, dengan menempatkan posis yang benar mampu menyinari sekitarnya demikian juga terhadap talenta yang kita miliki harus disalurkan sehingga talenta yang kita miliki akan semakin bertumbah dan berkembang sementara jika talenta yang kita miliki tidak disalurkan maka telenta kita akan semakin kerdil dan diambil oleh pemberi talenta (baca Matius 25:14-29). Hidup kita harus menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang kita miliki. Dalam Kisah Para Rasul 20:35b….lebih berbahagia memberi daripada menerima. Allah pasti senang kalau kita memberi dengan sukarela Pecayalah apabila kita sudah hidup di dalam Tuhan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Ia akan memberikan berkatNya kepada kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

MAKNA SALIB


JUMAT AGUNG
(Peringatan Kematian Yesus)

Topik: Pengorbanan Yesus yang menyelamatkan
(Panghophopon ni Jesus na paluahon)

Warna Tutup Altar : Na birong (hitam)
Warna Kasih

Ev. Matius 27:45-56
Ep. Ibrani 10:19-29.

MAKNA SALIB

A. Dilihat dari Pihak Allah
Allah menggantikan kita dengan memberikan Yesus untuk menanggung hukuman akibat dosa (2 Kor 5:21). Alkitab mencatat bahwa Yesus : dihina, dicemooh, dinista, direndahkan, dihujat, dijadikan terkutuk, dibuat jadi dosa kita harus melihat diri kita disitu (Mat 27:31, Luk 22:63-65). Allah mengampuni kita (Ef 1:7), Allah menebus kita (Kol 1:14), dan Allah membenarkan kita (Rom 3:24). Dengan kata lain, Allah adalah Allah Yang Maha Kudus, Ia rela jadi dosa agar kita dikuduskan; Allah Yang Maha Mulia rela jadi hina, agar kita jadi mulia, Ia rela jadi kutuk agar kita diberkati; Ia Allah Yang Maha Tinggi rela jadi rendah agar kita ditinggikan.

B. Dilihat dari pihak manusia.
1). Menyangkal diri: Menyangkal diri dimulai dari kesadaran bahwa hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku (Gal 2:20). 2). Memikul Salib. Salib bukanlah yang kita cari, tetapi Tuhan memberikan salib kepada kita untuk dipikul. Salib adalah menanggung penderitaan bukan karena kesalahan sendiri, tetapi menanggung penderitaan karena nama Tuhan. Salib adalah jalan kematian, tidak ada jalan balik. Jadi ketika Tuhan memanggil kita dan kita mau mengikut Dia, sejak saat itu kita sedang berada di jalan kematian.

DIKELILINGI RANTAI MAUT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Korintus 11:23-32
 Malam : Keluaran 12:24-28

03. Renungan: Mazmur 116:3.
Tali-tali maut telah melilit aku dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan

Mazmur ini dimulai dengan pernyataan kasih pemazmur kepada Tuhan. Penulis mazmur ini memiliki pengalaman lepas dari maut. Itulah yang dia tuangkan dalam mazmur syukur ini.. Kasih yang merupakan respons pemazmur terhadap pertolongan Tuhan yang nyata pada waktunya. Dua kali pemazmur menyebut dirinya dalam keadaan terancam maut. Pemazmur ketakutan, merasa sangat lemah dan tertindas. Pemazmur pun berseru minta tolong. Tuhan mendengar jeritannya dan menolong dia lepas dari situasi yang sangat mengerikan tersebut. Pertolongan Tuhan membuat hati pemazmur menjadi teduh. Dunia jaman sekarang ini dipenuhi berbagai rantai maut yang kapan saja bisa mencengkeram kekuatan iman orang percaya, apalagi dengan pesatnya perkembangan jaman oleh berbagai tehnologi canggih yang juga dengan mudah dapat membentuk rantai maut hingga dapat menggoyahkan penerapan iman dalam menjalani hidup. Untuk itulah dalam belenggu kesesakan hidup kita marilah selalu berseru kepada Tuhan saja, hanya kepada Tuhan sajalah yang menjadi kekuatan dan padaNya ada harapan sehingga apapun permasalahan, kesulitan dan keadaan yang menghimpit hidup kita, marilah kita datang kepada Tuhan saja yag menjadi landasan iman hingga kita tidak lagi berkutat dalam belenggu maut, melainkan memperoleh kehidupan yang pasti. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.