Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

FIRMAN ALLAH MEMBIMBING LANGKAH KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi Ale Tuhanhu
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:27-30 (Pagi) Ayub 31:3-40 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 21 April 2018
Mazmur 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

FIRMAN ALLAH MEMBIMBING LANGKAH KITA
Untuk mencapai sasaran perjalanan, kita harus ada panduan dan tuntunan sehingga kita tidak tersesat atau berjalan tanpa mendapat hasil yang diharapkan. Sehingga setiap kita mengikuti perjalanan hidup, kita perlu ada panduan dan bantuan. Bantuan itu bisa datang dari manusia, tapi dalam nas ini jelas dikatakan bahwa Firman Tuhan adalah penunjuk jalan bagi kita. Setelah kita mempunyai panduan, maka di dalam perjalanan manusia juga membutuhkan bantuan karena terbatas, bisa lelah dan bisa goyah (Yeremia 10: 23).

Siapapun yang mencoba mengarahkan langkahnya tanpa bantuan yang andal, pasti menemukan kegagalan, andalan kita yang pasti ialah Tuhan kita. Kenapa Tuhan Allah sebagai andalan kita yang pasti, karena Tuhanlah yang menciptakan kita, sehingga Dia sangat mengetahui tentang kita dan Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita sebagai ciptaan-Nya. Seperti dalam Yesaya 48:17b, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh.” Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa hidup tanpa kebenaran firman Tuhan, sama dengan hidup di dalam kegelapan artinya apapun yang diperbuatnya bukanlah kebenaran yang Allah kehendaki, dan tentu hal ini berdampak pada masa depan kehidupan yang kekal dan tidak akan pernah bisa menemukan kehidupan yang sesungguhnya. Itulah alasannya sehingga kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai pelita kehidupan yang selalu menerangi jalan hidup kita. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-49:1 Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia;
Kitapun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Berkat Yang Tersamar


Sering kali pada saat kejadian yang tidak menyenangkan menimpa, kita bertanya-tanya mengapa TUHAN membiarkan hal itu terjadi? Terlebih bila selama ini kita merasa telah menjadi anak Allah yang baik. Mengapa hal-hal buruk masih terjadi pada kita? Ada peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang sulit dimengerti pada saat kita mengalaminya. Kita hanya dapat berpasrah padaNYA, percaya bahwa DIA tidak akan memberikan yang buruk kepada kita (bdk Yer 29:11).

Ilustrasi di bawah ini mungkin dapat membantu kita memahami bahwa sebenarnya di balik “kemalangan” itu ada berkat yang tersamar, yang belum kita sadari pada saat itu.

Ada sebuah kisah tentang seorang raja yang mempunyai seorang teman baik. Temannya ini punya kebiasaan berkomentar, “Ini bagus!” atas semua situasi dalam hidupnya, positif maupun negatif.

Suatu hari Sang Raja dan temannya pergi berburu. Temannya mempersiapkan dan mengisikan peluru untuk senapan Sang Raja. Kelihatannya Sang Teman melakukan kesalahan dalam mempersiapkan senjata tersebut, karena setelah raja menerima senapan itu dari temannya, senapan itu meletus dan mengenai jempolnya.

Seperti biasa Sang Teman berkomentar, “ Ini bagus!”, yang oleh raja dijawab, “Tidak, ini tidak bagus!” dan raja tersebut menjebloskan temannya ke penjara.

Kurang lebih setahun kemudian, Sang Raja pergi berburu ke daerah yang berbahaya. Ia ditangkap oleh sekelompok orang kanibal, kemudian dibawa ke desa mereka. Mereka mengikat tangannya dan menumpuk kayu bakar, bersiap untuk membakarnya. Ketika mereka mendekat untuk menyalakan kayu tersebut, mereka melihat bahwa Sang Raja tidak mempunyai jempol. Karena percaya pada tahayul, mereka tidak pernah makan orang yang tidak utuh. Jadi mereka membebaskan raja itu.

Dalam perjalanan pulang, raja tersebut ingat akan kejadian yang menyebabkan dia kehilangan jempolnya dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap teman baiknya. Raja langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan temannya. “Kamu benar, “ katanya, “baguslah bahwa aku kehilangan jempolku.” Dan ia menceritakan kejadian yang baru dialaminya kepada temannya itu. “Saya menyesal telah menjebloskan kamu ke penjara begitu lama. Saya telah berlaku jahat kepadamu.”

“Tidak,” kata temannya,”Ini bagus!”. “Apa maksudmu, ‘Ini bagus!’? Bagaimana bisa bagus, aku telah mengirim kamu ke penjara selama satu tahun.” Temannya itu menjawab, “Kalau kamu tidak memenjarakan aku, aku tadi pasti bersamamu.”

—————–

Kehilangan jempol ataupun kebebasan karena di penjara bukanlah hal yang menyenangkan. Namun karena 2 peristiwa itulah, Sang Raja dan temannya tidak menemui ajalnya dalam peristiwa tahun berikutnya.

Demikian pula dalam hidup kita, ada peristiwa yang menyebabkan kita kehilangan materi, mata pencaharian bahkan orang yang kita kasihi. Tentu saja itu membuat kita sedih, kesal, marah, bahkan menggugat TUHAN karenanya. Beberapa di antara kita mengalami pergumulan batin yang panjang karena penolakan kita atas kejadian yang tidak menyenangkan ini. Ada yang menolak begitu keras, sehingga menjauh dari TUHAN.

Namun jika kita dapat mengikuti sikap teman raja di atas, yang secara positif menerima setiap peristiwa baik maupun buruk dalam hidup kita, niscaya suatu hari nanti kita akan menyadari adanya berkat-berkat yang tersamar dalam setiap peristiwa yang kita alami.

Jadi, seperti kata Anthony de Mello, marilah belajar untuk berkata “YA” terhadap setiap peristiwa dalam hidup kita. “YA” berarti menerima tanpa syarat segala sesuatu yang direncanakan TUHAN dalam hidup ini. Pada saatnya nanti, kita akan dapat “melihat” berkat-berkat yang tersamar dalam berbagai peristiwa di kehidupan kita; karena TUHAN bekerja dengan caraNYA yang misterius, yang tidak terselami oleh keterbatasan akal kita.

KASIH SEORANG SAHABAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-4:2 Sai Puji Debata
Disuru Debata AnakNa Jesus Kristus. Jadi mansai arga do hite on ditobus. Diporsan Jesus i, dosanta sasude. Asa mudarNa i paias hita be.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:11-16 (Pagi) Maz. 33:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 20 April 2018
Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

KASIH SEORANG SAHABAT
Di zaman now tidak mudah menemukan sahabat seperti teks hari ini. Sosial media membuka jalan untuk menjalin persahabatan dan ada orang yang sudah mengalaminya. Tapi tak sedikit melalui sosial media banyak yang mengalami kekecewaan karena justru yang timbul adalah ujaran kebencian, pertikaian, dan debat kusir yang mendatangkan kemarahan. Aristoteles mengatakan bahwa sahabat itu adalah “Satu jiwa yang mendiami dua tubuh (friendship is a single soul dwelling in two body).” Dia melihat ada tiga jenis persahabatan itu, pertama, persahabatan keperluan yaitu didasarkan pada keperluan saja di saat sudah tidak ada keperluan maka berakhir juga persahabatan itu. Jadi keramahtamahan dan setiap perbuatan karena ada yang diharapkan. Kedua, persahabatan kesenangan yaitu didasarkan pada kenikmatan kegiatan dan emosi saja. Ketiga, persahabatan yang benar yaitu didasarkan pada kepedulian, berbudi luhur, kasih dan nilai-nilai kebenaran.

Tuhan Yesus adalah figur seorang sahabat yang sejati. Dia telah membuktikannya melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Dia mau menjadikan kita sebagai sahabat-Nya. Dia mau berkorban demi keselamatan kita, sahabat yang dikasihi-Nya. Hingga sekarang ini, Dia masih terus menawarkan persahabatan itu bagi siapa saja. Ungkapan orang Batak: “Manuk ni pea langge hotek hotek lao marpira, na sirang maraleale lobian matean ina”, artinya perpisahan (kehilangan) seorang sahabat melebihi kehilangan seorang ibu yang kita cintai. Marilah kita saat ini menjalin persahabat yang benar, menjadi sahabat yang berkorban dan mengasihi dengan tulus seperti Kristus dengan orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-453:1 Yesus Kawan yang Sejati
Yesus Kawan yang sejati bagi kita yang lemah. Tiap hal boleh dibawa dalam doa pada-Nya. Oh, betapa kita susah dan percuma berlelah, bila kurang pasrah diri dalam doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Sangkar Burung Kosong


Ada seorang bapak di kota kecil dan ia mau beribadah di suatu tempat agak jauh dari kota. Setelah tiba di gereja, Ia membawa sebuah sangkar burung kosong yang sudah reyot, kotor tak terurus, dan menepatkannya di dekat altar. Alis mata orang yang melihatnya mulai terangkat dan bertanya-tanya.

Bapak tersebut rupanya adalah penginjil yang diundang untuk berkhotbah pada hari minggu itu. Bapak itu mulai menjelaskan tentang sangkar burung tersebut. Dalam perjalanan saya ke sini tadi, saya bertemu dengan seorang anak kecil melangkah berlenggang sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Didalamnya terdapat 3 ekor anak burung pipit (*amporik*), meringkuk kedinginan dan ketakutan.

Saya berhenti dan bertanya kepada anak tersebut : Apa yang kamu bawa, anakku?.
Jawab anak itu: Ah, cuma burung-burung kecil? Apa yang akan kamu lakukan terhadap burung-burung pipit yang kecil itu? Anak itu menjawab : “Akan saya bawa pulang dan saya pakai mainan. Saya suka mencabuti bulunya, dan pasti mereka akan ribut kesakitan, dan itu menyenangkan. Ya, tapi cuma sebentar. Burung pipit ini kan kecil, bulunya pasti cepat habis.

Sayapun berkata:” Lalu kalau sudah habis, mau kamu apakan lagi ?
Anak tersebut menjawab:” Saya punya dua ekor kucing di rumah. Mereka sangat suka makan daging. Apalagi daging burung kecil begini. Lucu-kan melihat burung-burung kecil yang sudah tidak berbulu mencoba menghindar dari kucing. Kucingku pasti dapat dengan mudah memakan mereka ?

Saya terdiam sesaat, lalu saya tanyakan pada anak itu lagi: ” Anakku, bolehkah saya beli burung-burung itu ?
Anak tersebut menatap saya dengan tercengang, lalu jawabnya: Bapak jangan main-main. Siapa yang mau burung pipit kecil yang beginian? Burung ini tidak dapat bernyanyi, rupanya juga tidak menarik. Ini burung biasa, tidak ada istimewanya. Apa menariknya untuk Bapak? Berapa? Si Anak memandang saya dengan tajam, lalu sambil tersenyum menantang katanya: Sepuluh ribu?

Saya berikan uang sepuluh ribu kepadanya, dan anak itupun meninggalkan burung pipit tersebut beserta dengan sangkar burungnya dan segera lari menghilang sambil berteriak-teriak kegirangan. Saya lalu melanjutkan perjalanan, dan sesampai di suatu tempat (sada huta) yang banyak pohon serta rimbun daunnya. Saya berhenti, dan saya lepaskan ketiga anak burung pipit tadi. Nah sampai di sini, jelaslah sudah perihal awal kandang burung yang diletakkan di dekat altar ini.

Kemudian Sang Bapak melanjutkan kotbahnya sebagai berikut: Suatu hari, Setan dan Yesus ngobrol berdua. Setan baru saja datang dari Taman Eden dan lalu menyombongkan diri, katanya: Yesus, aku baru saja menguasai sebuah dunia yang penuh dengan manusia. Aku sudah siapkan berbagai bujukan bagi mereka dan pasti mereka tidak akan dapat menghindar. Pasti mereka akan termakan dengan segala tipu dayaku?

Tanya Yesus kepadanya: Akan kau apakan mereka?
Si Setan berkata, “”Pokoknya aku akan menikmati semuanya. Pasti mengasyikkan. Aku akan membujuk mereka supaya kawin cerai, saling selingkuh, saling membenci, saling mencederai dan saling bunuh. Aku akan membujuk mereka untuk menjadi pemabuk, perokok, saling caci, saling hujat. Aku akan membantu mereka untuk menemukan dan merakit bom agar lebih mudah bagi mereka untuk saling bunuh.

“Terus, kalau sudah begitu, apa yang akan kamu lakukan? kata Yesus dengan lembut.

Si setan berkata, “Aku akan binasakan mereka ! Berapa yang kamu minta untuk menebus mereka? tanya Yesus. Si setan pun berkata, “Jangan bercanda. Kamu tidak akan suka mereka. Mereka itu tidak baik. Kenapa kamu tertarik dengan mereka? Aku yakin mereka akan membenci kamu! Mereka akan meludahi kamu, mencercamu, dan bahkan akan membunuhmu. Yakinlah, kamu tidak akan tertarik dengan mereka.?

Berapa? tanya Yesus lagi, lebih mendesak
Setan menatap Yesus tajam lalu katanya sinis:? “Murah, cuma cukup air mataMu dan darahMu!”
Dan Yesus pun membayarnya dengan tunai.

Bapak itupun mengakhiri kotbahnya.

NN. di revisi sesuai kondisi

TUHAN GEMBALAKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki, dibaen asi rohaNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 13:20-21 (Pagi) Ayub 31:24-34 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 19 April 2018
Mazmur 23:1
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

TUHAN GEMBALAKU
Gembala bertanggungjawab menemukan rumput hijau dan air; wajib menjaga domba-dombanya dari ancaman binatang buas maupun pencuri. Gembala dijadikan lambang untuk seorang pemimpin karena kesetiaan pemeliharaannya pada pengikutnya. Gambar tokoh gembala sering muncul dalam Injil dan disebutkan bahwa Yesus adalah “Gembala yang baik” (Yoh. 10:11) yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya.

Yesus sebagai Gembala yang baik, pasti kita sering membacanya atau mendengarkannya melalui pujian dan ucapan syukur umat. Baru saja kita memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Kita memperingati agar kita mengingat siksaan dan pengorbanan Yesus di “jalan salib” atau “via dolorosa.” Atas pengorbanan-Nya kita beroleh pengampunan dan pembenaran dari Allah. Namun satu hal yang perlu kita renungkan lebih serius, diingatkan nas Firman Tuhan hari ini. Perhatikanlah akhiran kata “ku” pada “Gembalaku” di atas. Kata “ku” artinya adalah kita sebagai umat kristiani dan marilah coba tanya diri kita masing-masing: “Apakah kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Gembala? Sungguhkah kita mau seperti seekor domba yang mengenal suara gembalanya, turuti perintah-Nya serta mau ikuti tuntunan-Nya? Betapa seringnya kita ragu atau tidak peduli bahkan menyimpang dari tuntunan-Nya? Oleh sebab itu hari ini, marilah kita memperbaharui diri dan berjanjilah untuk selalu taat dan setia kepada tuntunan Tuhan Gembala kita yang baik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia;
Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela.
O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Mengapa Tuhan Memberikan Kita Masalah?


Masalah-masalah yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan menggunakan masalah untuk kebaikan mereka. Mereka lebih memilih untukbertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Ada lima cara Tuhan menggunakan masalah-masalah dalam kehidupan kita untuk menjadi sesuatu kebaikan bagi kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup… jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi.”Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:2-3).

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas. Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu… kesehatan, teman, hubungan…, saat kita sudah kehilangan.”Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” (Mazmur 119:71).

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang Kristen yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi boss-nya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan…” (Kejadian 50:20).

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal. ” … Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:3-4).

BERDOA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789:2 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Pangido ma sai na lehononNa do, lului ma sai na jumpang. Tuktuhi ma sai na ungkaponNa do, Haleluya, haleluya. (Haleluya) 4x

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 2:21-25 (Pagi) Maz. 118:1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 18 April 2018
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

BERDOA
Berdoa adalah nafas kehidupan orang percaya. Hal ini merupakan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Bagaimana manusia mengatakan maksud hatinya kepada Tuhan adalah dengan berdoa. Ternyata melalui ayat renungan ini, manusia berdoa disyaratkan harus berusaha. Ada semacam perbuatan yang harus dilakukan untuk berdoa kepada Tuhan. Mintalah, carilah, dan ketoklah adalah suatu usaha yang berarti adanya suatu gerakan yang tadinya diam menjadi bergerak yang disebut usaha atau upaya, dengan tujuan ada sesuatu yang diharapkan. Apakah itu, terkabulnya permintaan kita ketika meminta, maka akan diberi, mencari, maka akan mendapat, dan mengetok, maka pintu akan dibukakan.

Melalui renungan ini kita mendapat pengajaran bahwa berdoa kepada Tuhan wajib membuat usaha atau upaya yang senantiasa ditekuni dan digumuli setiap saat. Ketika kita mendengar dan bahkan mengaminkan dalam persekutuan doa: “Engkau mengetahui apa yang kami perlukan, sudah saatnya melalui renungan ini kita akan mengubahnya dengan berkata yang berkaitan dengan usaha atau upaya yang akan kita laksanakan.” Niscaya Tuhan mengabulkan doa kita seturut kehendak-Nya. Diberkatilah kita yang siang malam berdoa memohon kepada Tuhan yang di dalamnya terdapat usaha yang tidak lain dari sesuatu yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:4 Ya Tuhan, Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksud-Mu;
b’ri janji-Mu genap di dalam hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin