Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Minggu Rogate, 6 Mei 2018


Minggu Rogate
Doa

Tema Minggu : Bertekun Dalam Doa
(Jugulhon hamu ma Martangiang)

Ev. : Keluaran 32:7-14
Ep. : Yakobus 1:2-8

Warna Tutup Altar : Putih (Na Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.

Rogate
Minggu Rogate adalah bahagian dari tiga Minggu Mazmur, atau biasa disebut dengan Trilogy Psalm, yaitu: Jubilate, Cantate dan Rogate. Minggu ini, adalah minggu penutup dalam Trilogy Psalm, dan kita akan memasuki Minggu Paskah Oktaf. Rogate sendiri berasal dari bahasa Latin “Rogare” yang berarti “meminta, bertanya, memohon” (to ask).

Pada Minggu Rogate ini, umumnya dirayakan selama tiga hari, yaitu: Senin, Selasa dan Rabu. Dalam tiga hari selepas hari Minggu tersebut, seluruh tema yang menjiwai ayat bacaan dan renungan akan berfokus dalam doa permohonan kepada Tuhan. Hal ini mengingatkan bagaimana murid-murid Yesus yang terus berkumpul dan berdoa menjelang kenaikan Tuhan Yesus. Ketekunan untuk terus bertanya kepada Allah dalam doa adalah sifat yang benar. Bukan hanya menyatakan apa yang ingin kita minta, tetapi bertanya kepada Allah “apa yang Allah inginkan agar kita lakukan”.

Seksi Diakonia Sosial 2018-2020


Dibawah Naungan Dewan Diakonia
Pendamping St. Budiharjo Sihombing

1 St. Amran Sinambela (Ketua)
2 St. Romauli Lubis (Sekretaris)
3 St. Kimron Manik (Anggota)
4 Cst. Jaingot Pakpahan (Anggota)
5 Thodo Sinaga (Anggota)
6 Gokma Sidabutar (Anggota)
7 Jhonny Manurung (Anggota)
8 Meryana Lumban Tobing (Anggota)

TUHAN AKAN MEMULIHKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 497:1 Di na Humolso Rohangki
Di na humolso rohangki pasari hangoluanki, tibu bolongkononku pe, holsongku sasude. AI didokkon Jesus I Tuhanta na di surgo I, na sumarihon ngolumi denggan sudena i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 5:1-3 (Pagi) Ul. 31:19-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 5 Mei 2018
Yesaya 51:3
Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring.

TUHAN AKAN MEMULIHKAN KEADAAN KITA
Saat ini dunia dipenuhi dengan goncangan-goncangan. Goncangan tidak hanya melanda satu bidang kehidupan saja tapi hampir di seluruh aspek kehidupan. Akibatnya banyak orang menjadi mudah frustasi, kecewa dan putus asa. Di masa-masa yang sulit ini kita harus makin mendekat kepada Tuhan, sebab seberat dan seburuk apa pun keadaan kita Tuhan sanggup memulihkan. Ia memiliki rancangan terbaik bagi setiap umat-Nya yang mau datang kepada-Nya. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mzm 126:5-6). Tuhan berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11).

Jadi, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yoh 10:10b). Mengapa kita masih belum mengalami dan menikmati rancangan Tuhan yang baik ini? Karena kita belum mengerti bagaimana meraih janji yang telah disediakan Tuhan itu! Kita tahu bahwa Tuhan memberikan free will (kehendak bebas) kepada kita untuk membuat pilihan hidup: taat atau tidak taat. Jika kita taat atau menempuh jalan yang sudah Tuhan tentukan, semua janji Tuhan akan berlaku atas hidup kita. Sebaliknya jika kita tidak taat dan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan, janji-janji Tuhan itu tidak bisa kita nikmati. Tuhan berkata, “…apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;” (Yer 29:12). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ 364:1 Berserah Kepada Yesus
Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus. Aku berserah, aku berserah; kepada-Mu, Jurus’lamat, aku berserah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 194:1 Aut So Asi Roham
Aut so asi rohaM, aut so godang basaM
Tu dia au? Alai dibaen basaM, dohot asi rohaM tu sorgo au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 5:20-21 (Pagi) Maz. 149:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 4 Mei 2018
Wahyu 5:9
Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

KASIH DAN PENGORBANAN KRISTUS
Pernahkah Anda melihat seseorang bernyanyi dengan hati yang sungguh-sungguh? Sarat dengan penghayatan yang dalam. Wajahnya mencerminkan makna lagu yang dinyanyikan. Apalagi lagu yang dinyanyikan tersebut lagu rohani yang menceritakan kasih Tuhan bagi keberdosaan manusia, tentulah hati kita terhibur dan diberkati bukan? Saat mengingat bahwa semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (band Rm 3:23), hati kita goncang. Namun, ajaib, Tuhan rela berkorban menjadi manusia, bahkan rela mati disalibkan untuk menggantikan kita agar setiap yang percaya tidak binasa melainkan, beroleh hidup yang kekal.

Demikian juga orang kudus dalam kitab Wahyu 5:9 mengumandangkan lagu tentang kasih Allah. Sebab, manusia atau malaikat gagal membuka gulungan kitab, gagal membuka sorga. Hanya Allah, Dia mengutus Anak-Nya untuk membuka meterai yaitu memutus kuasa dosa dan membuka jalan ke sorga. Allah menggenapi janjinya yaitu mengutus Tuhan Yesus, untuk disembelih dan darahnya tercurah di di kayu salib di Golgata menggantian kita. Sungguh luar biasa kasih Allah, membayar hutang kita lunas melalui pengorbananNya. Dia membeli kita dengan darahNya. Pengorbanan-Nya bagi tiap suku, bahasa, dan kaum dan bangsa. Menebus orang Jawa, orang Batak, orang Menado, orang Cina, dan suku-suku lainnya. Puji Tuhan.
Apa sikap kita? Hendaklah kita tekun bersyukur, berdoa, dan belajar Firman Tuhan. Bernyanyi dengan penjiwaan yang meresap. Memuji Tuhan setiap hari dan sangat baik jika setiap aktivitas kita menjadi nyanyian baru yang menyenangkan hati Tuhan. Semua hal itu jadi berkat bagi orang lain. Soli Deo Gloria.

BERDOA

BERNYANYI KJ 289 :1 Tuhan, Pencipta semesta
Tuhan, Pencipta semesta, Kaulah yang Mahamulia
Sungguh besar karunia yang Kau beri.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin