Yesus mengasihi semua umat manusia


Kamis , 04 Februari 2021

01. Nyanyian BE No.233 : 1 ”Turena I Manodo Tuhan Jesus”
Ture na i manodo Tuhan Jesus, Martua na pinarmahanNa I / Uli na i SangkapNa dipatulus, Di ganup hita hinophopNa I / Sandok paputus rohami, Pasahat ma dirim tu Tuhan Jesus i

02. Pembacaan Firman
▪ Pagi : Amsal 12 : 10 – 20
▪ Malam : Galatia 5 : 2 -15

03. Renungan : Lukas 15 : 6
Dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat – sahabat dan tetangga – tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama –sama dengan aku sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.

Sungguh besar kasih Yesus terhadap semua manusia tanpa melihat latarbelakang orang yang dikasihiNya. Ia mengasihi setiap orang sekalipun orang yang dikasihi tersebut adalah orang yang berdosa. Bahkan Yesus sangat bersukacita ketika Yesus melihat orang berdosa yang dikasihinya dapat bertobat. Inilah yang diinginkan Yesus terhadap orang –orang yang berdosa yakni pertobatan. Ia selalu mencari dan memanggil orang-orang berdosa untuk mengikut Dia. Inilah yang terlihat di dalam nats kita ini. Nats renungan kita hari ini adalah sebuah perumpamaan yang disampaikan Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli pada saat itu. Ketika itu Yesus duduk dan makan bersama di rumah seorang pemungut cukai yang bernama Lewi yang diajakNya untuk mengikutNya. Dia acara tersebut juga hadir para pemungut cukai yang lainya. Tindakan Yesus duduk dan makan bersama mereka mendapat kritikan dari orang Farisi dan para ahli – ahli. Taurat. Mereka menilai itu adalah hal tidak baik. Tidak baik duduk bersama dengan orang berdosa. Di dalam konteks nats ini Pemungut Cukai dikategorikan oleh orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah orang sangat berdosa. Karena memang pemungut cukai di dalam konteks nats ini sangat sering menjumpai menipu uang pajak dari masyarakat tersebut. Inilah yang membuat para ahli –ahli Taurat dan orang –orang Farisi tidak mau mendekatkan diri kepada pemungut cukai. Tapi pemikiran mereka berbeda dengan Yesus. Yesus menjelaskan melalui perumpamaanya, mereka adalah ibaratkan domba yang hilang. Domba yang hilang tentu harus dicari dan dibawa pulang. Inilah yang dilakukan Yesus di dalam nats renungan ini. Yesus bersama mereka adalah untuk mengajar mereka dan mengubah mereka agar mau mengikutnya (menjalankan segala periintahnya). Nats ini juga sekaligus menampar orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang mempunyai pemahaman yang salah terhadap orang berdosa. Nats hari ini mengajak kita supaya kehadiran kita di dunia ini bukan untuk menklaim/ menghakimi terlebih menghindari orang –orang yang mungkin kita lihat tidak sejalan dengan perintah Tuhan (dorang berdosa). Tetapi biarlah kita menjadi perpanjangan tangan Tuhan mengubah seseorang berjalan di jalan Tuhan melalui tindakan, perilaku, perkataan kita. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi KJ. No. 46 : 1 BESARKAN NAMA TUHAN
Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang / dan membaringkan aku berteduh, di padang rumput hijau berkenan. O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening./ Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.

06. Doa Bapa kami – Amin.

___Tuhan Memberkati, Syalom___

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s