JANGAN BERKATA KOTOR


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Amsal 2:1-15.
 Malam : Matius 19:1-12.

03. Renungan: Efesus 4:29.
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Kata kotor dalam bahasa Yunani, sapros yang artinya kata-kata yang tidak membangun, yang menghina, dan yang melecehkan. Bisa juga berarti kata-kata yang membusukkan dan berbahaya yang provokatif dan menjerumuskan. Paulus menasihati jemaat di Efesus agar menghindari kata-kata yang bersifat sapros dan menggantinya dengan kata-kata pujian yang menyegarkan, membangun, dan menenteramkan. Itu bisa menjadi kesaksian yang baik, serta membuat orang menjadi lebih semangat dan kuat. Mengapa kita dilarang keras untuk berbicara kotor atau berkata-kata sapros? Pertama, tutur kata mempunyai kuasa untuk meruntuhkan atau membangun. Kuasa lidah bisa membuat orang lain gelisah atau memberi semangat, bisa menjauhkan orang dari Tuhan atau membawa orang kepada Tuhan. Karena itu hindari sapros, tetapi biarlah kata-kata kita menenteramkan dan mendamaikan, serta membangun. Itulah yang berkenan di hadapan Tuhan. Kedua, hidup kita, termasuk kata-kata kita, akan dibawa kepada Tuhan untuk dipertanggungjawabkan dan dihakimi. Jadi, perkataan yang kita ucapkan bukan hanya berhubungan dengan sesama manusia, tetapi berhubungan dengan Tuhan di sorga. Tuhan tdak mau orang percaya hidup seperti orang duniawi yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan mau memakai mulut kita untuk mengucapkan kata-kata yang penuh kesaksian Inji dan mendatangkan damai sejahtera. Berhentilah berkata sapros, tetapi Berjuanglah untuk menggunakan kata-kata yang mencerminkan karakter Kristus. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s