PERGILAH DAN DEKATILAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat selaraskan hatiku.
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti.
Ajar aku maha indah, gita balai sorgaMu.
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 1 Samuel 1:1-20.
 Malam : Galatia 1:11-24.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 8:29.
Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu.”

Nas ini menceritrakan Filipus yang diutus untuk menginjili orang asing, yaitu sida-sida dari Etiopia yang sedang datang beribadah ke Yerusalem. Tuhan mengutus Filipus dan berkata : “Pergilah dan dekatilah.” Setelah dekat, kedengaran sida-sida itu sedang membaca Alkitab yang tertulis dalam Yesaya 53 : 7-8 yang menunjuk penderitaan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Hal ini yang diungkapkan oleh Filipus kepada sida-sida itu dan mata rohaninya dibukakan sehingga dia memutuskan untuk dibabtis dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Menjadi pertanyaan kepada kita : “Apakah yang kita lakukan ketika disuruh oleh Tuhan untuk menginjili seseorang sebagaimana yang diperankan oleh Filipus?” Baik majelis maupun orang awam sebagai anggota jemaat hendaknya siap sedia menyampaikan berita sukacita itu sesuai dengan kondisinya. Kembali ke peran Filipus dalam memberitakan firman Tuhan, beberapa persyaratan yang harus dimiliki untuk melakukannya. 1) Roh yang menyuruh. Alkitab bersaksi bahwa apa yang dikatakan oleh Roh Kudus pastilah benar di hadapan Allah. Untuk dapat memberitakan injil dengan benar dan dikenan oleh Allah haruslah Roh Kudus yang Tuhan taruh di hati kita (1 Kor. 3:16) yang mendorong kita untuk melakukannya. 2) Pergilah dan dekatilah. Pergi dan berjumpa dengan obyek yang akan diinjili yang sedang bimbang karena tidak mengerti tentang apa yang dibacanya dalam Alkitab. Dan 3) Menjelaskan dengan baik dan benar tentang firman Tuhan. Adalah tugas setiap orang percaya membaca firman Tuhan setiap hari dan menggumulinya, niscaya Roh Kudus senantiasa bersedia mengajar kita untuk mengerti firman itu dan dapat menjelaskan kepada setiap orang sekalipun secara sederhana dan mendalam sesuai dengan talenta yang diberikan kepada kita. Inilah aku Tuhan utuslah aku, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 212:1. Haholongan na badia
Haholongan na badia sian Tuhan Jesus i.
Sai songgopi sai bongoti roha dohot tondingki

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s