KASIH YANG TERUTAMA


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan kepadaMu.

Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 42:5-9
Malam : Yesaya 43:8-13.

Renungan: 1 Petrus 4:8.
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik pada kita tidaklah sulit sama sekali, dunia mengenalnya dengan istilah ‘timbal-balik’. Bahkan, secara tidak sadar kita telah secara otomatis melakukannya. Namun, apabila kita harus mengasihi seseorang yang telah menyakiti kita, apakah kita mampu? Belum tentu. Sangatlah sulit berada di posisi yang diremehkan, disakiti, dikhianati, diejek dan banyak hal buruk lain yang jika dibuat daftar, maka tidak akan pernah habis.

Saat kita disakiti oleh orang lain, dorongan untuk membalas atau membenci pasti akan muncul sangat kuat, bahkan tidak jarang yang mengikat kita untuk melakukan pembalasan yang serupa, kalau dapat bahkan kita akan melakukan pembalasan yang lebih dari yang telah mereka lakukan. Kita sebagai anak Tuhan memang tidak sempurna, namun setidaknya kita jangan menjadikan ketidaksempurnaan tersebut sebagai alasan dan pembenaran kita untuk berbuat dosa serta membalas perbuatan mereka. Alkitab dengan jelas menyatakan: “Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1 Yoh 4:20). Kasih itu juga bersifat aktif, artinya mendahului, bukan menunggu atau membalas. Kebanyakan dari kita baru mau mengasihi setelah dikasihi, baru mau memberi setelah diberi. Namun tertulis: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Mat 7:12). Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 354:1. Sai tong maimaima do
Sai tong maimaima do rohanta i do Jesus.
Ibana haluaon do di angka naung tinobus
Ro do muse Tuhanta i, mardongan hasangapon i.
Sai ro ma Ho, o Jesus. Sai ro ma Ho, o Jesus.

Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s