BERIBADAHLAH KEPADA TUHAN ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-697:1 Molo Ho do Huihuthon
Molo Ho do huihuthon, dame sonang rohangki
Sai horas jala martua nasa nahinophop-Mi
Ho tontong ihuthononku, Jesus napalua au
Ho sambing do oloanku ala nii martua au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 9:13-14 (Pagi)
1 Sam. 7:3-4 (Malam)

RENUNGAN
2 Tawarikh 30:8
Sekarang, janganlah tegar tengkuk seperti nenek moyangmu. Serahkanlah dirimu kepada TUHAN dan datanglah ke tempat kudus yang telah dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya, serta beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu, supaya murka-Nya yang menyala-nyala undur dari padamu.

BERIBADAHLAH KEPADA TUHAN ALLAH
Pengalaman bangsa Israel yang dituntun, dipelihara, diberkati, ditopang oleh Allah dalam segala perjalanan hidup mereka, rupanya tidak cukup untuk menumbuhkan kesetiaan yang teguh kepada Tuhan Allah. Begitu banyak berkat dan kasih serta penyertaan Tuhan yang tidak pernah berhenti sepanjang sejarah bangsa ini, namun bangsa ini sering lupa, berpaling dari Tuhan, memberontak, mengeraskan hati dan menyimpang dari jalan Tuhan Allah sehingga Allah sering murka dan menghukum bangsa-Nya. Belajar dari pengalaman inilah Hizkia berupaya mengembalikan keadaan itu. Hizkia belajar jika nenek moyangnya jauh dari Tuhan maka Tuhan murka, sebaliknya jika beribadah kepada Tuhan maka Tuhan menyertai hidup bangsa Israel. Sebagai raja yang usianya masih sangat muda, ia menetapkan hati untuk hidup benar di hadapan Allah (1-2). Perhatian hidupnya tertuju kepada ibadah untuk memuji Tuhan. Hizkia menyadari tanpa berserah dan hidup kudus di hadapan Allah, maka Allah tidak akan mendatangkan berkat Allah. Itulah yang mendasarkan Hizkia berusaha merevolusi mental bangsanya yang sudah rusak dan jauh berpaling dari Tuhan Allah. Ia mempelopori memusnahkan tempat-tempat pemujaan berhala (31:1). Ia mengadakan pembaharuan mental yang bersifat menyeluruh terhadap kehidupan bangsa Yehuda dan memerintahkan seluruh suku Lewi menguduskan dirinya di hadapan Allah dan meninggalkan dosa supaya ibadah mereka berkenan kepada Tuhan Allah. Nasihat dan perintah raja Hizkia diikuti oleh seluruh bangsa itu, sehingga doa-doa mereka didengar Tuhan kembali (27).
Saudara, nas ini mengingatkan kondisi kerohanian kita saat ini. Selagi masih diberi kesempatan beribadahlah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Reformasilah hidupmu, cara beribadahmu dan beribadah dengan sungguh-sungguh agar Tuhan memberkatimu. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ No-29 : 3, Di Muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, ’ku insaf akan salahku;
Bertobat kini hatiku, di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s