BERSABAR DALAM KESESAKAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-755 : 1, Haposan Ho Tuhan
Haposan Ho Tuhan, hot do holongMu. Di las ni roha, tingki arsak pe.
Asini roham nang pambaen-anMu. Ho Sipalua pangodingan pe.
Haposan Ho Tuhan, Haposan Ho Tuhan. Ndang na mansohot asi ni rohaM.
Nasa naringkot di au diparade, tung ala ni asiM do i sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 54:1-8 (Pagi)
Rom. 12:9-21 (Malam)

RENUNGAN
Mazmur 79 : 13 – Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun.

BERSABAR DALAM KESESAKAN
Pemazmur Asaf adalah seorang Lewi yang tugasnya menyelenggarakan Ibadah di Bait Suci, yang mempunyai karunia bermusik dan bernubuat. Sebagai seorang pelayan Tuhan, ia sangat sedih, tertekan dan sesak melihat kenyataan hidup umat Tuhan yang meng-alami banyak aniaya dan hinaan, serta olok-olok yang menyakitkan. Latar belakang kehidupan seperti itulah Mazmur 79 ini ditulis, bahkan dikenal sebagai Mazmur “Doa permohonan” sekaligus Mazmur “bernada kutukan” yang mengundang “hukuman Allah atas orang fasik.” Amatlah berat dan sulit melihat, merasakan dan membiarkan ketidakadilan dipertontonkan secara semena-mena.

Misalnya: berbagai intimidasi dalam penutupan rumah Ibadah yang disertai, cacian atau makian. Demikian juga, jika kita mengalami fitnah, dikhianati atau ditipu orang yang kita hormati dan percayai. Kita bisa goyah dan jatuh melakukan dosa, seperti: balas dendam, kekerasan, atau bahkan tindak kejahatan lainnya.

Rahasia dan nasihat Mazmur Asaf adalah bahwa mazmur ini digubah sebagai ungkapan semangat demi nama Allah, untuk keadilan dan kebenaran-Nya serta rasa benci yang kuat terhadap kejahatan dan bukan karena perasaan dendam yang picik. Artinya jangan membenci atau dendam secara picik. Dalam mazmur ini, kita melihat kebesaran jiwa Asaf serta kepercaya-annya yang kuat atas kasih dan kuasa Allah bagi umat-Nya. Bahkan ia mampu bernubuat, bahwa umat Tuhan akan selalu bersyukur kepada-Nya dan akan memberitakan puji-pujian untuk Tuhan secara turun-temurun. Apapun kesesakan kita hari ini, mari kita teladani iman Asaf, tetap bersabar dan ingatlah Roma 12:12: “Bersukacitalah dalam pengharapan…” Amin.

BERDOA

BERNYANYI PKJ-138 : 1, Setia-Mu Tuhanku, tiada bertara
Setia-Mu Tuhanku, tiada bertara. Di kala suka di saat gelap. Kasih-Mu Allahku tidak berubah bertara. Kau-lah Pelindung abadi, tetap. Setia-Mu Tuhanku, meng-haru hatiku, setiap pagi bertambah jelas. Yang kuperlukan tetap Kau berikan, sehingga aku pun puas lelas.

DOA BAPA KAMI
BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debata nami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s