PERUBAHAN YANG MENDASAR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789 : 1, Lului hamu harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata rap dohot hatigoranNa.
TambahononNa ma ondeng tu hamu, Haleluya! Haleluya. (Haleluya) 5x

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 1:67-79 (Pagi)
Bil. 24:15-19 (Malam)

RENUNGAN
Roma 12 : 2 – Janganlah kamu menjadi seru-pa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pem-baharuan budimu, sehingga kamu dapat membe-dakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

PERUBAHAN YANG MENDASAR
Memahami kata menjadi serupa dengan dunia, dapat dimaknai dari kata aslinya suschematizesthai, yang akar kata-nya, schema yang berarti bentuk luar yang selalu berubah-ubah, dari tahun ke tahun dan dari hari ke hari. Schema seseorang tidak sama ketika berumur tujuh belas tahun dengan ketika ia berumur tujuh puluh tahun.
Oleh karena itu Paulus berkata, “Jangan berusaha menyesuaikan kehidupanmu kepada kebiasaan-kebiasaan dunia; jangan menjadi seperti bunglon yang warna-nya berubah-ubah, menurut lingkungannya.” Selanjutnya, memahami kata metamorphousthai yang akar katanya morphe, yang artinya, suatu bentuk atau unsur pokok yang tidak berubah-ubah. Kalaupun schema berubah-ubah tetapi morphenya yaitu pribadinya tetap sama.

Oleh karena itu, kata Paulus, untuk dapat beribadah dan melayani Allah, kita harus melalui suatu perubahan, bukan bentuk luar kita, tetapi kepribadian kita, kita yang di dalam diri kita. Bagaimanakah perubahan itu? Perubahan dari kehidupan yang dikuasai tabiat manusia yang paling rendah kepada kehidupan yang dikuasai Kristus atau Roh. Hidup kita tidak lagi berpusat pada diri kita sendiri tetapi kehidupan kita berpusat pada Kristus. Ini harus terjadi dengan pembaharuan budi. Kata baru dalam nas ini menggunakan kata kainos, yang artinya: baru menurut sifat atau hakekatnya bukan baru menurut batasan waktu. Orang yang dulunya berdosa dan sekarang berada pada jalan orang kudus adalah kainos. Hal itu bisa terjadi ketika Tuhan Yesus masuk dalam kehidupan kita di mana pikiran kita telah berbeda dengan pikiran pada waktu kita orang berdosa, karena pikiran Kristus ada di dalam kita. Hidup seperti itulah ibadah yang sejati.

BERDOA

BERNYANYI, KJ-436 : 1, Lawanlah godaan
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh.
Nafsu kejahatan harus kau tentang, harap akan Yesus pasti kau menang.
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan, Ia b’ri pertolongan pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI, BE-36 : 1, Pasupasu hami
Pasupasu hami, o Debatanami. Sai sondanghon bohiMi tu na pungu on sude.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s